Teknologi dan Inovasi

Industri Konstruksi Harus Adaptif Hadapi Revolusi Industri 4.0

Industri Konstruksi Harus Adaptif Hadapi Revolusi Industri 4.0. Perkembangan industri konstruksi hampir tidak ada laju signifikan dalam adopsi teknologi yang berkaitan dengan internet of thing. Padahal IoT akan menjadi backbone bagi eksistensi industri konstruksi kedepan.

memang berbagai peralatan konstruksi mulai melakukan adapatasi teknologi, namun sebagian besar masih mengacu pada peningkatan sisi hardware. Padahal teknologi yang membawa revolusi industri 4.0 adalah revolusi software dan perangkat keras sekaligus.

Pola efisiensi kerja industri konstruksi harus dibangun dengan analisis software yang akurat, bahkan di beberapa negara sudah menggunakan AI untuk analisis manajemen konstruksi. Selain itu, aplikasi software AI dan perkembangan mesin konstruksi telah menjelma berbagai ragam inovasi seperti robot konstruksi dan 3D printer yang bisa mencetak bangunan dengan akurat, cepat, dan efisien.

Baca Juga:  Penggunaan Graphene Oxide untuk Perlindungan Beton

Pengusaha Chairul Tanjung menilai inovasi dan kreativitas sebagai kunci utama bagi dunia usaha dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam diskusi kuliah umum Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (17/1/2018) pengusaha yang kerap disapa CT itu mengatakan inovasi dan kreativitas menuntut siapa pun untuk bisa menang dalam kompetisi di era teknologi seperti saat ini.

“Dalam era 4.0, kompetisi itu berubah. Kalau dulu yang menang itu yang lebih efisien dan produktif, sekarang dengan perubahan teknologi dan generasi, untuk menang butuh inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship,” katanya.

Menurut CT, efisiensi dan produktivitas hanya akan membuat pengusaha sekadar bertahan. Padahal untuk bisa menang bersaing, dibutuhkan inovasi dan kreativitas selain efisiensi dan produktivitas.

Baca Juga:  Lithium Ion Vs LiFePo4, Perbedaan Baterai Lithium Ion Vs Lifepo4

“Kita siap tidak? Untuk efisiensi dan produktivitas saja kita belum menang, sekarang tantangannya bertambah. Makanya, kita butuh sumber daya manusia yang luar biasa untuk bisa menang kompetisi dan maju ke depan,” tutur mantan Menko Perekonomian itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam kuliah umumnya bertajuk Indonesia and The World: Future Trajectory, Opportunity and Challenges juga menekankan pentingnya inovasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

JK menyebut inovasi di tengah perubahan teknologi yang ada saat ini diharapkan dalam membuka peluang baru untuk membuka lapangan kerja alih-alih tergantikan oleh teknologi.

“Jadi, kita intinya harus berinovasi. Inovasi kepada hal yang baru yang diakibatkan oleh perubahan teknologi,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Baca Juga:  Dulux Painter Academy Terbitkan Sertifikasi Tukang Cat

Kuliah umum yang digelar Universitas Paramadina dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman itu dihadiri pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Staf Ahli Wapres yang juga pengusaha, Sofjan Wanandi.

Kata Kunci:

perkembangan revolusi industri pd konstruksi,revolusi industri konstruksi

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker