Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Rencana Anggaran Biaya

Rencana Anggaran Biaya (RAB), Fungsi dan Tujuannya Dalam Proyek

Apa Itu RAB Bangunan?

Rencana Anggaran Biaya Bangunan (RAB) Fungsi dan Tujuannya Dalam Proyek. RAB merupakan perkiraan atau estimasi, ialah suatu rencana biaya sebelum bangunan/proyek dilaksanakan. Diperlukan baik oleh pemilik bangunan atau owner maupun kontraktor sebagai pelaksana pembangunan.

Rencana Anggaran Biaya yang biasa juga disebut biaya konstruksi dipakai sebagai ancer-ancer dan pegangan sementara dalam pelaksanaan. Karena biaya konstruksi sebenarnya (actual cost) baru dapat disusun setelah selesai pelaksanaan proyek.

Estimasi biaya konstruksi dapat dibedakan atas estimasi kasaran (approximate estimates atau preliminary estimates) dan estimasi teliti atau estimasi detail (detailed estimates). Estimasi kasaran biasanya diperlukan untuk pengusulan atau pengajuan anggaran kepada instansi,  misalnnya pada pengusulan DIP (Daftar Isian Proyek) proyek-proyek pemerintah, dan juga digunakan dalam tahap studi kelayakan suatu proyek.

Sedangkan estimasi detail adalah Rencana Anggaran Biaya lengkap yang dipakai dalam penilaian penawaran pada pelelangan, serta sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan.

Estimasi detail pada hakekatnya merupakan RAB lengkap yang terperinci termasuk biaya-biaya tak langsung atau overhead, keuntungan kontraktor dan pajak.

Biasanya biaya overhead, keuntungan dan pajak diperhitungkan berdasar persentase (%) terhadap biaya konstruksi (bouwsom).

Menurut Smith (1995) tingkatan Rencana Anggaran Biaya atau estimasi dalam pekerjaan teknik sipil, atau proyek pada umumnya, dapat dibagi atas tujuh tingkat atau tahap :

  1. Preliminary estimate, merupakan hitungan kasaran sebagai awal estimasi atau estimasi kasaran;
  2. Appraisal estmate, dikenal sebagai estimasi kelayakan (feasibility estimate); diperlukan dalam rangka membandingkan beberapa estimasi alternatif dan suatu rencana (scheme) tertentu;
  3. Proposal estimate, adalah estimasi dari rencana terpilih (selected scheme); biasanya di­buat berdasar suatu konsep desain dan studi spesifikasi desain yang akan mengarah ke­pada estimasi biaya untuk pembuatan garis-garis besar desain (outline design);
  4. Approved estimate, modifikasi dan proposal estimate bagi kepentingan client atau pe­langgan, dengan maksud menjadi dasar dalam pengendalian biaya proyek;
  5. Pre-tender estimate, merupakan penyempurnaan dan approved estimate berdasar desa­in pekerjaan definitif sesuai informasi yang tersedia dalam dokumen tender atau RKS, dipersiapkan untuk evaluasi penawaran pada lelang ;
  6. Post-contract estimate, adalah perkembangan lebih lanjut mencerminkan besar biaya setelah pelulusan dan tercantum dalam kontrak; memuat perincian uang dengan ma­sing-masing pekerjaan (bill of quantities) serta pengeluaran lainnya;
  7. Achieved cost, merupakan besar biaya sesungguhnya atau real cost, disusun setelah proyek selesai digunakan sebagai data atau masukan untuk proyek mendatang.
Baca Juga:  Pentingnya Menyusun RAB Sebelum Membangun Rumah dan Gedung

 

Metode Estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Menurut Iman Soeharto (1995) metode estimasi biaya yang sering dipakai pada proyek adalah :

  • Metode parametrik, dengan pendekatan matematik mencoba mencari hubungan antara biaya atau jam orang dengan karakteristik fisik tertentu (volume, luas, berat, panjang, dsb);
  • Metode indeks, menggunakan daftar indeks dan informasi harga proyek terdahulu; in­deks harga adalah angka perbandingan antara harga pada tahun tertentu terhadap harga pada tahun yang digunakan sebagai dasar;
  • Metode analisis unsur-unsur, lingkup pekerjaan diuraikan menjadi unsur-unsur menu-rut fungsinya; membandingkan berbagai material bangunan untuk memperoleh kualitas perkiraan biaya dan tiap unsur, kemudian dapat dipilih estimasi biaya paling efektif;
  • Metode faktor, memakai asumsi terdapat korelasi atau faktor antara peralatan dengan komponen-komponen terkait; biaya komponen dihitung dengan cam menggunakan faktor perkalian terhadap peralatan;
  • Metode quantity take-off, disini estimasi biaya dilakukan dengan mengukur/menghi­kuantitas komponen-komponen proyek (dari gambar dan spesifikasi), kemudian memben beban jam-orang serta beban biayanya;
  • Metode harga satuan (unit price), dilakukan jika kuantitas komponen-komponen pro­yek belum dapat diperoleh secara pasti atau gambar detail belum siap; biaya dihitung berdasar harga satuan setiap jenis komponen (misalnya setiap m3, m2, m, helai, butir, dan lain-lain).
Baca Juga:  RAB Rumah Tipe 36, Cara Hemat Membangun Rumah Tipe 36

Dalam perhitungan RAB pekerjaan sipil selama ini di Indonesia masih banyak menggunakan analisis pekerjaan, mengikuti cara lama sejak masa kolonial, yakni Analisis BOW (Burgelijke van Openbare Werken) yang berlaku mulai tahun 1921.

Merupakan cara perhitungan tergolong metode quantity take-off yang berlaku bagi lingkungan instansi pekerjaan umum pada masa itu. Pemberlakuan analisis tersebut dewasa ini dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian dan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan.

Prinsip perhitungan mendasarkan pada nilai harga satuan pekerjaan, yakni biaya atau ongkos (mencakup upah dan material) yang dikeluarkan guna menyelesaikan satu unit jenis pekerjaan tertentu (misalnya per m3, m2 atau m1). Dimana rencana biaya adalah total hasil kali tiap harga satuan dengan jumlah volume tiap jenis pekerjaan yang ada.

 

Langkah Awal Perhitungan RAB

Sebagai langkah awal dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya perlu dilalcukan upaya persiapan (Peurifoy dan Oberlender, 1989) agar diperoleh angka yang tepat atau akurat. Adapun kegiatan pada langkah persiapan itu mencakup hal-hal berikut.

  1. Peninjauan ruang lingkup proyek: pertimbangkan pengaruh lingkungan lokasi dari segi keamanan, tenaga kerja, lalu-lintas dan jalan masuk, ruang untuk gudang, dan sebagainya terhadap biaya;
  2. Penentuan kuantitas atau volume pekerjaan dan konstruksi bangunan/poyek;
  3. Harga material yang akan digunakan;
  4. Harga tenaga (pekerja dan tukang)
  5. Harga peralatan kerja (beli atau sewa)
  6. Daftar harga (penawaran) dan leveransir atau suppliers;
  7. Daftar harga satuan pekerjaan dari penawaran pars kontraktor di daerah itu;
  8. Perkiraan besar pajak, jaminan, asuransi, overhead, dan keuntungan;
  9. Biaya tak terduga dan pembulatan. 
Baca Juga:  Pentingnya Menyusun RAB Sebelum Membangun Rumah dan Gedung

Pada hakekatnya penguasaan seluk-beluk proyek dan lingkungannya secara komprehensif akan sangat mendukung perhitungan Rencana Anggaran Biaya yang tepat dan realistic. Perlu dipahami pula bahwa setiap proyek mempunyai hal-hal yang spesifik dan tidak mungkin sama dengan proyek lain walaupun dan proyek yang sejenis.

 

Fungsi RAB

  1. Sebagai pedoman untuk melakukan perjanjian kontrak kerja konstruksi.
  2. Untuk menghitung perkiraan kebutuhan material pada suatu pekerjaan bangunan.
  3. Memperkirakan kebutuhan jumlah tenaga dan lama pengerjaan.
  4. Sebagai alat ukur dalam memantau penghematan kegiatan pelaksanaan pembangunan.
  5. Mengukur harga suatu bangunan sehingga dapat dijadikan kesepakatan harga dalam melakukan transaksi jual beli properti.
  6. Menentukan harga jual rumah di perumahan.
  7. Menghitung pajak PPN bangunan, yaitu 10% dari RAB.
  8. Mencari tahu perkiraan keuntungan yang didapat kontraktor ketika memborong suatu pekerjaan bangunan.

Komentar

comments

Tags
anggaran biaya proyek anggran biaya bangunan apa itu rab bangunan apa itu rab proyek cara menyusun rab cara menyusun rab properti metode Rencana Anggaran Biaya perhitungan rab proyek rab bangunan Rencana Anggaran Biaya

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker