KonstruksiPertukangan Bangunan

Mengenal Pondasi Raft (Rakit), Kelebihan dan Kelemahannya

Kenapa Harus Membangun dengan Pondasi Rakit

Pondasi Raft atau pondasi Rakit biasa juga dikenal sebagai mat Foundation, adalah cara memberikan dukungan ekstra pada sebuah bangunan. Ada banyak alasan mengapa fondasi Raft dipilih oleh kontraktor di seluruh dunia. Salah satu penyebabnya adalah jika tanah tempat bangunan tersebut dibangun tidak memiliki daya dukung. Karena tanah ini tidak mampu menopang bangunan dengan sendirinya, maka pondasi Raft bisa memberi daya dukung.

Pondasi raft terbuat dari beton bertulang yang berfungsi untuk meneruskan beban-beban bangunan di atasnya dan diteruskan ke dalam tanah keras. Pondasi raft ini sudah banyak digunakan di daerah Jawa karena memang daya dukung tanahnya memenuhi syarat.

Banyak bangunan gedung seperti hotel, rumah sakit, apartemen dengan jumlah tingkat 10 lantai hanya menggunakan pondasi raft. Selain mengejar percepatan pembangunan, tujuan penggunaan pondasi raft ini untuk menekan biaya struktur (efisiensi). Pelaksanaan pondasi ini tidak memakan waktu yang lama dibanding dengan pondasi dalam karena tidak membutuhkan alat berat pile driver atau yang lain. Pekerjaan dalam pondasi raft ini dapat dikerjakan dengan mudah tanpa bantuan alat berat.

Baca Juga:  Agregat Pengisi Beton, Jenis dan Kriteria Agregat dalam Konstruksi Beton

Pembangunan Pondasi Rakit (RAFT)

Pondasi tikar dibangun sebagai pelat besar yang berfungsi sebagai dasar untuk bangunan. Bangunan kemudian bertumpu pada fondasi ini, menyebabkan kontak yang lebih rendah dengan tanah dan karenanya lebih kuat dan stabil. Pondasi Raft juga diperkuat dengan banyak batang di dalamnya yang saling tegak lurus, Menjadikannya basis yang sangat kuat, yang ideal untuk bangunan besar.

Langkah pengerjaan pondasi raft terbilang lebih simpel. Berikut langkah pekerjaan pondasi Rakit.
  1. Galian basemen sekaligus galian pondasi raft sehingga elevasi dasar galian adalah elevasi  konsultan perencana yang meminta CBR min 50%. Sehingga harus ada perbaikan tanah dasar.
  2. Membuat lantai kerja dengan campuran semen.
  3. Fabrikasi pembesian sesuai dengan gambar kerja
  4. Membuat bekisting dengan pasangan batako
  5. Memasang pembesian lapis bawah dan atas
  6. Memasang pembesian vertikal kolom dan dinding basemen
  7. Penyemprotan obat anti rayap
  8. Melakukan pengecekan pembesian sebelum pengecoran
  9. Pengecoran dengan dibagi beberapa zona apabila bangunan terlalu luas
Salah satu kelebihan dari pondasi raft ini adalah apabila terjadi penurunan tanah (settlement) maka seluruh pondasi turun bersama-sama sehingga tidak membahayakan bagi bangunan di atasnya. Berbeda dengan pondasi dalam, apabila terjadi penurunan di salah satu titik pondasi maka bangunan akan miring dan ambruk.
pondasi Raft

Keuntungan dari Pondasi Raft (Rakit)

Ada banyak alasan mengapa alas bedak adalah salah satu alas bedak yang paling banyak digunakan di daerah yang sulit. Berikut adalah beberapa keuntungannya:

  • Pondasi Rakit adalah salah satu solusi yang paling dapat diandalkan untuk area tanah yang tidak rata dan sulit. Terkadang tanah memiliki daya dukung yang rendah sementara di lain waktu, membuat pijakan individu tidak layak.
  • Keuntungan besar lainnya dari pondasi Rakit adalah ekonomis dibandingkan dengan pondasi lainnya. Terdiri dari pelat lantai, biaya pembuatannya jauh lebih rendah daripada fondasi lain yang lebih rumit.
  • Penggalian yang dibutuhkan untuk pondasi Rakit jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh pondasi lainnya. Ini menghemat sumber daya, tenaga kerja serta uang.
  • Pondasi Rakit sangat cocok untuk tanah yang mengalami penurunan. Misalnya tanah liat adalah jenis tanah yang terus berkontraksi dan mengembang seiring dengan perubahan suhu, oleh karena itu, membangun struktur langsung di atas tanah dapat membuatnya berbahaya.
Baca Juga:  Nanoteknologi untuk Konstruksi Berkelanjutan dan Efisiensi Tinggi

Kekurangan Pondasi Rakit

Ada beberapa kekurangan dari jenis Pondasi ini, antara lain:

  • Terkadang, pondasi rakit membutuhkan penguatan berat di area tertentu, yang dapat menambah harga pembuatannya.
  • Tepi alas jika tidak dirawat dengan benar, dapat terkikis seiring waktu. Namun, bila dirawat dengan baik, ujung-ujung ini bisa bertahan selama bangunan yang ditopangnya.
  • Terkadang, desain bisa menjadi sangat kompleks dan dengan demikian, membutuhkan insinyur dan pekerja yang sangat terampil dan berpengalaman. Ini bisa menjadi masalah ketika pembangun tidak memiliki akses ke pekerja terampil.

Pergeseran tanah atau area pertambangan sebelumnya dianggap berbahaya untuk struktur bangunan. Hari ini, dengan munculnya pondasi rakit, skenarionya telah berubah total. Pondasi Rakit menyediakan dasar yang kokoh untuk banyak bangunan di seluruh dunia.

Baca Juga:  Dinding Semen Ekspos: Murah, Menarik, dan Kian Digandrungi

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami