Pertukangan Bangunan

Retak Struktur Pada Bangunan, Penyebab dan Solusinya

Retak Struktur Pada Bangunan, Penyebab dan Solusinya. Retak pada bangunan bisa terjadi karena berbagai faktor. Kesalahan perhitungan, salah pencampuran bahan, atau bahkan karena faktor pergerakan lahan. Secara umum keretakan pada bangunan bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu retak Struktur dan retak non-struktural. Berikut ini akan kita bahas lebih dahulu tentang retak struktur pada bangunan

Retak Struktur Pada Bangunan

Retak struktur terjadi akibat penurunan bidang pendukung (settlement), yang dapat berupa tanah, pondasi, maupun elemen struktur bangunan lainnya. Penurunan pada suatu bangunan biasa terjadi, tetapi akan timbul masalah jika penurunan tersebut terjadi tidak secara bersamaan, sehingga terjadi perubahan elevasi yang tidak seragam.

Pada bangunan rumah sederhana satu lantai, sloof dan ring balk menjadi elemen yang sangat penting untuk mengikat struktur menjadi satu bagian yang solid. Penurunan settlement umumnya terjadi pada dua tempat yang berbeda, yaitu pada sudut-sudut dinding atau pada ujung dinding yang retak. Keretakan ini disebabkan oleh penurunan bidang susut atau ujung dinding, akibat penurunan satu bidang karena perbedaan bidang pendukung dan daya dukungnya, atau akibat pemadatan tanah yang tidak merata.

Baca Juga:  Standar Keahlian yang harus Dikuasai Oleh Tukang Batu

Karakteristik lain dari retak jenis ini adalah keretakan akan lebih lebar pada bagian atas dan semakin menyempit pada bagian bawah. Di samping akibat pemadatan yang tidak merata, keretakan jenis ini juga dapat disebabkan karena erosi tanah di bawah fondasi akibat aliran air di dalamnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kontrol terhadap aliran air di sekitar fondasi.

Penyebab lainnya adalah pembebanan pada dinding yang tidak merata sehingga menimbulkan beban terkonsentrasi pada satu bagian, sedang pada bagian lainnya tidak, Pada rumah sederhana, pembebanan yang berlebih biasanya terjadi dari peletakan beban kuda-kuda yang tidak dapat langsung diterima oleh kolom di bawahnya, tetapi meletakkan beban kuda-kuda pada dinding. Retak jenis ini mempunyai tipe yang berbeda dari retak yang sudah diuraikan tadi, yaitu keretakan yang terjadi lebih kuat i daripada retak pada bagian dinding yanq lain.

Baca Juga:  Beton Prategang (Pratekan), Keunggulan dan Pembuatan Beton Pratekan

Selain retak, masalah lain yang sering terjadi adalah lepas ikatan. Penyabab utama lepas ikatan adalah kulit tembok bagian luar yang terkena udara akan lebih susut dibandingkan bagian dalam yang bersentuhan dengan tembok, terutama pada plesteran yang tebal.

Untuk mencegah lepas ikatan, dapat dilakukan dengan cara:

  • Membersihkan lapisan tembok dari debu dan minyak.
  • Membiarkan tembok mencapai kelembapan yang wajar.
  • Mengaplikasikan lapisan kamprot untuk memperbaiki ikatan.
  • Menggunakan admixture pengikat (bonding agent) sesuai dengan petunjuk Pabrikan.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami