Konstruksi

Cara Mendapatkan Sertifikat Tenaga Konstruksi dari Kementrian PUPR

 

Cara Mendapatkan Sertifikat Tenaga Konstruksi dari Kementrian PUPR. Untuk menambah jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat, Kementerian PUPR memiliki program percepatan sertifikasi dengan mengembangkan beberapa metode. Untuk tenaga kerja tingkat ahli, akan menggunakan metode distance learning atau belajar jarak jauh berbasis teknologi informasi.

Tenaga kerja yang akan melakukan uji dapat mengakses melalui https://sibima.pu.go.id. Sedangkan untuk tenaga terampil dapat menggunakan metode pengamatan Iangsung di lapangan (on site project), pelatihan mandiri dan menggunakan fasilitas mobile trainning unit (MTU).

Pada metode on site project, tenaga kerja akan disertifikasi langsung di Iokasi kerjanya. Lamanya sekitar dua hari. Sebelumnya, pekerja akan dilatih dulu, untuk kemudian diuji oleh mandor kerjanya. Sebelum melakukan uji, mandor juga harus mendapatkan sertifikasi kompetensi dan instruktur mandiri.

Baca Juga:  Sensor Pintar, Aplikasinya dalam Peningkatan Kualitas Proyek Konstruksi

Sedangkan mobile training unit adalah sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan bahan bahan uji (alat tukang, plumbing, eIektrikal, kayu) dan dapat dimobilisasi hingga ke pelosok wilayah Indonesia.

Selain itu Kementerian PUPR juga bekerjasama dengan lembaga pendidikan melalui program link and match. Melalui program ini para siswa mendapat materi melalui kurikulum yang sudah berbasis industri. Tujuannya adalah siswa saat lulus, akan mendapatkan dua ijazah, yakni ijazah akademis dan sertifikat kompetensi.

Sedangkan pada tingkatan perguruan tingi, saat ini tengah dalam pembahasan penyusunan pedoman link and match dan penyesuaian kurikulum terkait. Diharapkan. melalui program ini, backlog tenaga kerja tersertifikasi dapat diminimalisir dan tersedia sesuai dengan kebutuhan industri serta siap kerja.

Baca Juga:  Penerapan Komputasi Kuantum di Dunia Konstruksi

Adapun tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat akan mendapatkan manfaat lebih dibanding yang tidak, di antaranya jaminan kejelasan besaran imbalan/gaji sesuai dengan standar yang ditetapkan Pemerintah. Jaminan kesehatan/asuransi dan memberikan perlindungan hukum pada profesi.

Peran tenaga kerja konstruksi sendiri sangat penting dalam mendukung program prioritas nasional untuk membangun infrastruktur yang tepat waktu dan berkuaIitas guna mendorong daya saing dan pemerataan hasil hasil pembangunan.

Sektor konstruksi di Indonesia sendiri diperkirakan bernilai Rp 446 triliun atau menyumbang sekitar 14.3% dari PDB Indonesia. Setidaknya dari setiap Rp 1 Triliun pembangunan infrastruktur dibutuhkan 1 14.000 tenaga kerja. Sementara jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi hingga saat ini baru sekitar 702.279 orang, dari total sebanyak 7.7juta tenaga kerja konstruksi. (eds/dna/detik.com)

Baca Juga:  Memacu Produktivitas Tenaga Konstruksi untuk Keberlangsungan Perusahaan

Kata Kunci:

Cara membuat sertifikat pekerja kontruksi,cara mencari sertifikat pekerja proyek,cara mendapatkan sertifikasi tukang ahli listrik di kementrian pupr,cara mendapatkan sertifikat konstruksi,cara mendapatkan sertifikat pekerja konstruksi,cara mendapatkan sertifikat tenaha kerja konstruksi,Persyaratan pengurusan sertifikat tenaga kerja kontruksi gresik

Komentar

comments

Tags

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker