News

Drone Canggih China yang Akan Dikirim Ke Rusia, Membuat Amerika Gusar

Teknologi Drone Canggih China yang Murah dan Siap tempur Segera Dikirim ke Rusia

Rencana China mengirimkan beberapa teknologi untuk memperkuat militer Rusia seperti Drone,Amunisi, dan peralatan komunikasi, Mendapat rekasi sangat keras dari Amerika.

Amerika Serikat (AS) berikan janji mengerikan ke China, jika negara tersebut mengirimkan senjata ke Rusia untuk perang di Ukraina.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, pada Minggu (26/2/2023), mengungkapkan janji tersebut.

Ia mengatakan China akan mendapatkan kerugian nyata jika kirim senjata mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

“Dari sudut pandang kami sebenarnya, perang ini memberikan komplikasi yang nyata ke Beijing, dan Beijing harus membuat keputusan sendiri tentang bagaimana kelanjutannya, apakah akan memberikan bantuan militer,” ujarnya dikutip dari CNN.

“Tetapi jika akhirnya dilakukan, itu akan menjadi kerugian nyata bagi China. Dan saya pikir para pemimpin China mempertimbangkan hal itu saat mereka membuat keputusan,” kata Sullivan.

Ia mengatakan saat melakukan pembicaraan dengan China, pihaknya telah menekankan bahwa AS tak hanya membuat ancaman langsung.

“Kami hanya memaparkan taruhan dan konsekuensinya, bagaimana hal-hal akan terungkap. Dan kami melakukannya dengan jelas dan secara khusus di balik pintu yang tertutup,” tuturnya.

Komentar Sullivan datang pada saat kritis dalam perang di Ukraina.

AS memiliki laporan intelijen bahwa pemerintah China sedang mempertimbangkan menyediakan Rusia dengan drone dan amunisi untuk digunakan dalam perang.

Baca Juga:  DJI Mini 2 SE, Diupgrade dan Mulai Dijual di Indonesia

Menurut sumber yang akrab dengan intelijen itu, China tampaknya belum membuat akhir mengenai pengiriman senjata ke Rusia.

Hal tesebut dilaporkan karena negosiasi antara Rusia dan China tentang harga dan ruang lingkup peralatan sedang berlangsung,

Sumber tersebut mengatakan, sejak menginvasi Ukraina, Rusia berulang kali meminta drone dan amunisi dari China.

Kepemimpinan China sendiri secara aktif telah berdebat selama beberapa bulan terakhir apakah akan mengirim bantuan atau tidak.

Drone China Murah dan kapable

Drone bersenjata China yang murah dan ‘cukup baik’ mendominasi pasar dunia karena kontrol ekspor AS. Drone Ini memeiliki kemapuan untuk merubah peta pertempuran jika dikirim ke Rusia.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Myanmar, Irak hingga Ethiopia menjadi pelanggan setia pembelian drone. Semakin banyak militer di seluruh dunia menimbun drone tempur buatan China untuk melakukan serangan udara.

Seperti halnya di Yaman, koalisi pimpinan Saudi telah mengirim pesawat China atau yang dikenal sebagai kendaraan udara tanpa awak atau UAV. Pesawat tanpa awak ini menjadi bagian dari kampanye udara yang telah menghancurkan dan menewaskan lebih dari 8.000 warga sipil Yaman dalam delapan tahun terakhir.

Sementara di Irak, penggunaan drone China untuk melakukan lebih dari 260 serangan udara terhadap target ISIL (ISIS) pada pertengahan 2018, dengan tingkat keberhasilan hampir 100 persen.

Baca Juga:  Trina Solar Mulai Pengiriman Pertama Modul Panel Surya 670 W Vertex

Kemudian di Myanmar, militer yang dipersenjatai dengan drone China telah melakukan ratusan serangan udara terhadap warga sipil dan kelompok etnis bersenjata yang menentang perebutan kekuasaannya dua tahun lalu.

Dilansir dari Aljazeera, data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), yang melacak transfer senjata global, menunjukkan China telah mengirimkan sekitar 282 drone tempur ke 17 negara dalam dekade terakhir. Banyaknya pengiriman menjadikannya pengekspor pesawat bersenjata terkemuka di dunia. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat yang memiliki UAV tercanggih di dunia, hanya mengirimkan 12 drone tempur pada periode yang sama ke Prancis dan Inggris.

Dominasi China atas pasar global untuk drone tempur selama dekade terakhir sebagian disebabkan oleh upaya besar yang didanai negara. Hal ini menjadi upaya China meningkatkan angkatan bersenjata negara ke “standar kelas dunia”. Presiden China Xi Jinping menggambarkan drone mampu “mengubah skenario perang secara mendalam” dan berjanji selama Kongres Partai Komunis tahun lalu untuk “mempercepat pengembangan kemampuan tempur tak berawak dan cerdas”.

John Schaus selaku peneliti senior di Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) mengatakan Drone adalah bagian penting dari konsep perang terinformasi China. “Kemampuan canggih seperti ini memungkinkan China melakukan misi jauh dari perbatasannya dengan infrastruktur atau risiko politik yang jauh lebih sedikit daripada jika personel militernya hadir secara fisik,” katanya.

Baca Juga:  Apa Itu USB? Cara Kerja, Tipe, Kelebihan dan Kelemahan USB

Drone terlaris China, Caihong 4, hampir identik dengan MQ-9 Reaper buatan AS, sedangkan Wing Loong 2 yang populer mirip dengan Predator MQ-1 buatan AS. Banyak program UAV China menunjukkan minat Beijing dalam menciptakan platform yang lebih baik daripada mitra barat mereka. Wing Loong 2 dan 3 adalah contohnya. Berdasarkan pernyataan dari Perusahaan China, kedua UAV ini tidak hanya lebih cepat dari Amerika, tetapi juga mampu membawa muatan senjata yang lebih besar.

Meski serupa dalam desain dan kemampuan dengan drone buatan AS, pesawat China juga jauh lebih murah, membuatnya lebih menarik bagi pembeli global. Misalnya, CH-4 dan Wing Loong 2 diperkirakan menelan biaya antara $1 juta dan $2 juta, sedangkan Reaper berharga $16 juta dan Predator $4 juta.

Dari segi pemasaran, China menawarkan syarat pembayaran yang fleksibel khususnya pada negara-negara yang “tidak kaya”. “Perusahaan China menyadari bahwa negara-negara di Afrika Utara tidak kaya, dan memungkinkan mereka untuk tidak membayar tunai, tetapi dengan cicilan, terkadang bahkan untuk menukar drone dengan sumber daya alam lokal seperti mineral,” ucapnya.

droneSumber: CNN

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami