Properti

Cicil Rumah dengan BPJS Ketenaga Kerjaan, Begini Prosedurnya

Cicil Rumah dengan BPJS Ketenaga Kerjaan, Begini Prosedurnya. BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) menyadari kepemilikan rumah masih menjadi kebutuhan bagi banyak peserta di Indonesia. Untuk itu, lembaga ini merancang manfaat tambahan perumahan untuk peserta sekaligus mendukung program Satu Juta Rumah dari pemerintah.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi peraturan turunan dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Manfaat Layanan Tambahan termasuk perumahan untuk peserta dan menyiapkan mekanisme kerjasama dengan mitra strategis.

Program ini terselenggara dari hasil kerjasama BPJS-TK dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN).

Direktur Pengembangan Investasi BPJS-TK Khrisna Syarif mengatakan, “Seluruh aturan dan pelaksanaan program tersebut sedang digodok bersama perbankan dan kementerian terkait. Diharapkan, bunga pinjaman tersebut bisa lebih rendah dIbanding suku bunga KPR komersial.”

Baca Juga:  Apartemen Murah dan Ramah Lingkungan dari Adhi Persada Properti

“Tujuan dari diadakannya program ini tak lain adalah karena kami ingin berkontribusi kepada pembangunan Satu Juta Rumah. Dan dengan MoU ini, maka paketnya tentu harus lebih baik dari bank-bank komersil,” imbuhnya.

Program pemberian kredit perumahan sejatinya sudah ada saat BPJS-TK masih menyandang nama Jamsostek. Program tersebut dikenal dengan sebutan Pemberian Uang Muka Perumahan (PUMP).

Sayangnya PUMP sempat diberhentikan dan kini program tersebut akan diberlakukan kembali. Meski skemanya akan berbeda dari program sebelumnya, namun tujuannya tetap, yakni memberikan kemudahan KPR bagi peserta BPJS-TK dengan suku bunga ringan.

Bagi masyarakat yang tertarik memanfaatkan program ini, ada segelintir persyaratan yang mesti diperhatikan, di antaranya:

1. Harga rumah maksimal Rp500 Juta (non-subsidi).

Baca Juga:  Indonesia Properti Expo 2019 Disambut Antusiasme Pengembang dan Konsumen Milenial

2. Terdaftar menjadi peserta aktif selama minimal satu tahun.

3. Rumah yang diajukan merupakan rumah pertama peserta.

4. Apabila pasangan suami dan istri merupakan peserta BPJS-TK, maka hanya satu pihak yang dapat mengajukan KPR.

5. Jangka waktu maksimal kredit untuk pemilikan rumah dapat dilakukan sampai 20 tahun.

6. Jangka waktu pinjaman uang muka perumahan mengacu pada jangka waktu yang ditetapkan BTN dengan batas maksimal 15 tahun.

7. Perhitungan suku bunga yang berlaku mengacu pada ketentuan yang ditetapkan sesuai dengan BI Rate dan perhitungan dari BTN.

8. Khusus untuk pengajuan KPR non-subsidi dan pinjaman uang muka, peserta atau debitur akan dikenakan suku bunga sesuai BI Rate ditambah 3% per tahun dengan sistem anuitas tahunan sesuai perhitungan Bank BTN.

 

Baca Juga:  Cara Mengurus PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker