Teknologi dan Inovasi

Ini 5 Tanda CCTV Anda Telah Diretas dan Diakses Orang Lain!

Peretasan CCTV merupakan hal yang mengerikan karena suatu perangkat yang Anda yakini sebagai pelindung ternyata menjadi pintu masuk bagi tindak kejahatan lain. Banyak orang terlalu fokus tentang bagaimana agar suatu tempat menjadi lebih aman dengan bantuan kamera pengawas. Namun hal yang kerap kali diabaikan adalah bagaimana cara mengamankan CCTV dari peretasan.

Sampai suatu hari, Mashable memberitakan bahwa seorang ibu di Houston, Texas mendapati bahwa CCTV di kamar anaknya telah diretas. Peretas kemudian menyiarkan langsung rekaman CCTV di kamar tersebut di suatu platform. Kejadian ini tentu sangat menyeramkan dan mengancam keamanan Anda dan keluarga. Selain itu, peretasan CCTV juga membuat data, privasi, dan properti berharga dapat diakses oleh orang tak bertanggung jawab.

Sebagai sebuah perangkat berbasis internet, tentu CCTV mudah diretas. Apalagi jual-beli data illegal berupa username dan password berbagai akun masih sulit diberantas. Peretas atau hacker dapat mengakses kamera CCTV Anda kemudian mengambil rekamannya, menontonnya, bahkan bisa menyiarkannya langsung di layanan streaming.

Baca Juga:  4 Cara Mengamankan Drone dari Peretasan Hacker

Anda harus melakukan langkah preventif dengan meningkatkan keamanan dasar pada perangkat CCTV Anda. Di luar itu, Anda juga harus selalu mengamati CCTV agar menyadari apakah CCTV Anda sedang diretas atau tidak. Simak 5 tanda CCTV telah diretas berikut ini sebagai acuan.

1. Suara Aneh pada CCTV

Sebenarnya sebagian besar kasus peretasan CCTV sangat sulit dideteksi dari awal. Namun hal yang paling jelas adalah jika perangkat CCTV mengeluarkan suara aneh, maka sudah pasti CCTV tersebut sedang diretas. CCTV tidak sewajarnya mengeluarkan suara karena kerjanya senyap, jika mengeluarkan suara aneh mungkin saja seseorang sedang memantau tempat Anda. Peretas bisa jadi mengaktifkan fitur audio untuk menguping percakapan di tempat tersebut. Bahkan ada kejadian di mana peretas melakukan interaksi audio dengan anak-anak melalui CCTV.

2. Pergerakan Kamera Abnormal

Selalu perhatikan pergerakan dan arah kamera CCTV. Jika Anda menyadari bahwa kamera tersebut seperti sedang mengikuti arah gerak Anda, maka sangat besar kemungkinan perangkat tersebut telah diretas. Hal ini dikarenakan seorang hacker yang berhasil meretas CCTV berarti bisa mengambil alih kontrol atas kamera. Pergerakannya akan terlihat tidak normal karena mengarah ke posisi berbeda dari biasanya.

Baca Juga:  Gangguan Umum pada Kualitas Gambar Kamera CCTV dan Penyebabnya

3. Perubahan Pengaturan Keamanan

Penting untuk selalu rutin memerika pengaturan kemanan pada perangkat CCTV. Jika ada perubahan seperti setting yang beralih menjadi default, berarti seseorang telah mengakses kamera Anda. Hacker kadang meretas hanya untuk menunjukkan keahliannya sehingga ada yang meninggalkan pesan seperti “update firmware” dan sejenisnya.

4. Lampu LED Berkedip Acak

Webcam ataupun CCTV sangat mungkin telah diretas jika lampu LED berkedip terus menerus secara acak. Apabila mendapati hal tersebut, segera lakukan boot ulang pada komputernya. Jika setelah 10 menit lampu kembali berkedip, buka opsi Task Manager dan klik “processes” kemudian search dengan kata kunci “winlogon.exe”. Setelah itu, jika muncul salinan program lebih dari satu, langsung putuskan jaringan internet dari komputer. Nyalakan anti-virus untuk memindai sistem dan pastikan komputer bersih dari Trojan.

Baca Juga:  Inilah Aneka Jenis Kamera CCTV yang Umum Digunakan

5. Lonjakan Aliran Data

Selain tanda-tanda fisik pada kamera CCTV, salah satu tanda sebuah perangkat telah diakses orang lain adalah adanya lonjakan aliran data. Anda bisa melacak aliran datanya melalui jaringan yang Anda pakai untuk CCTV. Jika sekiranya adanya peningkatan traffic yang siginifikan, Anda harus waspada. Apalagi jika data menunjukkan adanya proses login yang tidak biasa pada rekaman video CCTV.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker