Kayu Jati Belanda, Harga Kayu Pinus dan Proses Pengolahannya

Kayu Jati Belanda, harga kayu pinus dan proses pengolahannya. Kayu jati belanda banyak disukai untuk membuat interior gaya minimalis dan rustic. Sebenarnya kayu jati belanda yang umum dikenal saat ini adalah kayu pinus. Kayu pinus banyak ditemukan di wilayah dataran tinggi, namun yabg beredar dan banyak digunakan adalah bekas palet impor.
Kayu pinus memang termasuk kayu lunak yang harus banyak dilakukan proses treatment mulai dari proses penebangan sampai pemasaran. Sebab kayu pinus rentan terhadap jamur, pelapukan, dan juga hama. Oleh karena itu prosesnya harus dilajukan intensif dari mulai penebangan hingga proses pemasaran.
Kayu pinus yang berkuakitas bagus harus segera diproses setelah penebangan. Setelah di potong papan harus segera di stikker (susun stik) agar tidak mudah terserang jamur. Setelah dianginkan kayu pinus biasanya dilakukan trwatment anti jamur dengan vacuum dryer atau penyemprotan. Setelah itu masuk mesin oven untuk mengurangi kadar air. Pada beberapa pabrik, kayu pinus dilakukan pressing untuk pemadaran sehingga kayu menjadi keras dan kuat.
Kayu pinus yang non premium grade biasanya mempunyai banyak mata mati (knots) namun itu justru membuat kesan seni yang indah khususnya untuk furniture gaya rustic. Kayu pinus juga lunak sehingga mudah dukerjakan. Warna kayu yang putih kekuningan dengan motif serat berbunga sangat disukai oleh para kreator.
Harga Kayu Jati Belanda atau Kayu Pinus
Kayu pinus banyak dibudidayakan di luar negeri khusunya daerah new zealand. namun di Indonesia juga dijual di Perhutani khususnya area jawa barat dan area Banyuwangi. Lebih detil harga kayu pinus dilihat di situs penjualan online perhutani www.tokoperhutani.com
Harga log kayu Pinus atau kayu belanda mutu baik dengan diameter 30 cm up biasanya 1 Juta – 1,5 juta/m2. Harga tersebut masih berupa log dan belum diproses menjadi papan. Jika diproses menjadi papan maka rendemen biasanya tinggal 60% tergantung ukuran. Sehingga harga papan pinus idealnya 3 Juta-4,5 Juta/m3.
Namun, banyak kalangan penghobi yang menggunakan kayu pinus bekas palet impor. Kayu pinus bekas palet masih layak digunakan meskipun ada sisa-sisa bekas lubang paku.
Jenis Kayu Pinus dan Data Teknis Kayu Jati Belanda
Pinus Radiata (Radiata Pine)
Area Tumbuh: Australia (740 ribu hektar), Chili (sekitar 1,3 juta hektar), Selandia Baru (1,2 juta hektar), Afrika Selatan dan Amerika. Hutan paling besar untuk kayu ini diketahui adalah dari Chili. Beberapa eksporter juga berasal dari Selandia Baru namun tidak murni plantation. Biasanya Selandia Baru mengekspor kayu ini sudah dalam bentuk S2S atau S4S.
Pohon: Antara 15 – 25 tahun kayu Pinus Radiata bisa memiliki diameter batang 30 – 80 cm dan tinggi antara 15 – 30 meter. Pinus Radiata termasuk jenis pohon yang cepat tumbuh dan berbatang lurus.
Warna Kayu: Kayu teras berwarna merah kecoklatan dan kayu gubal berwarna kuning dan krem. Garis lingkaran tahun pinus radiata lumayan jelas terlihat sehingga garis serat kayu pada pembelahan tangensial bisa terlihat jelas pula.
Densitas: 480 – 520 kg/m3 pada MC 12%
Serat kayu: Cenderung lurus tapi terdapat banyak mata kayu karena pohon pinus radiata memiliki banyak cabang kecil pada batangnya.
Pengeringan: sekitar 12 – 15 hari untuk mendapatkan MC level 12%
Proses mesin: Mudah pengerjaan, termasuk lunak untuk pisau.
PINUS MERKUSII (Merkus Pine)
Area tumbuh: Asia Tenggara meliputi Kamboja, Vietnam, Malaysia, Phillipina, Myanmar dan Laos. Terbesar adalah di area pulau Sumatra di daerah antara Gunung Kerinci dan Gunung Talang. Di Phillipina terdapat di area gunung Mindoro.
Pohon: Bisa mencapai 25 – 45 meter ketinggian dan diameter pohon hingga 1 meter.
Warna Kayu: Kayu teras berwarna coklat kemerahan dan kayu gubal berwarna kuning keputihan.
Densitas: 565-750 kg/m3 pada MC 12%
Serat kayu: Lurus dan sama rata antara kayu gubal dan teras.
Pengeringan: sekitar 12 – 15 hari untuk mendapatkan level MC 12%.



