Konstruksi

Jenis Flange untuk Perpipaan dan Industri Standar Anzi & NPS

Mengenal Flange dan Fungsinya pada Pemipaan

Jenis Flange untuk Perpipaan dan Industri Standar Anzi & NPS. Flange adalah istilah untuk salah satu jenis sambungan yang digunakan saat menyambung antara pipa dan elemennya dengan katup, bejana, kolom reaksi, pompa dan lainnya. Beberapa teknik sambungan selain flange adalah menyambung langsung dengan las (welding joint) atau menyambung dengan uliran (threaded joint) seperti menyambung baut dengan mur.

Sambungan yang paling sempurna jika dilihat dari sisi pencegahan bocor dan ketahanan akan tekanan fluida yang mengalir adalah menyambung langsung dengan las. Tetapi dengan las membuat sambungan itu bersifat permanen, yang bukan merupakan hal baik jika sambungan itu butuh dilepas untuk perawatan atau perbaikan.

Las juga tidak bisa diaplikasikan jika ada bagian dalam yang tidak tahan akan suhu tinggi yang dihasilkan proses las. Sambungan dengan threaded joint dapat dibongkar pasang, tetapi tidak bisa diaplikasikan untuk sambungan dengan ukuran besar dan bertekanan tinggi. Karena itu, walaupun dengan flange akan menambah berat material dan membutuhkan baut, mur dan gasket, flange tetap banyak digunakan.

Sesama flange direkatkan dengan baut dan mur. Karena adanya kekasaran pada permukaan metal, sambungan metal dengan metal tidak akan mencegah kebocoran. Karena itulah dibutuhkan juga gasket diantara flange untuk menutupi celahcelah kecil dari kekasaran permukaan flange sehingga tidak bocor sama sekali.

jenis flange

Tidak seperti pipa yang ketebalannya dapat disesuaikan dengan tekanan fluida yang mengalir, flange mempunyai keterbatasan dari sisi pembuatannya. Karena itu, flange tidak desain satu per satu menurut tekanan fluida, tetapi dikelompokkan menjadi beberapa kelas dan itu sudah distandarisasikan sejak lama.

Flange dapat dibagi menjadi kelas 150, 300, 600, 900, 1500, 2500. Ini adalah sebutan kelas yang menunjukkan setinggi apa tekanan yang dapat diaplikasikan. Misalnya untuk suhu kamar dengan tekanan fluida sampai 20 bar dapat menggunakan kelas 150, tekanan sampai 50 bar menggunakan kelas 300, tekanan sampai 100 bar menggunakan kelas 600 dan seterusnya.

Daftar maksimum tekanan yang dapat diaplikasikan menurut suhu dan material disebut dengan Pressure Temperature Rating, atau disingkat dengan PT Rating. Pembagian kelas dan PT rating ini juga dipakai untuk desain katup dan gasket. Standar untuk metal flange biasanya menggunakan ASME B16.5, B16.47 atau MSS SP 44. Untuk gasket menggunakan ASME B16.20 atau B16.21dan untuk katup menggunakan ASME B16.34.

 

Baca Juga:  Memilih Material Bangunan Cara Perusahaan Konstruksi Modern

Jenis flange berdasarkan ukurannya (NPS)

Flange pipa juga dapat dibagi menurut ukuran pipanya. Jadi antara satu pipa dengan pipa lainya yang ukurannya berbeda, jenis flangenya pun berbeda. Ukuran dalam pipa biasa dikenal dengan istilah NPS. NPS adalah kependekan dari nominal pipe size, yaitu suatu ukuran nominal yang digunakan untuk membedakan pipa.

Kembali mengenai flange, pembagian jenis flange berdasarkan NPS ini kita akan mengenal ukuran ½”, ¾”, 1”, 2” … 10”, 12”… 24” dan seterusnya, mengikuti ukuran dari pipa yang akan dipasangkan flange. Pembagian jenis flange ini sebenarnya cukup mudah untuk dipahami.

Pertanyaan selanjutnya, jika flange dibedakan berdasarkan NPSnya, apakah flange dibedakan juga melalui schedule nya seperti halnya pipa? Ternyata tidak, hanya flange jenis weldneck yang memiliki schedule.

 

Jenis Flange Berdasarkan ANSI (American National Standart Institute)

Di flange ANSI, kita akan membedakan flange dari bentuknya dan kegunaanya. Agak membingungkan sebenarnya meberikan jenis klasifikasi flange dari sisi ini, soalnya ada yang menyebutkan pembagian flange ini karena design-nya.

Baca Juga:  JENIS DAN KARAKTERISTIK KONSTRUKSI KABEL BAWAH LAUT

Satu sisi lagi, klasifikasi flange disini bisa di dibilang di bedakan dari jenis sambungan flangenya. Apa itu ANSI? Ansi adalah American National Standards Institute. Berdaraskan ansi, flange dibedakan jenisnya menjadi :

1. Flange tipe Threaded

Jenis ini merupakan flange dengan tipe ulir yang digunakan untuk menyatukan beberapa bagian menjadi satu. Secara umum bisa dikatakan alat ini merupakan penyambung pipa.

flange jenis threaded

Kebanyakan jenis yang disambungkan dengan alat yang satu ini merupakan pipa gas dengan tekanan tinggi. Tentunya untuk jenis pipa ini terbuat dari bahan dengan ketebalan tinggi sehingga alat ini sangat bermanfaat untuk menggabungkan beberapa bagian dari pipa tersebut nantinya.

2. Flange tipe Weldneck (Welding nek)

flange tipe weldneck di namakan demikian karena bentuk dari flange ini seperti memiliki leher yang mengerucut dan mengecil pada ujungnya.

model welding neck

Dengan tujuan ujung yang kecil tersebut dapat mengakomodasi pipa atau selang yang lebih kecil sehingga dapat digunakan untuk mempermudah nantinya. Kebanyakan flange tipe ini digunakan untuk pipa gas bertekanan tinggi.

3. Flange Tipe Slip-on dan Lap Joint

Pada jenis ini antara slip-on dan lap joint jika dilihat sekilas keduanya memiliki kemiripan serta fungsi dari kedua jenis ini sama. Yaitu menggabungkan dengan pipa utama agar tahan dan tidak menimbulkan celah antara sambungan pipa satu dengan yang lainnya.

flange lap joint

Mengingat jika terjadi celah atau kebocoran hal tersebut akan sangat merugikan baik dampaknya terhadap alam maupun para pekerja yang memperbaiki pipa ini nantinya.

4. Flange Tipe Soket

Soket flange, jenis flange pipa ini mirip dengan slip-on, hanya saja pada sisi terluar dari flange terdapat tahanan yang menyebabkan pipa yang dimasukan ke dalamnya tidak tembus.

Baca Juga:  Mitigasi Risiko dalam Kontrak Konstruksi Agar Tidak Bangkrut

5. Reducing Flange

Reducing flange, jenis flange yang satu ini memiliki fungsi untuk mengabungkan pipa yang memiliki diameter berbeda.

6. Blind Flange

Disebut blind flange karena posisi dari flange yang satu ini adalah penghalang terakhir dari pipa. Jadi bagian ini digunakan untuk bloking aliran fluida bisa di katakan saluran terakhir pada bagian ini merupakan bagian yang cukup rentan.

Karena bagian ini akan menerima tekanan yang cukup tinggi dari dari posisi awal pipa berasal atau bisa dikatakan merupakan penahan terakhir.

 

 

Tipe Flange Pipa Special

Tak hanya berdasarkan bentuknya saja, ternyata terdapat pula jenis-jenis flange pipa yang berkategori khusus (special flanges), yaitu sebagai berikut:

1. Standard Connections

  • Long weld neck flange
  • Heavy barrel flange
  • Full barrel flange

2. Ring Type Joint Flanges

  • RTJ blind flange
  • RTJ slip on flange
  • RTJ threaded flange
  • RTJ weld neck flange

3. Studding Outlet

  • Plat bottom mount
  • Shell/head mount
  • Tangential mount

4. Expander Flange

Expander flange merupakan sejenis weld neck flange dimana ukuran bentuk dari ujung non-flange dibangun lebih besar dibandingkan dengan ukuran bentuk dari ujung flange.

5. Weldoflange/Nipoflange

Weldoflange merupakan kombinasi dari welding-neck flange dan Weldolet atau Nipolet.

6. Orifice Plate

Orifice Plate adalah pelat tipis dengan lubang di tengah yang ditempatkan dalam pipa aliran fluida di mana ketika fluida mencapai pelat orifice, dengan lubang di tengah, fluida dipaksa untuk berkumpul untuk pergi melalui lubang kecil.

7. Spectacle Blind

Spectacle Blinds merupakan flange yang berfungsi sebagai alat pengaman yang digunakan untuk mengisolasi bagian dari jalur atau peralatan ketika jalur atau peralatan tersebut perlu diperiksa atau dilepas dari sistem.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker