News

Database Diduga Dibobol dan Dijual Hacker, BIN Membantah: Itu Hoax!

BIN Dibobol Hacker, Database Diperjual Nelilan di Situs Deepweb

Netizen di twitter Heboh karena mendapati database BIN beserta beberapa Proyeknya dijual oleh hacker di deepweb. Sampai Malam ini postingan tersebut mendapat ribuan retweet.

Ini tentu membahayakan keamanan negara apalagi BIN menangani keamanan dalam dan luar negeri.

Namun pihak Badan Intelijen Negara (BIN) membantah data pribadi dan proyek agen intelijen bocor di internet.
Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto menyatakan tak ada kebocoran di database BIN. Dia memastikan data yang dimiliki BIN aman.

Berikut ini terlihat tangkapan layar (screenshot) dugaan data base BIN yang dijual oleh hacker di dunia maya.

Kabar ini juga sudah mulai dipublikasikan oleh beberapa media online seperti Nextrend.grid.id

Baca Juga:  Pesawat Militer Inggris Menggunakan Bahan Bakar Minyak Goreng Bekas

“Sekarang BIN yang kena (hacker). Ya, lembaga intelijen kita,” tulis netizen yang memviralkan kabar tersebut, Minggu (21/8) siang.

Lebih lanjut, pada cuitan tersebut juga dikatakan bahwa data base BIN yang bocor tersebut berisikan hal-hal penting yang berkaitan dengan instansi negara.

Netizen itu mengungkapkan kalau hacker yang berhasil membobol data base BIN telah mengantongi nama anggota BIN dan data diri.

Bahkan, pada tweetnya disinyalir kalau proyek-proyek yang dilakukan oleh BIN sejauh ini juga berhasil diambil oleh hacker tersebut.

Data BIN Sudah Dibobol Sejak April 2022?

Jika melihat pada tangkapan layar gambar yang dibagikan oleh netizen di Twitter, dapat diketahui bahwa data base BIN dijual oleh seorang pengguna internet dengan akun Strovian.

Baca Juga:  Cooker Hood Fotile Hadirkan Teknologi Tinggi Touchless

Dalam keterangannya, akun yang dinilai milik hacker pembobol data base BIN tersebut pun menjelaskan lebih rinci mengenai apa saja yang berhasil di dapatkannya.

Ia mengaku bahwa mendapatkan informasi mengenai nama anggota BIN, pangkat, kesatuan, hingga lokasi.

Akun bernama Strovian itu juga mencatut total data yang diambilnya dengan jumlah 180 dokumen.

Bahkan hacker tersebut turut menyatakan bahwa data-data dari BIN yang diambilnya itu berdasarkan kegiatan sejak tahun 2020.

“Diambil tahun 2020 dari Deputi Intelijen Luar Negeri,” tulis akun Strovian, jika diterjemahkan.

Pantauan Nextren pada hari Minggu (21/8) sore, mencatat bahwa tweet dari akun @v**ya**in***n sudah direspon lebih dari 400 komentar netizen.

Baca Juga:  Chip 3NM TSMC Sangat Superior, Qualcom 8 Gen 3 Sebagian Besar Dialihkan dari Samsung

Kabar terkait dugaan data base BIN berhasil dibobol dan dijual itu pun telah diretweet sebanyak 10 ribuan kali.

Lalu dari ratusan komentar yang ada, mayoritas netizen mempertanyakan mengenai perlindungan data yang dilakukan oleh BIN.

“Yang kerja buat jaga hal ginian pada kemana ya,” tulis salah satu netizen.

“Jadi penasaran apa aja proyek dan strategi BIN,” ungkap netizen lainnya.

“Gila, datanya institusi yang harusnya aman malah kecolongan dan dijual. Kebayang kalo rahasia anggota dan aktivitasnya diketahui lawan,” tutur netizen di Twitter.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami