Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Pengetahuan kayu

Faktor Biologis Kerusakan Kayu Akibat Serangan Organisme Perusak

Faktor Biologis Kerusakan Kayu Akibat Serangan Organisme Perusak. Artikel ini merupakan artikel berseri tentang pengawetan dan masalah kerusakan kayu. untuk mengetahui penyebab kerusakn kayu secara fisis dan kimiawi silahkan baca artikel berikut:

Sebagai benda hidup, kayu memiliki sifat yang kurang menguntungkan karena adanya kemungkinan terjadi perusakan biologis oleh serangan organisme tertentu. Organisme perusak kayu banyak sekali ragamnya, tetapi yang terpenting dapat digolongkan sebagai berikut:

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Jamur Pelapuk Kayu

Serangan jamur pelapuk kayu akan menghancurkan komponen utama dinding sel kayu. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya sifat mekanis kayu. Komponen utama dinding sel adalah lignin dan selulosa, sedangkan jamur dari kelas Bosidiomycetes ini memiliki kemampuan merombak lignin dan selulosa sehingga dengan sendirinya kekuatan kayu akan berkurang, bahkan bisa rusak.

Beberapa jenis jamur hanya merombak seluloso, sehingga warna kayu yang dirombaknya berubah menjadi cokelat, sesuai dengan warna lignin yang tersisa. Oleh sebab itu, jamur tersebut dinamakan brown rot.

Pada jenis lain dijumpai warna kayu menjadi putih pucat akibat serangan jamur yang merombak seluloso dan lignin sehingga jamur tersebut dikenal dengan nama white rof. Serangan brown rot pada umurnya lebih cepat menurunkan kekuatan kayu dibandingkan dengan serangan white rot Kekuatan kayu yang dipengaruhi jamur ini berturut-turut adalah keteguhan pukul, keteguhan lentur, keteguhan tekan, kekerasan, dan elastisitas.

Baca Juga:  Metode Pengawetan Kayu dengan Pencelupan dan Perendaman

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Jamur Pelunak Kayu

Kekuatan kayu yang teserang oleh jamur pelunak kayu ini akan turun karena jamur ini menyerang lapisan tengah dinding sel. Serangan jamur dari kelas Ascomycetes ini terutama dijumpai pada kayu yang berhubungan dengan tanah atau air. Salah satu jenis yang terkenal dan terdapat di mana-mana adalah Chaetomium globusum kunze.

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Jamur Pewarna Kayu

Serangan jamur ini lebih banyak ditemukan pada kayu yang basah atau masih segar. Berbeda dengan kedua jenis jamur yang telah disebutkan sebelumnya, jamur ini tidak merombak dinding sel, tetapi hidup dari zat pengisi sel. Meskipun serangan jamur ini tidak menurunkan kekuatan kayu, mutu kayu akan turun karena pewarnaan yang ditimbulkannya.

Jamur pewarna dari kelas Ascomycetes ini mula-mula tumbuh pada permukaan kayu, kemudian dengan cepat sekali menembus ke dalam kayu sehingga kayu menjadi berwarna kelabu kebiru-biruan sampai hitam kotor.  Jamur pewarna kayu yang umum dijumpai di daerah tropis adalah berasal dari genus Ceratocytis dan Diplodia.

Baca Juga:  Mengenal Kayu Nyatoh, Kegunaan dan Harga Kayu Nyatoh

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Rayap Kayu Kering

Jenis rayap ini menyerang kayu yang berada dalam keadaan kering. Serangannya ditemukan pada hampir semua jenis kayu yang ringan dan tidak awet. Rayap menggunakan seluloso sebagai bahan makanan sehingga kekuatan kayu menjadi hilang.

Serangan rayap dari famili Kalotremitidae initidak mudah tampak dari luar. Namun, bagian dalam kayu sudah rusak berat, berlubang-lubang akibat gerekan rayap, bagian permukaan kayu masih tampa kutuh. Ada nya kotoran berbentu k butiran halus menjadi tanda adanya serangan rayap kering ini. Bila diperhatikan secara saksama, hanya akan tampak lubang halus sebesar ujung jarum pada permukaan kayu.

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: RayapTanah

Jenis rayap ini umumnya menyerang kayu yang berhubungan dengan tanah, misalnya tiang listrik atau rel kereta api. Meskipun demikian, rayap ini juga menyerang kayu yang tidak berhubungan langsung dengan tanah, melalui terowongan yang dibuat dari dalam tanah.

Di lndonesia terdapat dua famili rayap tanah, yaitu Rhinotermitidae dan Termtidae. Sarangnya pada umumnya terdapat di dalam tanah. Agar dapat hidup dan berkembang biak, rayap ini harus selalu berhubungan dengan tanah untuk mendapatkan persediaan air.

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Bubuk Kayu Kering

Bubuk kayu kering yang tampak pada kayu adalah akibat serangan serangga dari ordo Coleoptera. Akibat yang ditimbulkan mirip dengan serangan rayap kayu kering, yaitu kayu menjadi rapuh dari dalam. Biasanya bubuk kayu ini menyerang kayu yang sudah kering, misalnya bagian rumah dan mebel.

Baca Juga:  Video Proses Bandsaw Kayu untuk Pasar Ekspor

Bubuk kayu kering initerutama dapat ditemukan pada jenis kayu yang banyak mengandung zat tepung. Serangan bubuk kayu dapat ditandai dengan adanya kotoran yang berbentuk tepung halus sebagai akibat gerekan serangga. Pada permukaan kayu akan tampak lubang keluar serangga dewasa.

 

Faktor Biologis kerusakan kayu: Bubuk Kayu Basah

Bubuk kayu basah diakibatkan serangan kumbang Ambrosia darifamili Solytidoe dan Plotypodidae. Pada umumnya mereka menyerang kayu basah karena serangga ini memerlukan kadar air yang relatif tinggi, yaitu di atas 4O% Kayu yang berkadar air di bawah 25olo sudah tidak dapt diserang oleh kumbang ini.

Serangan kumbang ini menyebabkan kualitas kayu turun akibat adanya lubang gerekan dan warna kehitaman yang ditimbulkan kemudian. Kayu yang diserang oleh kumbang ini akan menunjukkan lubang bulat kecil dengan diameter sekitar 0,5-2mm. Dinding lubang gerekan akan ditumbuhi jamur yang merupakan makanan bagi kumbang Ambrosia. Pertumbuhan jamur ini menimbulkan warna kehitaman pada dinding lubang gerek.

 

Komentar

comments

Tags
blue stain kayu bubuk kayu faktor biologis kerusakan kayu faktor kerusakan kayu jamur kayu kerusakan kayu rayap kayu

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker