Pengetahuan kayu

cara dan Teknik Pengawetan Kayu Basah

cara dan Teknik Pengawetan Kayu Basah. Kayu yang berasal dari hutan rakyat umunya berdiameter kecil dan mempunyai sifat yang lebih rendah dibandingkan kayu hutan alam (Martawijaya, 1990). Salah satu sifat yang kurang menguntungkan pada kayu dari hutan rakyat adalah keawetannya yang rendah.

Teknik pengawetan Kayu yang dipilih berpengaruh kepada hasil pengawetan. Pemilihan cara pengawetan selain tergantung kepada tempat di mana akan digunakan, perlu juga dipertimbangkan faktor jenis dan keadaan kayu, bahan pengawet yang digunakan serta faktor ekonomisnya. Karena tidak semua teknik pengawetan dapat mencapai nilai retensi yang ditentukan.

Oleh karena itu dalam standar pengawetan kayu biasanya hanya mencantumkan teknik tertentu. Contoh, dalam standar pengawetan kayu perumahan dan gedung disebutkan empat metode, yaitu vakumtekan, rendaman panas, rendaman dingin dan difusi (Anonim, 1999) dan dalam standar pengawetan tiang kayu hanya mencantumkan proses sel penuh.

Teknik pengawetan selain berpengaruh terhadap retensi, juga terhadap penembusan atau penetrasi bahan pengawet ke dalam kayu, yang dinyatakan dalam mm. Nilai penembusan juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam standar pengawetan kayu yang besarnya bergantung kepada komoditas yang diawetkan. Sebagai contoh, nilai penembusan untuk kayu perumahan dan gedung minimum10 mm dan untuk tiang kayu minimum 25 mm.

Baca Juga:  Pengeringan Kayu dengan Vacuum Kiln Dryer Lebih Cepat dan Ramah Lingkungan

 

Metode Pengawetan Kayu: Pelaburan dan Penyemprotan

Pelaburan dan penyemprotan Beberapa jenis kayu seperti ramin (Gonystylus bancanus Kurz),meranti (Shorea spp.), pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vr.), karet (Heveabrasiliensis Muell. Arg.) dan jelutung (Dyera spp.) baik dalam bentuk dolok segar yang baru ditebang dan papan basah yang baru digergaji, mudah sekali diserang jamur biru dan kumbang amborosia .

Untuk mencegah serangan jamur biru dan kumbang ambrosia pada dolok dan pada kayu gergajian basah dapat dipergunakan pestida yang sesuai dengan cara penyemprotan, pelaburan dan pencelupan atau dengan bantuan konveyor, kayu dilewatkan pada bak yang berisi larutan pengawet sampai seluruh permuakan kayu basah.

Banyaknya larutan yang diserap kira-kira 150- 200 ml/m2 permukaan kayu dan untuk memperoleh hasil baik, pelaburan diulangi 2-3 kali setelah laburan pertama dan kedua kering.

 

Metode Pengawetan Kayu: Difusi

Ada tiga metode pengawetan secara difusi yang lazim dipraktekkan secara komersial menggunakan senyawa boron (Boric Acid Equivalent =BAE) yaitu pemanasan dan rendaman dingin (steaming and cold quench), rendaman panas (hot immersion) dan pencelupan (momentary immersion) (Anonim, 1962).

Proses difusi terdiri dari dua tahap, yaitu pertama tahap pemasukan bahan pengawet pada permukaan atau di bagian luar kayu; kedua tahap penyimpanan (diffusion storage) agar proses difusi berlangsung dengan baik. Proses pemasukan bahan pengawet dapat dilakukan dengan cara:

  • Pemanasan dan Rendaman Dingin
Baca Juga:  Harga Kayu Jati Perhutani Perkubik Log dan Olahan

Cara ini digunakan apabila kayu yang akan diawetkan masih basah bercampur dengan kayu yang sudah kering. Kayu yang akan diawetkan ditumpuk secara teratur di dalam ruang atau tangki pengawetan. Antara tumpukan dipasang kayu pengganjal (sticker) berukuran tebal 1,25 cm. Ke dalam ruang tersebut dialirkan uap panas, suhu 82°C selama beberapa jam.

Lama waktu pengaliran uap panas bergantung ukuran tebal kayu. Untuk papan tebal 2,5 cm pemberian uap panas minimum 3 jam. Selesai pemberian uap, ke dalam ruang tersebut segera dimasukkan larutan bahan pengawet encer (2% – 3%), kayu dibiarkan terendam selama 15 jam, kemudian larutan dikeluarkan kembali ke dalam bak persediaan.

Kayu yang telah diawetkan disimpan dalam ruang tertutup sedemikian rupa sehingga proses difusi berlangsung dengan baik. Lama penyimpanan (diffusion storage) beberapa minggu bergantung kepada jenis dan ukuran tebal kayu yang diawetkan.

 

  • Rendaman panas

Cara ini lazim digunakan pada pengawetan kayu gergajian yang masih basah atau lembab, maksimum 14 hari setelah proses penggergajian. Seperti cara pertama, kayu yang akan diawetkan ditumpuk secara teratur di dalam ruang atau tangki pengawetan. Ke dalam ruang tersebut dimasukkan larutan bahan pengawet encer (3% – 6%), panas pada suhu 82°C selama beberapa jam bergantung ukuran tebal.

Baca Juga:  Metode Vakum Tekan untuk Pengawetan Kayu Skala Industri

Untuk papan yang berukuran tebal 2,5 cm lama waktu perendaman panas berkisar antara 2 – 4 jam. Selesai perendaman kemudian larutan dikeluarkan kembali ke dalam bak persediaan. Kayu yang telah diawetkan disimpan dalam ruang tertutup sedemikian rupa sehingga proses difusi berlangsung dengan baik. Lama penyimpanan (diffusion storage) beberapa minggu bergantung kepada jenis dan ukuran tebal kayu yang diawetkan.

 

  • Pencelupan

Proses difusi dengan cara pencelupan, pelaburan dan penyemprotan prinsip kerjanya sama dengan cara pertama dan kedua. Bedanya, pada cara ini digunakan larutan bahan pengawet dengan konsentrasi tinggi berkisar antara 20% – 40%. Pelaburan dilakukan bagi kayu yang ukuran besar tetapi jumlahnya sedikit.

Apabila kayu yang akan diawetkan jumlahnya banyak, kayu tersebut diikat dalam ikatan besar (bundel), kemudian dicelupkan ke dalam larutan yang sudah disiapkan. Kayu yang telah diawetkan disimpan dalam ruang tertutup sedemikian rupa sehingga proses difusi berlangsung dengan baik. Lama penyimpanan (diffusion storage) beberapa minggu bergantung kepada jenis dan ukuran tebal kayu yang diawetkan.

 

 

Komentar

comments

Tags
bahan Pengawetan kayu cairan Pengawetan kayu cara Pengawetan kayu harga pengawet kayu metode Pengawetan kayu Pengawetan kayu Pengawetan kayu basah teknik Pengawetan kayu

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker