Properti

Cara Menjual Rumah yang Masih KPR atau Dalam Masa Cicilan

Tips Mudah Menjual Rumah yang Masih KPR

Cara Menjual Rumah yang Masih KPR atau Dalam Masa Cicilan. Ada banyak alasan untuk menjual rumah, meski masa cicilan KPR masih panjang. Misalnya ingin pindah lokasi tempat tinggal, dinas kerja di pindah ke kota lain dan sebagainya.

Proses penjualan rumah KPR yang belum lunas bisa dilakukan, tapi memang sedikit lebih rumit. Untuk itu, pastikan Anda memahami beberapa cara jual rumah saat cicilan KPR Masih Berjalan?

Cara Menjual Rumah yang masih KPR

1. Lunasi sisa angsuran KPR dan pinaltinya

Melunasi sisa angsuran lebih awal merupakan cara termudah menjual rumah yang masih KPR. Melunasi lebih awal sisa angsuran ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan SHM.

Meskipun masih dalam proses KPR, rumah yang dicicil itu sebenarnya sudah menjadi milik pembeli atau debitur.

Hanya saja, karena debitur membeli rumah tersebut dengan uang kreditur yakni bank, maka Sertifikat Hak Milik (SHM) masih ditahan pihak bank sebagai jaminan.

Sertifikat rumah baru bisa diberikan kepada debitur ketika cicilan sudah lunas. Ketika rumah sudah dilunasi dan SHM sudah di tangan, tentu proses menjual rumah menjadi lebih mudah dan Anda bebas menjual dengan harga yang diinginkan.

Baca Juga:  Pelunasan KPR Lebih Cepat Malah Bikin Rugi?

Akan tetapi, melunasi sisa KPR sebelum tenor pada kesepakatan awal akan dikenakan uang penalti atau denda. Biasanya nominal penalti ini lebih kecil daripada sisa bunga pinjaman cicilan normal.

2. Over Kredit

Over kredit merupakan cara yang paling banyak dipilih ketika menjual rumah yang masih KPR. Dengan over kredit, Anda tidak memerlukan dana untuk melunasi KPR, tapi butuh waktu karena permohonan bisa saja ditolak.

Selain itu, Anda sebagai penjual juga diharuskan jujur sejak awal kepada calon pembeli ketika menjual rumah dengan cara over kredit. Agar calon pembeli tahu bahwa status rumah tersebut masih kredit dan SHM-nya masih berada di bank.

Ada dua cara yang biasa dilakukan.

  • Pertama, pengalihan KPR di bank yang sama. Artinya, pembeli akan melanjutkan cicilan KPR tersebut di bank yang digunakan sebelumnya.
  • Kedua, pemindahan KPR ke bank lain. Dengan kata lain, pembeli akan melanjutkan KPR tersebut di bank lain.

Hanya saja, biasanya orang akan memilih cara pertama karena sertifikat dan akad kredit berada di bank tersebut sehingga persetujuannya lebih praktis.

Baca Juga:  Menghitung Harga Jual Ruko, Begini Cara Kalkulasinya

Jika menjual dengan cara ini maka kamu tidak memerlukan dana untuk mencicil KPR. Namun, cara ini butuh waktu karena permohonan calon pembeli bisa saja ditolak.

3. Jual dulu, kemudian lunasi KPR

Cara ini bisa menjadi pilihan ketika dalam kondisi terdesak. Anda bisa menjual rumah tersebut secara tunai kemudian lunasi dengan uang hasil penjualan tersebut. Setelah melakukan pelunasan, Anda bisa mengambil SHM di bank untuk diserahkan kepada pembeli.

Akan tetapi dengan cara ini Anda wajib memberitahu kondisi dan status rumah yang masih KPR kepada pembeli agar proses jual-belinya berjalan lancar.

Saat menentukan nilai jual rumah, Anda perlu menghitung sisa pokok KPR yang belum lunas ditambah biaya pinalti supaya tetap mendapatkan keuntungan dari selisih harganya.

Setelah pelunasan KPR kepada bank dan harga rumah disepakati, selanjutnya Anda dan pembeli tinggal menyelesaikan akad jual beli di hadapan notaris.

Sebelum Menjual Rumah yang Masih KPR

1. Menghitung Sisa Tagihan KPR

Tips menjual rumah yang masih KPR adalah menghitung sisa tagihan kredit di bank. Melansir Kompas.com, menghitung sisa tagihan tersebut dapat memberikan informasi kepada dalam bentuk jumlah kewajiban KPR yang harus dilunasi ke bank.

Baca Juga:  Lebih Baik Mana, KPR Syariah vs KPR Konvensional?

Pastikan pula soal besaran denda mengenai pelunasan cicilan KPR sebelum masa tenor. Jika masih bingung, kamu bisa bertanya pada pihak bank.

2. Melakukan Penilaian Uang atas Nilai Rumah

Tips menjual rumah masih KPR adalah melakukan penilaian uang atas nilai rumah. Ini karena rumah yang dibeli secara KPR akan memiliki penilaian uang yang berbeda dengan keadaan saat ini.

Penilaian ini akan menentukan harga jual yang pantas untuk rumah KPR yang akan dijual. Calon pembeli dapat memperkirakan berapa kredit yang akan diberikan oleh pihak bank terkait.

3. Penjelasan Status Rumah

Tips terakhir terbilang penting supaya transaksi jual beli berhasil. Kita harus jujur terutama soal status rumah yang akan dijual tersebut.

Jelaskan pada calon pembeli rumah KPR bahwa status rumah tersebut masih terikat cicilan KPR dengan pihak bank. Dengan begitu, pembeli menjadi tahu bahwa rumah tersebut sertifikatnya masih dalam penguasaan pihak bank.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker