Pengetahuan kayu

Bahan Pengawet Kayu yang Sering Digunakan di Industri Perkayuan

Bahan Pengawet Kayu yang Sering Digunakan di Industri Perkayuan. Bahan pengawet Kayu adalah suatu senyawa kimia yang bila dimasukkan ke dalam kayu, dapat meningkatkan ketahanan dan keawetan kayu dari serangan faktor perusak biologis. Hal ini berarti bahan pengawet yang digunakan dalam pengawetan harus mampu mencegah serangan rayap tanah, rayap kayu kering, bubuk kayu kering, dan jamur perusak kayu.

Jenis bahan pengawet di lndonesia dibagi menjadi empat golongan, yaitu:

  • Golongan CCA, misalnya tanalith, kemira, celcure, dan osmose;
  • Golongan CCB, misalnya wolmanit, diffusol, dan impralit;
  • Golongan CCF, misalnya basilitp; dan
  • Golongan BFCA, misalnya koppers.

Semua bahan pengawet tersebut memiliki persyaratan penembusan dan retensi masing-masing. Nilai penembusan (penetrasi) bahan pengawet dinyatakan dalam satuan mm, menunjukkan kemampuan tembus bahan pengawet ke dalam sel kayu yang diawetkan. Retensi berarti kemampuan kayu menyerap bahan pengawet yang dinyatakan dalam kg/m3.

Baca Juga:  Barecore, Proses Pembuatan Barecore dan Harga Eksport Barecore

Formulasi yang beredar di pasaran bermacam-macam. Ada yang berbentuk tepung, pasta, dan cairan. Tentunya bahan pengawet yang baik harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:

  • Memiliki daya penetrasi (penembusan)yang tinggi
  • memilikidaya racun yang ampuh
  • bersifat permanen
  • aman dipakai
  • tidak mengurangi sifat baik kayu

 

Bahan Pengawet Kayu: Persiapan Sebelum Aplikasi

Untuk mencapai hasil pengawetan yang optimal, perlu diperhatikan hal-hal berikut.

  • Kadar air yang terkandung dalam kayu yang akan diawetkan harus sesuaidengan metode pengawetan yang akan  dipakai. Kering udara dalam kayu maksimal 35% untuk metode pengawetan dengan vakum tekan dan maksimal 45% untuk metode proses rendaman dingin dan rendaman panas dingin.
  • Permukaan kayu harus tidak berkulit, bersih, dan bebas dari segala macam kotoran.
  • Kayu harus sudah dalam bentuk siap-pakai, tidak perlu pemotongan, penyerUtan,dan perlakuan forming lainnya
  • Dalam keadaan terpaksa dilakukan forming,bagian yang terbuka dan tak tembus pengawet harus disapu dengan bahan pengawet konsentrasi tinggi secara merata.
  • Kayu dengan sifat keawetan atau berat jenis berbeda harus diawetkan secara terpisah.
  • Kayu dengan ukuran tebal berbeda harus diawetkan secara terpisah.
Baca Juga:  Faktor Penentu Keawetan Kayu, Berat jenis, Zat Ekstraktif dan Umur Pohon

 

Sumber: Buku “pengwetan kayu dan bambu” Dinamika Media 2007

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami