Pengetahuan kayuTips & Trik

Membuat Kayu Tahan Air Dengan Bahan Alami Tanpa Pelapis Kimia

Membuat Kayu Tahan Air Dengan Bahan Alami Tanpa Pelapis Kimia. Kayu yang tidak diberi perlakuan khusus cenderung mudah membusuk, membengkok, ataupun retak/pecah. Untuk memperpanjang umur kayu, Anda dapat menanganinya dengan produk yang membuatnya tahan air. Pertimbangan untuk membuat kayu tahan air, biasanya dilakukan terhadap kayu yang terus-menerus terpapar cuaca, seperti furnitur untuk beranda atau teras belakang rumah. Pertimbangan untuk membuat kayu tahan air juga umum dilakukan pada kayu untuk material interior dan permukaan dapur.

 

Membuat kayu tahan Air: Gunakan Minyak Organik

Tentukan jenis minyak yang akan digunakan. Tiga jenis minyak yang biasa digunakan untuk membuat kayu tahan air adalah minyak Linseed Oil, minyak walnut, dan minyak tung. Minyak tung secara khas ditemukan sebagai campuran dalam sebagian besar produk komersial. Minyak tung mentah sering kali lebih mahal daripada minyak jenis lain, sehingga biasanya digunakan pada proyek kayu yang lebih kecil. Minyak walnut adalah produk yang sama yang akan Anda temukan pada minyak zaitun (olive oil) di toko bahan pangan. Terkait dengan alergi pada biji-bijian, minyak walnut tidak dapat digunakan secara komersial.

  • Minyak Linseed oil atau biji rami dapat dibeli di toko online atau sebagian besar bengkel perbaikan DIY (Do It Yourself—kegiatan membuat/memperbaiki sendiri barang-barang keperluan sehari-hari), tetapi banyak dari produk tersebut dijual mentah atau direbus. Minyak biji rami yang direbus mengandung zat pengering logam yang beracun. Anda masih dapat menggunakan produk ini pada perlengkapan untuk beranda luar, tetapi Anda tidak boleh menggunakannya untuk barang apa pun yang akan bersentuhan dengan makanan.
  • Minyak Linseed oil (biji rami) juga dapat dibeli tanpa zat pengering logam. Carilah minyak biji rami mentah jika Anda memerlukan pelapis yang aman untuk perlengkapan kayu tertentu, seperti meja dapur Anda.
  • Anda dapat membuat bahan pelapis yang lebih kuat dan sealant (bahan penambal/perekat atau pengisi celah) dengan cara mencampur terpentin dan cuka apel. Campurlah satu bagian minyak (tung, biji rami, atau walnut), satu bagian minyak terpentin, dan ½ bagian cuka apel. Campuran ini akan menjaga suplai minyak dan akan membuat lapisan akhir dapat bertahan lama.
  • Aduk bahan-bahan dalam wadah logam, seperti stoples kosong. Aduk cairan tersebut sampai semuanya tercampur.
  • Sebenarnya tidak perlu membuat campuran sendiri, tetapi banyak penggemar kayu menyarankan jenis campuran orisinil ini.
  • Siapkan kayu sebelum Anda memoleskan minyak. Setiap permukaan yang tidak sempurna akan terlihat lebih nyata setelah minyak diaplikasikan. Minyak atau campuran minyak akan menonjolkan semua warna pada kayu. Gunakan kertas ampelas tebal atau kikir logam untuk menangani setiap permukaan tidak sempurna yang terlihat. Keriklah dengan ampelas atau kikir logam sampai kayu tersebut tampak rata.
    • Akhiri dengan mengampelas seluruh permukaan menggunakan kertas ampelas halus (grit 220). Pengampelasan bertujuan mempersiapkan permukaan kayu agar dapat menyerap minyak.
    • Usap atau gosok area tersebut dengan kain kering untuk menghilangkan sisa-sisa pengampelasan, sebelum pengaplikasian minyak. Kayu harus kering sebelum Anda melapisinya dengan minyak.
  • Poleskan lapisan pertama. Tuangkan sedikit minyak pada permukaan kain/lap. Jangan memoleskan minyak secara langsung pada kayu. Gosok minyak dengan kain searah serat bergerak dari bagian dalam ke bagian luar. Berhati-hatilah untuk tidak menyentuh minyak sementara proses penyerapan berlangsung. Pusatkan perhatian agar polesan benar-benar rata. Poleskan lebih banyak minyak ketimbang Anda harus menggosok terlalu keras untuk melepaskan minyak dari kain/lap. Jangan biarkan terjadi genangan minyak.
  • Biarkan lapisan mengering. Tunggulah kira-kira 30 menit agar seluruh minyak meresap ke dalam kayu. Usap permukaan kayu dengan kain bersih untuk menghilangkan kelebihan minyak. Diamkan kayu untuk proses pengeringan selama 24 jam, atau sampai kering. Membuat kayu tahan air dengan minyak akan memerlukan waktu lebih lama daripada jika menggunakan sealant.

    • Gosoklah permukaan dengan wol baja “0000” (sangat halus).

     

  • Poleskan dua lapisan minyak lagi. Sekali lagi poleskan lapisan minyak ke permukaan kayu. Ulangi waktu pengeringan yang sama dan ampelas dengan wol baja. Diamkan kayu selama beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum menggunakannya. Anda akan mengetahui bahwa kayu tersebut telah melewati proses pengeringan jika Anda dapat meluncurkan tangan Anda melewati permukaannya dengan lembut.

Membuat lapisan kayu tahan air dengan minyak alami memerlukan waktu pengeringan yang cukup lama. Bahkan hingga 2-3 hari, namun hasilnya akan indah alami dan aman buat kesehatan seluruh penghuni rumah.

Kata Kunci:

pelapisan kayu tahan air

Komentar

comments

Baca Juga:  Kayu Kering Oven, Alasan Kenapa Harus Beli Kayu Kering Oven
Tags
finishing kayu anti air finishing kayu tahan air harga linseed oil lapisan kayu tahan air linseed oil membuat kayu anti air membuat kayu tahan air

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker