Harga Lampu Belajar Berbagai Merk dan Cara Memilihnya

Pada masa pandemi begini, banyak pekerjaan yang akhirnya dialihkan ke rumah atau istilah WFH (Work from Home). Termasuk kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan secara online sehingga mau tak mau intensitas orang-orang menatap layar laptop atau ponsel juga meningkat. Agar mata tidak mudah lelah dan tetap sehat, sebaiknya beri batasan berapa lama Anda bekerja menatap layar.
Selain itu, cara efektif untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan tidak membiasakan diri bekerja di ruangan dengan pencahayaan minim atau pencahayaan yang terlalu berlebihan. Pencahayaan yang baik untuk mata adalah yang tidak terlalu terang maupun terlalu gelap. Sebaiknya gunakan lampu belajar khusus yang cocok dipakai untuk belajar atau bekerja.
Sebelum membeli lampu belajar, Anda harus sangat teliti dalam memilih lampu belajar mana yang bagus untuk kesehatan mata Anda. Jangan mudah tergiur dengan harga murah karena yang dikorbankan adalah mata Anda. Oleh karena itu, berikut ini kami akan memberikan panduan umum dalam memilih lampu belajar yang paling tepat.
1. Tentukan Jenis Lampu
Lampu belajar biasanya terdiri dari dua jenis pilihan, yaitu lampu LED atau lampu Neon. Keduanya memiliki karakteristik dan peruntukannya masing-masing. Lampu LED memiliki masa pakai yang lebih panjang karena tahan lama. Tipe lampunya menyatu dengan penyangga sehingga tidak bisa diganti. Jenis lampu ini tidak menyebabkan panas sehingga tidak akan membuat kulit atau gadget Anda panas jika terpapar lampu.
Untuk lampu neon, pencahayaannya lebih merata sehingga lebih cocok digunakan pada ruangan yang luas. Harganya pun lebih murah dibanding LED serta Anda dapat mengganti lampunya berkali-kali jika ingin mengatur warnanya. Meskipun begitu, lampu neon tidak terlalu awet.
2. Pertimbangkan Tingkat Kecerahan Lampu
Tingkat kecerahan lampu LED dihitung daam satuan lumen (lm). Umumnya lampu LED memiliki tingkat kecerahan mulai 300 lm hingga 400 lm. Sedangkan lampu neon menggunakan satuan W untuk tingkat kecerahannya, 30 W setara dengan 300 lm. Jangan memilih lampu belajar yang terlalu cerah atau terang karena penempatannya sangat dekat dengan Anda. Mata akan gampang kelelahan jika mendapat penerangan yang terlalu cerah.
3. Pastikan Terdapat Fitur Dimmer
Dimmer atau peredup merupakan fitur yang membuat kita bisa mengatur intensitas pencahayaan yang dikeluarkan oleh lampu belajar. Dengan begitu, kita bisa menerangkan atau meredupkan lampu sesuai kenyamanan mata kita. Biasanya tersedia beberapa mode penerangan pada lampu belajar yang dilengkapi dimmer, yaitu mode terang, mode sedang, dan mode redup.
Daftar Harga Lampu Belajar Berbagai Merk dan Tipe
| Merk & Tipe Lampu Belajar | Harga |
| Xiaomi MJTD01YL Mi LED Desk Lamp | Rp 525.000,- |
| Maspion YS-901 TL Lampu Belajar Neon 10 Watt | Rp 132.000,- |
| AOKI AK 6041 Lampu Meja Belajar Torch Dimmer | Rp 82.500,- |
| IKEA Jansjo Lampu USB LED | Rp 100.000,- |
| IKEA Forsa Work Lamp | Rp 400.000,- |
| AUKEY LT-T1 Aglaia Dimmable LED 4 Modes Desk Lamp | Rp 674.000,- |
| Taigeer Yage YG-T102 | Rp 95.000,- |
| Remax RL-E180 LED Folding Eye-Protecting Lamp | Rp 156.000,- |
| Remax RT-E185 LED Eye Protection Desk Lamp | Rp 400.000,- |
| YoungPro Love Eye YLE-01 Lampu 3 Mode | Rp 55.000,- |
| EGLO Firmo 90872 | Rp 200.000,- |
| Perfin PFLG01 Lampu Belajar USB | Rp 80.000,- |
| Surya SYD L2001 Lampu Belajar Rechargeable | Rp 65.000,- |
| Weitech 6621 Lampu Belajar dengan Pen Holder | Rp 80.000,- |
| Xiaomi Philips Eyecare Smart Flexible Lamp Version 2 | Rp 890.000,- |



