Kelistrikan dan Elektronika

Perbedaan Sensor Sentuh Kapasitif dengan Resistif pada Aplikasi Elektronika

Jenis kapasitor Sentuh Tipe Kapasitif dan Resistif

Perbedaan Sensor Sentuh Kapasitif dengan Resistif pada Aplikasi Elektronika. Sensor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi besarn listrik berupa tegangan, resistansi dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.

Salah satu tipe sensor yang sangat banyak digunakan saat ini adalah sensor sentuh. Ada dua Jenis Sensor sentuh yang jamak digunakan pada berbagai rangkaian elektronika. Yaitu Sensor sentuh Kapasitif dan Resistif, berikut ini adalah Perbedaan Sensor Sentuh Kapasitif dengan Resistif.

Sensor Kapasitif

Salah satu jenis sensor adalah sensor kapasitif. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan jarak lempeng, perubahan luas penampang dan perubahan volume dielektrikum sensor kapasitif tersebut.

Konsep kapasitor yang digunakan dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang dipengaruhi oleh luas permukaan,  jarak dan bahan dielektrikum.

Sensor Kapasitif memanfaatkan sifat konduktif alami pada tubuh manusia untuk mendeteksi perubahan layar sentuhnya. Untuk layar sentuh pada sensor kapasitif ini dibuat dari berbagai bahan konduktif seperti misalnya Indium Tin Oxide atau yang biasa disingkat dengan ITO. Bahan tersebut dilapisi dengan menggunakan kaca dan biasanya hanya bisa disentuh langsung oleh jari manusia atau stylus khusus ataupun saruh khusus yang pastinya mempunyai sifat konduktif.

Baca Juga:  Empat Jenis Sistem Daya Panel Surya untuk Rumah Tangga

tipe sensor sentuh

Ketika jari sedang menyentuh bagian layar, maka medan listrik pada layar sentuh tersebut akan mengalami perubahan. Setelah itu, akan di respon secara langsung oleh processor untuk dapat membaca pergerakan jari tangan terebut. Jadi dalam hal ini harus benar-benar diperhatikan bahwa sentuhan kita tidak akan pernah bisa di respon oleh layar sensor kapasitif ini jika kita menggunakan berbagai bahan non-konduktif untuk dijadikan sebagai perantara jari tangan dan layar sentuh tersebut.

Pada saat jari menyentuh layar, akan terjadi perubahaan medan listrik pada layar sentuh tersebut dan kemudian di respon oleh processor untuk membaca pergerakan jari tangan tersebut. Jadi perlu diperhatikan bahwa sentuhan kita tidak akan di respon oleh layar sensor kapasitif ini apabila kita menggunakan bahan-bahan non-konduktif sebagai perantara jari tangan dan layar sentuh tersebut.

 

Sensor Sentuh Resistif

sebuah tipe Sensor yang menggunakan tekanan sebagai sensor sentuhan, bisa menggunakan jari, pena, atau benda keras lainnya. bekerja dengan cara memanfaatkan dua lapisan tipis transparan di atas layar dan mengukur perbedaan resistensi antara kedua lapisan saat disentuh.

Baca Juga:  Kapasitor, Mengenal kapasitor Sebagai Komponen Dasar Elektronika

Resistive Touchscreen mengandung dua lapisan bahan konduktif dengan celah yang sangat kecil di antara keduanya. Ketika layar resistif disentuh, maka dua lapisan bertemu di titik sentuhan sehingga membuat semacam sirkuit pada titik sentuh.

Tidak seperti sensor sentuh kapasitif, sensor sentuh resistif ini tidak tergantung pada sifat listrik yang terjadi pada konduktivitas pelat logam. Sensor Resistif bekerja dengan mengukur tekanan yang diberikan pada permukaannya. Karena tidak perlu mengukur perbedaan kapasitansi, sensor sentuh resistif ini dapat beroperasi pada bahan non-konduktif seperti pena, stylus atau jari di dalam sarung tangan.

Sensor sentuh resistif terdiri dari dua lapisan konduktif yang dipisahkan oleh jarak atau celah yang sangat kecil. Dua lapisan konduktif (lapisan atas dan lapisan bawah) ini pada dasarnya terbuat dari sebuah film. Film-film umumnya dilapisi oleh Indium Tin Oxide yang merupakan konduktor listrik yang baik dan juga transparan (bening).

Cara kerjanya hampir sama dengan sebuah sakelar, pada saat film lapisan atas mendapatkan tekanan tertentu baik dengan jari maupun stylus, maka film lapisan atas akan bersentuhan dengan film lapisan bawah sehingga menimbulkan aliran listrik pada titik koordinat tertentu layar tersebut dan memberikan signal ke prosesor untuk melakukan proses selanjutnya.

Baca Juga:  Warna kabel Listrik Berdasarkan Kegunaan dan Fungsinya

Resistive Touchscreen tidak seresponsif seperti layar sentuh Capacitive dan biasanya sering menggunakan pena untuk mengidentifikasi titik sentuhan secara akurat.

 

Aplikasi Sensor Sentuh

Teknologi sensor Sentuh sudah banyak digunakan di hampir semua peralatan elektronika seperti smartphone, komputer, televisi, monitor, laptop dan lainnya. Keberadaan teknologi touch sensor akan memudahkan pengguna untuk menyentuh suatu objek secara langsung tanpa perantara. Hal ini berarti pengguna bisa langsung berinteraksi dengan objek yang sedang dihadapi.

Meski memiliki banyak kelebihan,  touchscreen ini juga memiliki kelemahan. Secara fisik touchscreen memang kebal terhadap gangguan berbagai elemen luar, namun sebenarnya kinerja dari layar sentuh ini bisa diganggu oleh beberapa elemen seperti air, debu, dan berbagai benda padat lainnya.

Jika misalnya ada debu ataupun benda lainnya yang menempel di atasnya maka layar sentuh akan langsung mendeteksinya sebagai suatu sentuhan. Sensor ultrasonik yang dimilikinya akan langsung bekerja dengan baik. Oleh karena itu, jenis layar sentuh yang satu ini harus dijaga dengan hati-hati.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami