Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Pertukangan Bangunan

Mengenal Tulangan Beton dalam Sistem Beton Bertulang

Mengenal Tulangan Beton dalam Sistem Beton Bertulang. Beton tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalami keretakan. Oleh karena itu, agar beton dapat bekerja dengan baik dalam sistem struktur, beton perlu dibantu dengan memberinya perkuatan penulangan yang berfungsi menahan gaya tarik.

Penulangan beton menggunakan bahan baja yang memiliki sifat teknis yang kuat menahan gaya tarik. Baja beton yang digunakan dapat berupa batang baja lonjoran atau kawat rangkai las (wire mesh) yang berupa batang-batang baja yang dianyam dengan teknik pengelasan.

Baja beton dikodekan berurutan dengan: huruf BJ, TP dan TD,

  • BJ berarti Baja
  • TP berarti Tulangan Polos
  • TD berarti Tulangan Deformasi (Ulir)
Baca Juga:  Memilih Pipa Tembaga untuk Kebutuhan Properti dan Ledeng

Angka yang terdapat pada kode tulangan menyatakan batas leleh karakteristik yang dijamin. Baja beton BJTP 24 dipasok sebagai baja beton polos, dan bentuk dari baja beton BJTD 40 adalah deform atau dipuntir (Gambar).

Jenis penulang Beton
Bahan Tulangan Beton

Baja beton yang dipakai dalam bangunan harus memenuhi norma persyaratan terhadap metode pengujian dan perneriksaan untuk bermacammacam
mutu baja beton menurut Tabel 7.1.

Karakter baja tulangan beton
Karakter baja tulangan beton

Secara umum berdasarkan SNI 03-2847-2002 tentang Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung, baja tulangan yang digunakan harus tulangan ulir. Baja polos diperkenankan untuk tulangan spiral atau tendon. Baja tulangan umumnya harus memenuhi persyaratan yang berorientasi pada ASTM (American Society for Testing Materials) yang diantaranya memenuhi salah satu ketentuan berikut:

  •  “Spesifikasi untuk batang baja billet ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTM A615M).
  • “Spesifikasi untuk batang baja axle ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTM A617M).
  • “Spesifikasi untuk baja ulir dan polos low-alloy untuk penulangan beton” (ASTM A706M).
Baca Juga:  Memilih Pipa PVC untuk Instalasi Plumbing Rumah dan Bangunan

Sedangkan di Indonesia, produksi baja tulangan dan baja struktur telah diatur sesuai dengan Standar Industri Indonesia (SII), antara lain adalah SII 0136-80 dan SII 318-80. Di samping mutu baja beton BJTP 24 dan BJTD 40 seperti yang ditabelkan itu, mutu baja yang lain dapat juga spesial dipesan (misalnya BJTP 30). Tetapi perlu juga diingat, bahwa waktu didapatnya lebih lama dan harganya jauh lebih mahal. Guna menghindari kesalahan pada saat pemasangan, lokasi penyimpanan baja yang spesial dipesan itu perlu dipisahkan dari baja Bj.Tp 24 dan Bj.Td 40 yang umum dipakai.

Kata Kunci:

beton tanpa tulangan,kuat tarik baja tulangan,refrensi beton bertulang,teknik pertukangan rumah,tulangan penerus

Komentar

comments

Tags
bahan penulang beton beton bertulang harga besi beton jenis tulangan beton kualitas tulangan beton mutu besi tulangan beton standar tulangan beton

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker