Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Interior

Problematika Ruang Dalam Desain Interior dan Solusinya

Problematika Ruang Dalam Desain Interior dan Solusinya. Desain yang baik adalah desain yang mengutamakan proses penyelesaian terhadap problematika yang terjadi dalam sebuah ruangan. Masalah yang terjadidalam sebuah ruangan antara lain disebabkan karena ruangan sempit (luasan terbatas), ruangan digunakan untuk berbagai macam aktivitas, kapasitas ruangan tidak cukup karena digunakan oleh lebih dari satu pengguna, dan lain-lain.

Sebagai contoh adalah keterbatasan kamar anak kos. Kondisi ini memberi inspirasi untuk membuat perabot multifungsi yang praktis dan dapat digunakan untuk dua atau lebih aktivitas di dalam kamar tanpa membutuhkan ruang yang luas. Beberapa aktivitas yang sering dilakukan di dalam kamar kos antara lain belajar, berinteraksi dengan teman, hingga tidur siang atau malam.

Baca Juga:  Backsplash Jendela untuk Kitchen Set? Keren Kok, Lihat Inspirasinya Disini

Ukuran dan dimensi sangat penting dalam perancangan Desain interior adalah karena perbedaan mendasar antara seniman dan desainer adalah pada kemampuan mentransformasi seni ke dalam bahasa teknis.

Dasar pemahaman fungsi atau kegunaan ruangan adalah bahwa ruangan tersebut harus dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan. Selanjutnya, penting untuk menentukan elemen pengisi berupa perabot atau furniture yang akan digunakan untuk aktivitas yang telah ditentukan tersebut.

Perlu dipahami mengenai prinsip fungsi ruangan, bahwa masing-masing aktivitas akan membutuhkan elemen pengisi tersendiri. Beberapa contoh elemen pengisi ruangan antara lain perabot kursi, meja, lukisan, vegetasi, maupun lampu.

Aktivitas belajar akan membutuhkan meja dan kursi, lampu, rak, lemari buku, peralatan elektronik (seperti laptop, komputer, printer), meja gambar, penyimpanan kertas, dan ruang yang lebih luas untuk belajar bersama. Aktivitas tidur atau beristirahat akan membutuhkan elemen pengisi berupa tempat tidur, kasur, serta tikar atau karpet.

Baca Juga:  Tujuan Desain Interior, Memperbaiki Fungsi dan Nilai Estetika Ruang

Aktivitas bersosial seperti berinteraksi, mengobrol, dan berdiskusi akan membutuhkan elemen pengisi berupa meja lipat, kursi, sofa, karpet, serta meja untuk TV dan perangkat audio/gome dalam bentuk sebuah ruangan yang lega untuk bermain bersama teman-teman. Sementara aktivitas makan dan memasak akan membutuhkan peralatanmemasak seperti rice cooker, kompor gas, dispnrrser, lemari es, rak penyimpanan peralatan makan, dan lain-lain.

Ilmu desain interior memang ditujukan untuk menyelesaikan problematika ruang yang hampir selalu menjadi persoalan bagi penghuni atau user. Desain yang tepat, nyaman, dan kaya estetika adalah menjadi tujuan dari penyelesaian problematika ruang.

 

Sumber: Buku Teori Interior Karya Andie A Wicaksono dan Endah Tisnawati

Komentar

comments

Tags
dasar-dasar desain interior desain interior manfaat desain interior problematika ruang teori desain interior

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker