Mengenal Kabel Las SMAW dan Bagian-bagiannya

Mengenal Kabel Las SMAW dan bagian-bagiannya. Kabel las (Lead superfleksibel) digunakan untuk menghantar arus dari mesin pengelasan ke benda kerja dan sebaliknya. Seperti terlihat pada gambar dibawah. Kabel las terdiri dari Lead yang dilapisi dengan karet, kain, dan penguat lapisan fabric, seperti ditunjukkan dalam gambar. holder elektroda dikenal sebagai Lead elektroda. Lead dari benda kerja ke mesin dikenal sebagai Lead benda kerja.
Tegangan pada Lead bervariasi antara 14 dan 80 Volt. Lead terdiri dari beberapa ukuran, Semakin kecil nomornya, semakin besar diameter Lead. Tabel dibawah ini menunjukkan daftar ukuran dan kapasitas arus untuk Lead tembaga. Lead harus fleksibel agar bisa mereduksi regangan pada tangan welder ketika sedang mengelas, dan juga memudahkan instalasi kabel.
Untuk tujuan fleksibelitas ini, digunakan 800 sampai 2500 kawat pada masingmasing kabel. Kabel listrik berdiamater sama harus digunakan pada Lead elektroda maupun Lead benda kerja. Panjang Lead mempengaruhi ukuran kapasitas mesin las.
Daya hantar arus Lead alumunium sebesar 61% dari Lead tembaga. Untuk kapasitas arus tertentu, diameter Lead alumunium lebih besar dibandingkan Lead tembaga. Lead alumunium biasanya menggunakan alumunium murni, alumunium semi-annealed, dan alumunium electrolytic.

Konektor Kabel Las SMAW ( Lead)
Untuk menghantarkan arus secara konsisten yang digunakan dalam pengelasan, semua bagian dalam sirkuit pengelasan harus di desain dengan baik termasuk terminalnya.
Lead tembaga atau alumunium diikatkan pada mesin las dan benda kerja dengan terminal yang dilapisi atau yang tidak dilapisi.
Terminal yang tidak dilapisi disebut lugs seperti ditunjukkan pada gambar disamping. Lug ini disolder atau dilekatkan secara mekanis pada Lead, seperti ditunjukkan pada gambar. Lug merupakan alat tetap untuk menempelkan kabel elektroda dan kabel benda kerja kepada mesin atau meja kerja.
Sambungan harus tahan lama dan harus memiliki tahanan rendah agar sambungan tidak mengalami overheat selama pengelasan. Arus akan mengalir tidak stabil jika sambungannya longgar.

Juga terdapat jenis sambungan untuk menghubungkan satu Lead ke Lead lain. Metode penyambungan terminal pada Lead dengan cara sebagai berikut:
1. Mekanik
2. Penyolderan
3. Pematrian
4. Pengelasan
Penjepit alumunium digunakan pada penyambungan kabel alumunium dengan pemegang elektroda dan dengan terminal lain. Namun lead juga dapat dipatri alumunium pada sambungan alumunium maupun sambungan tembaga. Sebaiknya tidak melakukan penyambungan dengan cara pembengkokan, hal ini disebabkan lead cenderung memisah dari terminalnya jika disambung dengan cara pembengkokan. Sambungan mekanik harus kuat dan bersih.
Holder Kabel Las SMAW
elektroda adalah bagian peralatan las busur yang dipegang oleh welder ketika mengelas. Holder ini digunakan untuk menahan elektroda logam atau karbon. Lead elektroda biasanya disambung dengan holder elektroda dengan menggunakan penyambung mekanik didalam handle elektroda.
Handle terbuat dari bahan pelapis yang mempunyai tahanan panas tinggi dan tahanan listrik yang rendah. Holder elektroda dibuat untuk menyeimbangkan pegangan tangan welder. Ada sejumlah metode yang digunakan untuk menjepit elektroda dalam holder.

Salah satunya metode adalah konstruksi pincer dan memiliki sebuah pegas untuk menghasilkan tekanan sehinnga diperoleh sambungan yang baik antara holder dan elektroda.
Daerah kontak antara elektroda dengan holder elektroda seharusya bersih. Pembersihan daerah kontak dengan menggunakan sikat kawat. Rahang holder elektroda juga harus dibersihkan dengan menggunakan ampelas atau alat lain yang sesuai. Pada waktu melakukan pengelasan yang berat, seharusnya holder elektroda dilengkapi dengan shield (plat kecil tahan panas). Shield ini untuk mencegah panas radiasi dari las ke tangan welder.




Terima kasih atas penjelasannya