Pengetahuan kayu

Barecore, Proses Pembuatan Barecore dan Harga Eksport Barecore

Barecore? Proses Pembuatan Barecore dan Harga Eksport Barecore. Pernahkan membeli blockboard? lihatlah bagian dalam blockboard yang terdiri susunan kayu yang disambung, itulah yang dinamakan barecore. Blockboard adalah barecore yang dilapisi veener oleh kedua sisinya. Lebih detil tentang barecore silahkan lihat gambar di bawah ini:

blockboard

Proses Pembuatan Barecore

Indonesia adalah eksportir terbesar barecore dunia, Pabrik barecore Indonesia banyak berdiri di daerah Jawa tengah khusunya daerah Temanggung. Sayangnya barecore yang dihasilkan 90% masuk ke pasar China, sehingga harganya tidak bisa sebagus Eropa. padahal barecore dari Indonesia diproses lanjutan di China lalu dieksport ke Eropa.

Barecore biasanya terbuat dari kayu lunak perserti Sengon dan Albasia. kayu sengon yang berasal dari hutan tanaman rakyat di potong dan kirim ke pabrik. Proses selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • bahan baku All Grade dengan ukuran panjang 130cm, lebar 8cm, dan tebal minimal 6.2cm. Tahapan proses produksi ini dimulai dengan proses penghitungan kubikasi input bahan baku. Volume input bahan baku dihitung dengan satuan kubikasi m3, hal ini bertujuan supaya dapat menghitung rendemen dari produk jadi nantinya. Kubikasi dari bahan baku dihitung dari besar kapasitas pengiriman truck yang mengirim bahan baku.
  • Proses selanjutnya setelah dihitung kubikasi adalah proses pengeringan bahan baku, kadar air dari bahan baku rata-rata berkisar 40% saat sebelum melalui proses pengeringan. Bahan baku dikeringkan dengan tujuan supaya dapat mencapai kadar air (moisture content) kurang dari 6%. Kadar air kurang dari 6% ini merupakan standar kadar air yang sudah ditentukan perusahaan untuk siap diolah lebih lanjut. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar air 6% dari 40% rata-rata membutuhkan enam hari.
Baca Juga:  Mengenal Kayu Merbau, Kegunaan dan Harga pasar Kayu Merbau
  • Proses ketiga merupakan proses pengolahan kayu paling awal yaitu dimulai dari proses pemotongan kayu. Bahan baku dipotong menggunakan mesin cross cutting menjadi tiga bagian dengan masing-masing memiliki ukuran 42cm x 15.8cm x 5.8cm. Selama proses pemotongan ini berlangsung, dilakukan inspeksi untuk memisahkan kayu yang retak dengan kayu yang siap untuk proses lebih lanjut. Proses ini menghasilkan waste, waste ini terjadi karena harus memotong ujung dari kayu yang pelos.
  • Proses keempat adalah double planner yang merupakan proses lanjutan setelah bahan baku diproses melalui pemotongan awal. Bahan baku diolah lebih lanjut dengan menghaluskan permukaan dari bahan baku, sehingga menjadi ukuran 42cm x 15.8cm x 5.5cm. Proses double planner juga menghasilkan waste yang disebabkan karena bahan baku yang tidak pernah berbentuk balok sempurna harus diratakan permukaannya. Waste juga dapat disebabkan karena retak yang diketahui setelah permukaan diratakan, sehingga operator harus membuang waste tersebut.
  • Proses kelima adalah multi rip. Proses multi rip bertujuan untuk memotong bahan baku menjadi sepuluh bagian. Setiap potongan kayu yang sudah melalui proses multi rip ukurannya menjadi 42cm x 1.33cm x 5.5cm. Hasil dari proses multi rip ini disebut core. Terdapat waste pada proses ini, waste ini terjadi karena bentuk bahan baku tidak balok sempurna sehingga ujung kanan dan kiri bahan baku terpotong menjadi ukuran yang lebih kecil dari standar 42cm x 1.33cm x 5.5cm. Operator melakukan sortir untuk ukuran potongan yang lebih kecil dari standar dan ukuran yang lebih kecil ini tidak digunakan untuk proses lebih lanjut.
  • Bahan baku yang sudah melalui proses multi rip atau yang disebut dengan core ini kemudian diberi lem.
  • Proses selanjutnya adalah proses pengepressan bertujuan untuk menyatukan core dari hasil proses pengeleman yang selanjutnya ditidurkan sehingga ukuran dari lebar dan tebalnya tertukar, menjadi 42cm x 5,5cm x 1.33cm. Proses ini menggunakan mesin press hidrolis, arah pengepressan juga dari dua arah yaitu atas dan samping. Potongan-potongan core ini dipress dengan teknik finger joint selama 15 menit, hasil ukuran akhir dari proses ini adalah 126cm x 248cm x 1.33cm.
  • Setelah proses pengepressan maka dilakukan proses pengeringan lem berlangsung selama 24 jam menggunakan metode pengeringan air dryer. Proses ini bertujuan supaya pengeringan lem menjadi merata
    Setelah barecore sudah dikeringkan maka dilakukan proses inspeksi akhir dilakukan dengan cara menjatuhkan
    barecore ke lantai, jika setelah dijatuhkan tidak ada satupun bagian core yang lepas maka barecore
    tersebut lolos inspeksi.
  • Selanjutnya jumlah core dicek supaya tidak lebih dari 23 core.
  • Proses paling akhir adalah proses cutting finishing Barecore yang lolos inspeksi dirapikan sisi-sisinya menggunakan mesin cutting, hasil akhir dari proses ini memiliki ukuran 126cm x 246cm x 1.33cm. Setelah lolos inspeksi barecore di packing dan disimpan pada gudang barang jadi, ukuran packing ini adalah 1m3 untuk setiap pack.

Harga Eksport Barecore

Eksport barecore Indonesia hampir seluruhnya di serap oleh China, sehingga ketika banyak pabrik dan terjadi over supply maka harga barecore menjadi jatuh.

Baca Juga:  Kerusakan Kayu, Faktor Kimia Penyebab Rusaknya Kayu

Dari catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kinerja ekspor produk dengan kode HS 4412990010 ini memang mengesankan. Jika tahun 2013 nilai devisa masih 532,6 juta dolar AS dengan volume 1,88 juta m3, angka itu naik tahun 2014 menjadi 628,8 juta dolar AS dengan volume 2,26 juta m3. Namun, tahun lalu, kinerja tersebut mulai melambat, bahkan menurun. Devisa yang dihasilkan merosot menjadi 619,1 juta dolar AS. Penurunan tersebut tentu bisa lebih besar jika tidak ditopang oleh kenaikan volume 10,4% menjadi 2,5 juta m3.

Yang mengkhawatirkan, tren penurunan tersebut nampaknya bakal terus terjadi. Pasalnya, industri barecore terus tumbuh dengan adanya pasok kayu rakyat. Saat ini, tercatat 74 industri barecore beroperasi secara nasional dengan kapasitas produksi 2,9 juta m3/tahun. Parahnya, hampir seluruh produk barecore nasional atau 90% lebih ditujukan ke pasar Tiongkok. Indonesia membanjiri pasar 5.000-6.000 konteiner/bulan, padahal kebutuhan Tiongkok hanya 2.500 konteiner/bulan.

Baca Juga:  Moulding Kayu dan Berbagai Bentuk Moulding Kayu

Tidak aneh, hukum besi ekonomi pun berlaku. Pasok melimpah, harga terjun bebas. “Pembeli Tiongkok akhirnya mempermainkan harga,” ujar Mintarjo, direktur sekaligus pemilik pabrik barcecore UD Abioso, yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah. Tahun lalu, harga barecore masih nangkring di kisaran 320-340 dolar AS/m3. Tahun ini, harga menukik tinggal 255-260 dolar AS/m3.

Kata Kunci:

harga barecore terbaru 2019,harga barecore terbaru 2018,harga barecore terbaru,harga barecore kirim ke china,harga barecore 2018,harga barecore,Daftar harga barecore di indonesia,Bercore,barecore kayu pinus,barcore untuk apa

Komentar

comments

Tags
barecore barecore albasia barecore sengon cara membuat barecore harga barecore 2018 harga eksport barecore jual barecore murah pabrik barecore surabaya pabrik barecore temanggung proses pembuatan barecore

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker