News

Anggaran Infrastruktur 417 T Industri Semen & Konstruksi Akan Menggeliat

Sektor Konstruksi dan Industri Semen Berharap Kinerja Positif Tahun Ini

Anggaran Infrastruktur 417 T Industri Semen & Konstruksi Akan Menggeliat. Beberapa perusahaan produsen semen juga dinilai akan mendapatkan imbas dari besarnya anggaran infrastruktur. Misalnya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang menargetkan pertumbuhan 5% secara yoy di tahun ini.

Emiten sektor konstruksi dinilai dibayang-bayangi oleh beberapa katalis positif yang dapat mengangkat kinerjanya di tahun ini. Hal ini juga karena anggaran infrastruktur yang mencapai Rp 417,4 triliun, atau naik 48,4% secara year on year (yoy), dan belum banyak didistribusikan di tahun ini.

Analis BRI Danareksa Maria Renata melihat sektor ini overweight, karena ada lima katalis positif yang dapat mengangkat sektor ini, seperti lebih banyak proyek infrastruktur akan dimulai di semester dua 2021, pemulihan ekonomi, berjalannya Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, mengharapkan pertumbuhan yang kuat tahun 2021, dan valuasi yang menarik.

Baca Juga:  NASA Kembangkan 10 KW Solar Panel Array Movable untuk Misi ke Bulan

Maria mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di tahun 2021, mengingat kinerja yang lemah pada tahun 2020 di mana beberapa perusahaan membukukan hasil negatif. “Untuk tahun 2021, pendapatan diharapkan tumbuh lebih dari dua kali lipat untuk setiap perusahaan,” kata Maria.

Walaupun ia melihat bahwa pandemi yang masih melanda masih menjadi ancaman utama bagi sektor ini. Misalnya saja tahun kemarin di mana pemerintah memutuskan untuk memotong anggaran infrastruktur untuk pandemi.

“Hal ini akan menyebabkan keterlambatan dalam memulai proyek baru atau kemajuan pembangunan yang lebih rendah yang akan mengakibatkan permintaan yang lemah untuk jasa konstruksi dan material terkait,” ujar Maria.

Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dalam risetnya yang dirilis pada 8 Juni 2021 menilai sektor ini netral karena kontrak baru kontraktor BUMN di tahun 2021 dan 2022 masih di bawah atau hanya mendekati level pra pandemi, dan eksekusi investasi Indonesia yang dapat memakan waktu panjang.

Baca Juga:  Tesla Energy Optimis Bisnis Listrik Surya Akan Melampaui Otomotifnya

Maria melihat ADHI sebagai pilihan utama di sektor ini, karena memiliki beberapa proyek besar yang berjalan dengan baik dalam hal pembayaran dan kemajuan untuk mendukung kinerja keuangan perusahaan. ADHI juga dinilai tidak memiliki risiko ekuitas dari Investasi baru dalam proyek infrastruktur.

Sedangkan Willinoy menilai PTPP sebagai pilihan utama karena rasio OB terhadap pendapatan yang solid, neraca yang sehat, dan valuasinya termurah di antara peers konstruksi lainnya.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas Josua Michael dalam risetnya yang dirilis pada 15 April walaupun kontrak baru PTPP di kuartal I 2021 yang lesu, diharapkan akan meningkat di kuartal II 2021.

Hal ini membuat Josua memperkirakan kontrak baru PTPP akan berada di angka Rp 25,7 triliun di tahun ini. Ia juga akan merevisi estimasi kontrak baru tersebut apabila pencapaian kontrak baru di semester satu 2021 gagal mencapai Rp 10,3 triliun atau 40,0% run rate-nya.

Baca Juga:  Dulux MOU dengan LPJK Berikan Sertifikasi Kepada 12.000 Painter

Maria dan Josua merekomendasikan ADHI beli dengan target harga masing-masing Rp 1.600 per saham dan Rp 1.250 per saham. Willinoy dan Maria merekomendasikan PTPP beli dengan target harga masing-masing Rp 1.400 per saham dan Rp 1.800 per saham.

 

Sumber: Kontan.co.id

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker