Beton dan Semen

Aditif Beton dan Berbagai Bahan Tambah Campuran Beton

Aditif Beton dan Berbagai Bahan Tambah Campuran Beton. Terdapat perbedaaan mendasar antara terminologi bahan tambah (admixture) dan aditif (additive). ASTM C125 mendefinisikan Bahan Tambah sebagai material selain air, agregat, semen hidraulik, dan perkuatan serat, yang digunakan sebagai penyusun beton atau mortar dan ditambahkan ke dalam campuran segera sebelum dan selama pencampuran

Sedangkan aditif didefinisikan sebagai material yang ditambahkan saat penggilingan klinker semen di pabrik. Bahan tambah bisa tersusun atas satu atau lebih bahan kimia, dan dapat berbentuk bubuk ataupun cairan.

Meluasnya pemakaian dan inovasi bahan tambah merupakan suatu indikasi bahwa produk ini mampu memberikan keuntungan fisik dan ekonomi  sehubungan dengan produksi beton sebagai bahan bangunan.

Namun perlu dicatat bahwa pemakaian bahan tambah tidak akan mampu memperbaiki mutu beton yang sudah terlanjur buruk, atau kesalahan dalam hal transportasi beton dari batch ke site, pengecoran, maupun pemadatan.

Baca Juga:  Sambungan Beton Pracetak, Metode Prasyarat Pengggunaannya

 

Jenis Aditif Beton dan bahan Tambah Beton

Jenis-jenis bahan tambah menurut ASTM C494 digolongkan sebagai berikut:

  • Tipe A, water-reducing admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mengurangi jumlah air dalam campuran beton yang konsistensinya tertentu
  • Tipe B, retarding admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat menghambat pengikatan beton
  • Tipe C, accelerating admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mempercepat pengikatan beton dan peningkatan kekuatan awal beton.
  • Tipe D, water-reducing and retarding admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mengurangi jumlah air untuk campuran beton yang konsistensinya tertentu dan menghambat pengikatan beton
  • Tipe E, water-reducing and accelerating admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mengurangi jumlah air untuk campuran beton yang konsistensinya tertentu dan mempercepat pengikatan beton
  • Tipe F, water-reducing, high range admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mengurangi jumlah air untuk campuran beton yang konsistensinya tertentu sebanyak 12%
  • Tipe G, water-reducing, high range and retarding admixture, yaitu bahan tambah yang bersifat mengurangi jumlah air untuk campuran beton yang konsistensinya tertentu sebanyak 12% atau lebih dan menghambat pengikatan beton.
Baca Juga:  Abu Sekam Padi dalam Bangunan Konstruksi Berkinerja Tinggi

 

Cara Kerja Aditif Beton dan Bahan Tambah Beton (Admixture)

Aditif Beton Bahan tambah bekerja melalui beberapa cara yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Terjadi reaksi kimia selama proses hidrasi semen, yang menyebabkan percepatan atau perlambatan laju reaksi saat fase semen
  • Terjadi absorpsi pada permukaan semen, umumnya menyebabkan dispersi partikel (plasticizing action atau superplasticizing action)
  • Terjadi peningkatan tegangan tarik pada permukaan air, sehingga meningkatkan penangkapan udara (air entrainment)
  • Mempengaruhi rheologi air, biasanya meningkatkan viskusitas plastis atau kohesi campuran
  • Mengaplikasikan bahan kimia pada beton keras yang dapat mempengaruhi sifat-sifat tertentu, khususnya korosi,
  • Mempengaruhi kebutuhan air, yaitu menyebabkan terjadinya plastisisasi (plasticizing) dan pengurangan air (water reducing)
  • Mengubah laju pengerasan beton, yaitu menyebabkan terjadinya percepatan (accelerating) atau perlambatan (retarding)
  • Mengubah kandungan udara (air content), dengan meningkatkatkan atau menurunkan penangkapan air (air entrainment)
  • Mengubah viskusitas plastis (plastic viscousity), yaitu kohesi atau tahanan dalam hal terjadinya bleeding dan segregasi campuran
Baca Juga:  Membuat Beton Self Healing yang Bisa Menyembuhkan Diri

 

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami