KonstruksiTips & Trik

Penyimpanan Besi dan Baja untuk Proyek Konstruksi

Cara Menyimpan besi beton, besi kanal, dan baja Konstruksi

Penyimpanan Besi dan Baja untuk Proyek Konstruksi. Besi telah menjadi bagian terpenting dari berbagai proyek konstruksi. Semakin lama penggunaan besi ini semakin massif sehingga diperlukan metode penyimpanan dan penanganan yang tepat.

Ada baerbagai jenis besi yang digunakan untuk konstruksi diantaranya:

  • Besi Beton

Besi beton adalah jenis besi konstruksi yang biasa digunakan untuk tulang-tulang pada pondasi sebuah bangunan sehingga sering disebut beton bertulang. Secara umum, besi beton terdiri dari dua model yaitu jenis besi ulir (deformed bar) dan jenis besi polos (plain bar).

Besi berbentuk bulat ini sangat bermanfaat untuk konstruksi besi pada pondasi sebuah bangunan karena bekerja saling melengkapi dengan beton bangunan.

  • Besi Konstruksi H-beam

Di antara jenis jenis besi baja yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan, varian besi H-beam adalah yang paling terkenal. H-beam adalah besi baja berbentuk balok yang secara teknis disebut hot rolled dan memiliki bentuk serupa huruf H.

Baca Juga:  Mitigasi Risiko dalam Kontrak Konstruksi Agar Tidak Bangkrut

Besi H-beam sering digunakan untuk membangun konstruksi besi pada jembatan dan juga proyek gedung-gedung besar.

  • Besi Siku

Sesuai namanya, besi siku adalah varian besi yang berbentuk siku dengan sudut kemiringan 90 derajat. Jenis jenis besi siku tersedia dalam ukuran yang bervariasi dimulai dari ukuran 2 cm, 3 cm, 4 cm, hingga 5 cm.

Besi siku banyak digunakan untuk konstruksi besi pada tangga, rak besi, menara air, dan kebutuhan konstruksi lainnya.

 

Cara Penyimpanan Besi dan Baja Konstruksi

  • Besi konstruksi dan baja harus disimpan dengan cara untuk mencegah korosi dan distorsi.
  • Disarankan untuk melapisi penguat lapisan anti korosi sebelum menumpuk untuk mencegah penskalaan dan karat.
  • Batangan besi dengan klasifikasi, ukuran, dan panjang yang berbeda harus disimpan secara terpisah untuk memfasilitasi masalah dalam ukuran dan panjang tersebut untuk meminimalkan pemborosan yang dipotong dari panjang standar.
  • Dalam hal penyimpanan yang lama atau daerah pantai, tulangan harus ditumpuk di atas permukaan tanah setidaknya 15 cm, dan semprot dengan bahan anti karat untuk mencegah karat dan kerak.
  • Baja struktural dari berbagai bagian, ukuran, dan panjang harus disimpan secara terpisah, yang harus disimpan di atas lantai setidaknya 15 cm pada platform, atau pendukung lain yang sesuai untuk menghindari distorsi.
  • Ujung-ujung palang harus dicat dengan warna terpisah untuk membedakan diameter batang yang berbeda.
Baca Juga:  Tips Membuat Proposal Proyek Konstruksi untuk Memenangkan Tender

 

 

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami