Ada Bug di Starlink, Elon Musk Siapkan 300 Juta untuk Hacker yang Bisa Meretas
Hadiah Ratusan Juta bagi Peretas Starlink

Jaringan internet starlink kebobolan. SpaceX akhirya mengajak para peneliti dan spesialis keamanan internet meretas jaringan Starlink dan melaporkan bug yang ditemukan. Untuk ini, ia siap membayar hingga $25.000, Business Insider melaporkan.
Perusahaan luar angkasa Elon Musk mungkin populer untuk mengangkut astronot dan misi kargo dengan roketnya yang dapat digunakan kembali, tetapi layanan internet satelitnya juga telah berhasil belakangan ini. Ketika Rusia menginvasi Ukraina awal tahun ini, Rusia juga mencoba memutus rantai komunikasi di dalam negeri dengan menyerang jaringan serat optiknya. Namun, terminal SpaceX diterbangkan, dan konektivitas dipulihkan dalam hitungan hari.
Saat layanan tersedia di lebih banyak negara, Starlink kemungkinan akan memiliki sejumlah besar pengguna. Karena perusahaan, mengirimkan terminalnya kepada siapa saja yang membayarnya, bahkan di wilayah paling terpencil, ia tidak memiliki kendali atas bagaimana terminal digunakan dan bahkan mungkin disalahgunakan untuk mendapatkan akses ke jaringannya.
Minggu lalu, Ada laporan bagaimana modchip yang dibuat khusus dapat digunakan untuk meretas ‘Dishy’ Starlink dan menyebabkan kesalahan yang memungkinkan peretas mengakses bagian sistem yang terkunci. Laporan menunjukkan bahwa modchip memberi penyerang akses root ke terminal yang memungkinkan mereka untuk mengeksekusi kode arbitrer.
Peretasan semacam itu membahayakan terminal Starlink sedemikian rupa, sehingga tidak dapat diperbaiki oleh perusahaan. Untungnya, niat peretas bukanlah untuk mengganggu layanan Starlink, tetapi untuk menunjukkan betapa rentannya infrastruktur itu dan bagaimana hal itu perlu ditingkatkan.
Hacker berhasil meretas jaringan satelit Starlink, divisi dari SpaceX, milik Elon Musk. Hanya menggunakan perangkat buatan senilai US$25 (Rp 368 ribu), aksi ini dilakukan oleh peneliti keamanan bernama Lennert Wouters.
Dia mempresentasikan temuannya itu pada konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas 10 Agustus 2022. Wouters menjelaskan serangannya itu dilakukan dalam program bug bounty milik perusahaan.
Meskipun baru diumumkan, Wouters telah memberitahu Starlink mengenai kerentanannya tahun lalu dan dibayar setelah mengidentifikasi mereka lewat program tersebut. SpaceX menyebut serangan itu secara teknis mengesankan dan pertama dari jenisnya yang disadari perusahaan.
“Pengguna Starlink normal tidak perlu khawatir mengenai serangan ini yang memengaruhi mereka atau mengambil apapun sebagai tanggapan,” kata SpaceX dikutip dari Fortune, Selasa (16/8/2022).
Perusahaan mengklaim menggunakan beberapa lapisan pertahanan untuk memberikan perlindungan. Jadi saat satu lapisan dikompromikan, ada lapisan lain di belakangnya yang bekerja mengendalikan masalah
Namun SpaceX tak menutup mata bakal ada serangan lain di masa depan. “Kami akan menjual banyak kit Starlink. Jadi kita harus berasumsi beberapa dari kit itu akan diberikan kepada orang-orang yang ingin menyerang,” ucap perusahaan.
Sejumlah perusahaan teknologi banyak yang menawarkan hadiah untuk mereka yang berhasil meretas sistemnya. Karena perusahaan dapat memperbaiki bug yang ditemukan oleh peretas dengan niat baik.



