Harga Bahan Bangunan

Harga Kayu Sengon Log Bulat Per Kubik Terbaru 2026: Semua Ukuran Diameter

Info Harga Jual Kayu Sengon Berbagai Ukuran 2023 Terima Pabrik

Waktu masih aktif di proyek konstruksi, saya sering merekomendasikan kayu sengon untuk bekisting. Tukang senior yang bekerja bersama saya dulu punya pendapat yang keras soal ini: “Sengon itu jangan dianggap remeh. Kalau tahu cara pakainya dan beli yang ukurannya tepat, ini kayu paling efisien biaya yang ada.” Dan memang benar — sengon adalah salah satu komoditas kayu yang perputarannya paling cepat di Indonesia, dari kebun langsung ke pabrik plywood hingga ke lokasi proyek.

Artikel ini membahas semua yang perlu Anda tahu tentang kayu sengon: karakteristik, jenis, kelebihan dan kekurangan, penggunaan yang tepat, cara memilih kualitas yang baik, dan tentu saja daftar harga kayu sengon log bulat per kubik terbaru 2026 untuk berbagai ukuran diameter.

Mengenal Kayu Sengon (Albasia)

Kayu sengon — dikenal juga dengan nama albasia, jeunjing, atau falcata — adalah kayu dari pohon Falcataria moluccana (sebelumnya Paraserianthes falcataria), famili Leguminosae. Pohon ini adalah salah satu tanaman kayu dengan pertumbuhan tercepat di dunia — bisa tumbuh hingga 5–7 meter per tahun dan siap panen dalam 5–8 tahun sejak tanam.

Pohon sengon tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.500 mdpl dengan curah hujan 1.000–5.000 mm per tahun. Di Indonesia, sentra produksi sengon tersebar di Jawa Tengah (Wonosobo, Temanggung), Jawa Timur (Trenggalek, Pacitan), Jawa Barat (Sukabumi, Garut), dan beberapa wilayah Sumatera. Pohon dewasa bisa mencapai tinggi 30–45 meter dengan diameter batang 70–140 cm.

Jenis-Jenis Kayu Sengon

1. Sengon Laut (Falcataria moluccana)

Ini jenis yang paling umum dibudidayakan dan paling banyak diperdagangkan. Pertumbuhannya paling cepat, dagingnya berwarna putih kekuningan, tekstur tidak terlalu keras. Paling banyak digunakan untuk industri plywood, papan cor bekisting, dan peti kemasan.

2. Sengon Solomon

Varietas unggul hasil persilangan yang dikembangkan khusus untuk perkebunan komersial. Keunggulannya: pertumbuhan lebih cepat dari sengon laut biasa, diameter batang lebih besar saat dipanen, dan lebih tahan terhadap beberapa penyakit. Harganya lebih tinggi — sengon solomon diameter 40–50 cm bisa mencapai Rp 2.000.000 per batang. Banyak petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur beralih ke varietas ini.

3. Sengon Buto

Secara penampilan mirip sengon laut, tapi daging kayunya lebih kemerahan dan sedikit lebih berat. Ukuran daun lebih kecil dari sengon laut. Kurang umum dibudidayakan secara komersial.

4. Sengon Tekek

Jenis yang paling berat dan paling keras di antara semua varian sengon. Serat kayunya lebih rapat, sehingga lebih cocok untuk furnitur dan perabot dibanding untuk plywood atau bekisting. Bobotnya yang lebih tinggi membuatnya lebih tahan dan awet dibanding sengon laut biasa.

Karakteristik Fisik dan Teknis Kayu Sengon

  • Berat jenis: 0,25–0,49 g/cm³ (sangat ringan, termasuk kelas kayu ringan)
  • Kelas kuat: IV–V (lemah, tidak untuk konstruksi struktural)
  • Kelas awet: IV–V (tidak awet, perlu treatment pengawetan)
  • Tekstur: agak kasar, berserat lurus
  • Warna: putih kekuningan hingga coklat muda
  • Pori-pori: besar, menyebabkan mudah menyerap air
  • Kadar air: segar bisa di atas 100%, kering udara sekitar 15–20%

Kelebihan Kayu Sengon

  • Harga ekonomis — termasuk kayu paling murah di pasaran Indonesia, jauh di bawah kayu meranti, kamper, apalagi jati
  • Pertumbuhan sangat cepat — siklus panen 5–8 tahun membuat pasokan relatif terjaga dan harga stabil
  • Ringan — bobot rendah memudahkan transportasi, pemasangan bekisting, dan pengerjaan manual
  • Mudah dikerjakan — lunak dan mudah dipotong, dipaku, atau digergaji dengan alat manual maupun mesin
  • Kemampuan reduksi suara baik — pori-pori besar menyerap suara, cocok untuk aplikasi akustik sederhana
  • Nilai ekonomi budidaya tinggi — ROI perkebunan sengon salah satu yang terbaik di antara tanaman kayu komersial
  • Ramah lingkungan — sebagai kayu siklus cepat, sengon lebih berkelanjutan dibanding kayu hutan alam
Baca Juga:  Harga Besi Nako, Nako Polos dan Nako Ulir Berbagai Ukuran 2023

Kekurangan Kayu Sengon

  • Kelas kuat dan awet rendah — tidak cocok untuk konstruksi struktural (reng, kaso, balok, kusen) tanpa treatment pengawetan khusus
  • Sangat rentan rayap dan jamur — kayu muda terutama sangat disukai rayap tanah. Wajib diawetkan untuk penggunaan di luar ruangan atau dalam tanah
  • Mudah retak saat masih muda — kayu sengon yang dipanen terlalu dini (di bawah 5 tahun) cenderung retak dan pecah saat mengering
  • Tidak tahan air — menyerap air dengan cepat karena pori-pori besar, menjadi lunak dan membusuk jika terus-menerus basah
  • Tidak cocok untuk finishing halus — permukaan kasar dan pori besar membuat finishing cat atau melamin tidak sehalus kayu keras

Kegunaan Kayu Sengon yang Tepat

Memahami kegunaan yang tepat sangat penting agar tidak kecewa setelah membeli. Berikut panduan penggunaannya:

✅ Cocok digunakan untuk:

  • Papan cor / bekisting — ini penggunaan utama dan paling efisien. Kayu lunak dan ringan, mudah dipakukan ke frame bekisting dan dibongkar setelah beton mengeras
  • Core plywood / veneer — lapisan tengah plywood menggunakan sengon sebagai bahan baku utama karena ringan dan murah
  • Peti kemasan dan palet — ringan dan cukup kuat untuk beban distribusi logistik
  • Industri korek api — salah satu sumber bahan baku utama industri korek api Indonesia
  • Industri pulp dan kertas — serat lunak sengon cocok untuk produksi kertas
  • Plafon dalam ruangan — ringan, mudah dipotong, harga terjangkau
  • Furnitur sederhana — meja, kursi, lemari untuk kebutuhan interior yang tidak berat

❌ Tidak disarankan untuk:

  • Reng, kaso, dan balok atap struktural
  • Kusen pintu dan jendela eksterior
  • Struktur yang kontak dengan tanah
  • Konstruksi yang terpapar air secara terus-menerus
  • Lantai yang menerima beban berat

Cara Memilih Kayu Sengon Kualitas Baik

Tidak semua kayu sengon di pasaran berkualitas sama. Tips memilih:

  • Pilih yang sudah kering — kayu sengon basah (kadar air tinggi) akan menyusut dan retak saat mengering. Cek dengan menekan — tidak boleh terasa lembab atau terlalu berat untuk ukurannya
  • Hindari yang terlalu muda — kayu dari pohon di bawah 5 tahun cenderung lebih mudah pecah dan kadar airnya sangat tinggi. Ciri fisiknya: inti kayu (teras) belum terbentuk sempurna, terasa sangat ringan dan masih sangat basah
  • Periksa kelurusan batang — batang yang terlalu bengkok akan menghasilkan papan yang tidak rata setelah digergaji
  • Cek diameter secara merata — diameter yang tidak konsisten dari ujung ke ujung (taper berlebihan) akan menghasilkan banyak sisa potong
  • Perhatikan kondisi kulit — kulit yang sudah mulai busuk atau berlubang bisa mengindikasikan serangan hama di dalam batang

Cara Menghitung Volume Log (Kubikasi)

Kayu sengon log dijual per kubik (m³). Ada dua rumus yang umum digunakan:

Rumus Brereton (untuk kayu bulat):
V = π/4 × D² × L
Di mana D = diameter rata-rata (m), L = panjang log (m)

Rumus Huber:
V = (π × D²/4) × L
Diameter diukur di tengah panjang log

Contoh praktis: log sengon panjang 200 cm (2 m), diameter rata-rata 30 cm (0,3 m):
V = π/4 × 0,3² × 2 = 0,141 m³ per batang
Jadi sekitar 7 batang log ukuran ini = 1 kubik

Baca Juga:  Biaya Pasang Lift Rumah Berbagai Ukuran dan Tipe 2023

Daftar Harga Kayu Sengon Log Bulat Per Kubik 2026

Harga di bawah adalah kisaran harga di tingkat pengumpul/pedagang kayu di Jawa. Harga dapat berbeda di wilayah lain dan bergantung pada kualitas, musim, dan kondisi pasar lokal. Update terakhir: Juni 2026.

Harga Kayu Sengon Log 103 cm

PanjangDiameterHarga Per Kubik
103 cm20 – 24 cmRp 650.000 – Rp 900.000
103 cm25 – 29 cmRp 700.000 – Rp 950.000
103 cm30 – 39 cmRp 780.000 – Rp 1.030.000
103 cm40 – 49 cmRp 850.000 – Rp 1.100.000
103 cm50 – 59 cmRp 920.000 – Rp 1.200.000

Harga Kayu Sengon Log 130 cm

PanjangDiameterHarga Per Kubik
130 cm15 – 18 cmRp 580.000 – Rp 830.000
130 cm19 – 24 cmRp 630.000 – Rp 880.000
130 cm25 – 29 cmRp 700.000 – Rp 950.000
130 cm30 – 39 cmRp 780.000 – Rp 1.030.000
130 cm40 – 49 cmRp 850.000 – Rp 1.100.000
130 cm50 – 59 cmRp 920.000 – Rp 1.200.000

Harga Kayu Sengon Log 200 cm

PanjangDiameterHarga Per Kubik
200 cm20 – 24 cmRp 580.000 – Rp 830.000
200 cm25 – 29 cmRp 670.000 – Rp 920.000
200 cm30 – 39 cmRp 760.000 – Rp 1.010.000
200 cm40 – 49 cmRp 840.000 – Rp 1.090.000
200 cm50 – 59 cmRp 890.000 – Rp 1.150.000

Harga Kayu Sengon Log 300 cm

PanjangDiameterHarga Per Kubik
300 cm25 – 29 cmRp 680.000 – Rp 930.000
300 cm30 – 39 cmRp 800.000 – Rp 1.060.000
300 cm40 – 49 cmRp 900.000 – Rp 1.160.000
300 cm50 – 59 cmRp 940.000 – Rp 1.200.000

Catatan: Harga di atas adalah kisaran harga di tingkat pengumpul/pedagang Jawa. Harga bisa lebih tinggi 10–20% di luar Jawa karena biaya transportasi. Untuk pembelian volume besar (>10 kubik), biasanya ada harga khusus yang bisa dinegosiasikan.

Harga Kayu Sengon Bentuk Lain

Selain dalam bentuk log bulat, sengon juga tersedia dalam berbagai bentuk olahan dengan harga berbeda:

BentukUkuranKisaran Harga
Log gelondongan (per batang)Diameter 20–29 cm, panjang ~2mRp 40.000 – Rp 80.000/batang
Log gelondongan (per batang)Diameter 30–39 cm, panjang ~2mRp 90.000 – Rp 150.000/batang
Papan sengon2×20×400 cmRp 20.000 – Rp 35.000/lembar
Balok sengon5×10×400 cmRp 35.000 – Rp 55.000/batang
Usuk sengon4×6×400 cmRp 18.000 – Rp 30.000/batang
Sengon Solomon (per batang)Diameter 40–50 cm, 5+ tahunRp 1.500.000 – Rp 2.000.000/batang

Faktor yang Mempengaruhi Harga Kayu Sengon

  • Diameter batang — semakin besar diameter, semakin mahal per kubiknya karena pohon lebih tua dan menghasilkan kayu lebih matang
  • Usia panen — pohon yang dipanen pada umur 7–8 tahun menghasilkan kayu lebih padat dan lebih berharga dibanding yang dipanen di umur 5 tahun
  • Grade/kualitas — log grade A (lurus, tidak cacat) jauh lebih mahal dari grade B atau C. Beberapa pembeli industri plywood sangat selektif soal grade ini
  • Kadar air — kayu kering lebih mahal dari kayu segar, tapi juga lebih mudah langsung diproses
  • Lokasi dan jarak transportasi — harga di Jawa berbeda dengan di Sumatera atau Kalimantan karena faktor ongkos angkut
  • Musim — musim hujan sering menyulitkan panen dan transportasi, mendorong harga naik
Baca Juga:  Harga Genteng Beton, Genteng Kaca, Asbes, dan Genteng Metal

FAQ — Pertanyaan Seputar Kayu Sengon

Apakah kayu sengon kuat untuk bekisting beton?

Ya, untuk bekisting beton sengon sangat cocok. Bekisting tidak memerlukan kayu struktural — ia hanya perlu cukup kuat menahan tekanan beton segar selama proses pengecoran dan pengerasan awal (biasanya 1–3 hari). Sengon yang sudah cukup tua dan kering memenuhi persyaratan ini dengan baik, dan bobotnya yang ringan memudahkan pemasangan dan pembongkaran. Yang perlu diperhatikan: jangan gunakan sengon yang terlalu muda karena mudah pecah saat dipaku.

Berapa umur ideal panen pohon sengon untuk kualitas terbaik?

Untuk industri plywood dan papan cor, usia 5–7 tahun sudah cukup. Untuk furnitur dan penggunaan yang lebih demanding, idealnya 7–10 tahun agar kayu lebih padat dan kadar airnya lebih stabil. Sengon solomon bisa dipanen lebih cepat (5 tahun) dengan diameter yang sudah cukup besar berkat pertumbuhannya yang lebih agresif.

Bagaimana cara mengawetkan kayu sengon agar tahan rayap?

Beberapa metode pengawetan yang efektif: (1) rendam dalam larutan boron (boraks + asam borat) selama 24–48 jam untuk kayu yang akan digunakan di dalam ruangan; (2) impregnasi tekanan dengan CCA (Chromated Copper Arsenate) atau CCB untuk kayu eksterior atau yang kontak dengan tanah; (3) untuk penggunaan sementara seperti bekisting, cukup lumasi permukaan dengan oli bekas atau minyak form oil sebelum digunakan — ini juga memudahkan pelepasan dari beton. Pengawetan dengan bahan kimia harus dilakukan sebelum kayu dipotong ke ukuran final untuk memastikan semua permukaan terlindungi.

Apakah kayu sengon bisa untuk rangka atap?

Tidak direkomendasikan untuk rangka atap struktural seperti kuda-kuda, gording, atau balok nok. Kelas kuat IV–V berarti sengon tidak mampu menanggung beban struktural jangka panjang — akan melendut, retak, dan akhirnya gagal. Untuk rangka atap kayu, gunakan kayu kelas kuat II–III minimum seperti kamper, bangkirai, atau meranti merah. Sengon hanya aman untuk reng (komponen paling kecil) dengan bentang yang tidak terlalu panjang, dan hanya jika sudah diawetkan.

Berapa 1 kubik kayu sengon menghasilkan berapa lembar papan?

Tergantung ukuran papan yang dipotong dan efisiensi penggergajian. Sebagai estimasi kasar: 1 m³ log sengon menghasilkan sekitar 0,55–0,65 m³ kayu gergajian (rendemen sekitar 55–65%) setelah dipotong. Untuk papan ukuran 2×20 cm (tebal 2 cm, lebar 20 cm), 1 m³ kayu gergajian setara dengan sekitar 250 lembar panjang 1 meter, atau sekitar 62 lembar panjang 4 meter.

Kenapa harga kayu sengon per kubik berbeda-beda antara satu pedagang dan lainnya?

Perbedaan harga wajar karena beberapa faktor: grade kayu yang berbeda (pedagang yang selektif terhadap grade A tentu menjual lebih mahal), usia pohon yang berbeda, apakah harga sudah termasuk ongkos angkut atau belum, kondisi kayu (segar vs kering), dan lokasi pedagang. Selalu tanyakan detail ini saat meminta penawaran harga. Untuk proyek besar, sangat disarankan meminta sampel fisik sebelum membeli dalam jumlah besar.

Kualitas Bagus

Mantap

Good

Kayu sengon banyak digunakan untuk plywood dan papan cor

User Rating: 3.45 ( 3 votes)

Arkenzy R. Akbar

Arkenzy R. Akbar adalah seorang systems engineer dengan lebih dari delapan tahun pengalaman di bidang embedded systems, IoT industri, dan otomasi. Ia telah merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol untuk berbagai sektor — dari manufaktur tekstil hingga agrikultur presisi. Pendekatan penulisannya menggabungkan kedalaman teknis dengan pengalaman lapangan nyata: jujur soal keterbatasan teknologi, tapi tetap antusias pada potensinya. Di luar dunia elektronika, Arkenzy gemar mendaki dan meyakini bahwa troubleshooting sistem tertanam tidak berbeda jauh dengan membaca medan di atas puncak gunung.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami