Pengelasan & Welding

Perbedaan Waterjet Cutting, Flame Cutting & Plasma Cutting

Memilih Sistem pemotongan logam agar efisien dan praktis

Perbedaan Waterjet Cutting, Flame Cutting & Plasma Cutting. Proses pemotongan logam merupakan hal yang rutin dilakuana di berbagai proyek dan industri manufaktur. Ada banyak ragam pilihan untuk memotong logam secara efektif, diantaranya plasma cutting, flame cutting, dan waterjet.Berikut ini adalah perbedaan ketiganya

Flame Cutting (Pemotong Api)

Flame cutting adalah proses pemotongan termal yang menggunakan oksigen dan sumber bahan bakar untuk menciptakan api dengan energi yang cukup untuk melelehkan dan memutuskan material.

Penggunaan oksigen dan bahan bakar dalam proses flame cutting inilah yang menyebabkan sering juga disebut dengan istilah “oxyfuel cutting”. Pemotongan nyala api menggunakan api netral untuk memanaskan material hingga suhu lebur. Saat ini tercapai, operator menekan tuas yang melepaskan aliran oksigen tambahan yang mengalir tinggi ke nyala api. Ini digunakan untuk memotong material dan menerbangkan logam cair.

Keuntungan dan Kerugian dari Flame Cutting

Keuntungan pemotongan api adalah sangat portabel karena tidak diperlukan catu daya. Tabung untuk oksigen, satu tabung untuk bahan bakar gas, selang, obor, dan striker adalah semua yang dibutuhkan. Ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pekerjaan lapangan.

Manfaat lain dari pemotongan api adalah dapat memotong logam yang sangat tebal. Dengan peralatan dan aliran gas yang tepat, baja setebal beberapa kaki dapat dipotong menggunakan proses flame cutting. Pemotong api juga memiliki biaya peralatan yang rendah.

Baca Juga:  Bahaya Asap Las dan Pencegahannya Agar Tidak Merusak Kesehatan

flame cutting umumnya terbatas pada baja karbon, baja paduan rendah, dan besi tuang. Sebagian besar jenis bahan lainnya tidak akan terpotong dengan bersih oleh proses pemotongan api. Pemotongan api juga biasanya lebih lambat daripada pemotongan plasma dan pemotongan waterjet.

Karena panas yang digunakan, tepi logam yang dipotong seringkali dapat membentuk lapisan baja padat yang tipis dan rapuh, yang dikenal sebagai lapisan dekarburisasi. Area di dekat lapisan dekarburisasi (dikenal sebagai Zona Terpengaruh Panas) juga dapat diubah oleh panas dari pemotongan api. Tanpa perlakuan panas pasca pemotongan, seperti anil, hal ini dapat menyebabkan logam di Zona yang Terkena Dampak Panas menjadi keras dan rapuh yang dapat menyebabkan keretakan.

 

(Plasma Cutting) Pemotongan Plasma

Pemotongan busur plasma adalah proses pemotongan termal lainnya. Namun, tidak seperti pemotongan api, ia menggunakan busur listrik untuk mengionisasi dan memanaskan gas untuk membentuk plasma yang digunakan untuk memotong material.

Busur listrik dibuat di torch pemotongan plasma melalui penggunaan elektroda tungsten. Benda kerja dibuat menjadi bagian dari rangkaian listrik dengan torch menggunakan penjepit grounding. Plasma, setelah terionisasi oleh elektroda tungsten, menjadi sangat panas dan berinteraksi dengan benda kerja yang diarde. Berbagai gas dapat digunakan untuk gas plasma, dan yang terbaik tergantung pada bahan yang akan dipotong. Semburan gas plasma super panas membelah logam dan juga membuang kotorannya.

Keuntungan dan Kerugian dari Pemotongan Plasma

Pemotongan plasma dapat membuat pemotongan berkualitas tinggi jauh lebih cepat daripada pemotongan api. Goresan dari beberapa sistem pemotongan plasma juga bisa jauh lebih kecil. Pemotongan plasma dapat digunakan pada sebagian besar logam yang menghantarkan listrik dengan relatif baik.

Ini berarti pemotongan plasma tidak terbatas pada baja dan besi cor seperti pemotongan api. Sebaliknya, pemotongan plasma dapat digunakan untuk memotong aluminium, baja tahan karat, tembaga, titanium, dan banyak jenis logam lainnya. Prosesnya juga mudah otomatis.

Namun, pemotongan plasma tidak dapat memotong bahan setebal yang dapat dipotong dengan pemotongan api. Umumnya, pemotongan plasma bukanlah pilihan yang bagus untuk material dengan ketebalan lebih dari beberapa inci. Pemotongan plasma juga hanya dapat memotong bahan yang dapat menjadi bagian dari rangkaian listriknya.

 

Waterjet Cutting (Pemotongan Waterjet)

Pemotongan waterjet adalah metode pemotongan mekanis yang menggunakan aliran air bertekanan tinggi dan berkecepatan tinggi untuk memotong material. Air dipaksa keluar dari cutting head waterjet dengan pompa bertekanan tinggi.

Untuk bahan yang lebih keras dan lebih sulit untuk dipotong, seperti logam, bahan abrasif biasanya ditambahkan ke air untuk meningkatkan kemampuan pemotongan dan membantu meningkatkan kecepatan gerak. Air berlebih dan material yang hilang selama proses pemotongan dikumpulkan dalam tangki di sisi material yang berlawanan dengan kepala pemotongan waterjet.

Keuntungan dan Kerugian Pemotongan Waterjet

Pemotongan waterjet dapat memotong berbagai jenis bahan, dan tidak terbatas pada logam saja. Pemotongan waterjet juga jauh lebih bersih daripada pemotongan plasma atau api karena tidak mengeluarkan asap berbahaya.

Pemotongan waterjet juga bukan proses termal, dan air mendinginkan material saat dipotong yang berarti tidak ada panas yang dapat mempengaruhi sifat mekanik dan kimia pada area pemotongan. Pemotongan waterjet juga dapat dipasangkan dengan otomatisasi.

Pemotongan waterjet tidak cocok untuk pemotongan tebal pada logam keras. Logam yang lebih tebal dan keras dapat memperlambat kecepatan potong dan menurunkan kualitas potongan. Peralatan pemotongan waterjet juga mahal dan memerlukan sedikit perawatan.

 

 

Baca Juga:  Preheating Dalam Pengelasan, Fungsi dan Tujuan Preheating

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker