
Tren perkembangan kendaraan listrik dipastikan akan terus meningkat dan menjadi dominan mulai tahun depan. Berbagai teknologi pendukung dan juga komponen semakin bisa dikerjakan dengan biaya yang terjangkau. bahkan industri motor listrik Nasional sudah melaunching produk motor listrik Gesits.
Ada beberapa Komponen Mobil Listrik yang menjadi tulang punggung vital agar kendaraan listrik bisa beroperasi optimal. Berikut ini detail dari komponen mobil listrik.
Komponen Mobil Listrik: Baterai
Baterai adalah sumber tenaga dari kendaraan listrik. Ia menyimpan energi untuk kemudian dialiri ke motor yang akan menggerakkan roda. Selain itu baterai ini juga dipakai untuk menghidupkan komponen elektrikal kendaraan seperti lampu dan AC.
Saat ini baterai untuk kendaraan listrik yang paling umum adalah lithium ion. Tapi ada juga teknologi lain seperti baterai solid state, aluminium ion, lithium sulfur, dan metal-water.
Motor Controler
Motor controler mengatur sepenuhnya pengoperasian kendaraan listrik dan distribusi tenaganya. Ia memonitor semua yang berkaitan dengan elektrik kendaraan. Dilengkapi dengan mikroprosesor canggih, komponen ini juga bisa membatasi atau bahkan mengalihkan arus listrik, menyesuaikan dengan gaya mengemudi pengendaranya.
Pengereman regeneratif
Pengereman regeneratif adalah solusi akan masih terbatasnya stasiun pengisian listrik. Perangkat ini sederhananya adalah komponen yang dapat mengkonversi gesekan pada saat pengereman menjadi energi listrik dan kemudian menyimpannya untuk digunakan di lain waktu.
Drive System
Fungsi dari sistem penggerak adalah untuk mentransfer energi mekanik ke roda, di mana ujung dari penggerak roda itu adalah motor. Dalam hal ini, umumnya motor tersemat pada semua roda. Pada kendaraan konvensional, energi ditransfer melalui transmisi. Namun ada juga yang menggunakan sistem drive belt untuk menghubungkan antara motor listrik dengan roda.
Potensi Mobil Listrik
Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang semakin murah.
Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an pernah membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik, tapi baru pada tahun 2000-an lah para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik listrik. Hal ini disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan buruknya dampak emisi gas rumah kaca.
Indonesia tidak ketinggalan mengambil bagian dalam memproduksi mobil listrik. Walaupun masih berupa purwarupa, mobil listrik buatan anak bangsa cukup menjanjikan. Saat ini telah ada 2 model yang diketahui, yaitu Mobil listik Ahmadi dan Tucuxi. Pada tanggal 20 Mei 2013 dilakukan diuji coba bus listrik untuk APEC 2013 Oktober. Sampai sekarang bus listrik tersebut melayani transportasi publik di Yogya.
Tanggal 6 Mei 2014 ITS menorehkan rekor mobil listrik untuk dalam negeri dengan rincian jarak tempuh total 800 km, kecepatan rata-rata 120-130 km/jam serta setiap 8 jam dilakukan pengisian ulang selama 3 jam. Rute yang ditempuh adalah Jakarta–Bandung–Tasikmalaya–Purwokerto–Jogjakarta–Madiun–Surabaya.
Saat ini salah satu merek kendaraan listrik yang sudah launching dan memperoleh animo tinggi dari masyarakat adalah sepeda motor listrik Gesits. Gesits akan menjadi tonggak sejarah kemandirian kendaraan listrik nasional.

