News

China Kembangkan Pesawat Tempur Generasi Keenam, AS Terus Pantau

Keunggulan Pesawat Tempur Generasi Keenam China

China sedang sibuk mengembangkan pesawat tempur generasi keenam, dan visinya untuk program ini mirip dengan program Next Generation Air Dominance (NGAD) Angkatan Udara AS. Hal ini diungkapkan oleh kepala Komando Tempur Udara (ACC) Jenderal / Mark D. Kelly.

Meskipun pesawat tempur generasi keenam sebagian besar bersifat konseptual. Namun China dalam pengembangan untuk berbagai militer, kemampuan pastinya tidak diketahui. Pesawat-pesawat ini diharapkan tiba paling cepat akhir dekade ini dan kemungkinan akan menampilkan drone tanpa awak yang terbang bersama pesawat berawak dan senjata serta sensor era baru.

Pendekatan Teknologi China untuk Mengembangkan Pesawat Generasi Keenam

Saat konferensi pers, Kelly menyoroti bahwa visi China untuk pesawat semacam itu mirip dengan AS dalam hal mencari peningkatan eksponensial dalam kekuatan dan kemampuan penginderaan.

Baca Juga:  Ulasan Lengkap Dokumen Perang Ukraina yang Bocor

Menurut The Drive, China pertama kali mengimpor pesawat Su-27 pada tahun 1992 dan mulai memproduksinya di bawah lisensi sebagai pesawat J-11 dan J-11A dalam delapan tahun ke depan. Menggunakan avionik dan mesin yang bersumber secara lokal, China kemudian meluncurkan J-11B sebagai pesawatnya dengan kemampuan multiperan.

Kemudian memiliki sesuatu yang mirip dengan pesawat Su-30MK yang dikenal sebagai sebagai J-15, juga bersifat multirole. Kemajuan terbaru, Varian J-15 dan J-16 yang akan datang juga dilengkapi untuk peperangan elektronik.

Keputusan China baru-baru ini untuk membeli sejumlah kecil Su-35 juga dilihat oleh Kelly sebagai cara untuk mendapatkan akses ke kecepatan dan avionik generasi kelima dari pesawat generasi keempat, kata The Drive dalam laporannya. Kemampuan China dalam domain ini berarti dapat bergerak cepat dalam mengembangkan pesawat generasi keenamnya sehingga AS harus berlomba untuk tetap di depan.

Perkembangan Pesawat tembur J-20 baru

Komentar Kelly sangat kontras dengan bagaimana Jenderal Kenneth Wilsbach, kepala Angkatan Udara Pasifik, memandang pesawat J-20 yang baru. Meskipun pesawat generasi kelima, Wilsbach telah menyebutkan bahwa J-20 tidak menjadi perhatian utama karena mengalami masalah yang sama seperti pesawat buatan China lainnya yaitu mesin yang kurang bertenaga.

Baca Juga:  Benarkah Wagner Mulai Memberontak ke Rusia? Atau Hanya Perang Informasi?

Pesawat ini memiliki karakteristik siluman era baru, kemampuan manuver yang tinggi, avionik dan sensor canggih, pelacakan radar, dan ruang senjata internal. China tidak hanya mengerahkan J-20 secara teratur di Laut China Timur dan Selatan. Meskipun tidak jelas apakah pesawat sedang dikembangkan sebagai pesawat tempur multiperan atau untuk mempertahankan superioritas udara, China memiliki rencana untuk membuat banyak pesawat ini, sesuatu yang sedang diawasi oleh AS.

Selain itu, China juga sedang mengembangkan pembom H-20 dan kendaraan udara tempur tanpa awak (UCAV), sehingga pesawat tempur generasi keenam China di cakrawala seharusnya tidak mengejutkan.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami