Kendaraan Listrik

5 Kesalahan Umum dalam Mengendarai Skuter Listrik

Setiap pengendara pemula tentu wajar saja jika melakukan beberapa kesalahan selagi mengendarai skuter listrik. Hari-hari ketika pertama kali berlatih mengemudikan kendaraan ini pasti masih dihiasi dengan kesalahan-kesalahan umum sebagai resikonya. Pemula bisa saja lupa mengerem, belok terlalu cepat, atau lupa menyeimbangkan kaki karena masih dalam tahap pembiasaan.

Jika Anda juga termasuk pemula dalam hal skuter listrik, tak ada salahnya untuk mempelajari kesalahan-kesalahan berkendara dari pengalaman orang lain. Hal tersebut berguna untuk agar tidak mengulangi kesalahan serupa sehingga Anda tidak harus mengalami resiko yang sama. Lebih baik mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut sebelum berkendara daripada baru tahu ketika sudah terlanjur kecelakaan.

Di bawah ini adalah beberapa kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh pemula dan tips menghindarinya:

1. Tidak Memakai Perlengkapan Keselamatan

Tak hanya pemula, pengendara yang sudah mahir pun kerap melakukan kesalahan ini. Perlengkapan keselamatan sering dianggap tidak perlu karena orang merasa hanya akan berkendara dalam jarak dekat dan bukan di jalan raya. Padahal sesepele apapun perjalanan Anda, resiko kecelakaan tetap bisa saja terjadi.

Baca Juga:  Rekomendasi Hoverboard yang Aman untuk Anak-Anak

Jangan sesekali mengorbankan keselamatan hanya karena malas memakai perlengkapan keselamatan. Anda hanya perlu waktu sebentar untuk memakai helm, memakai sepatu, dan memakai bantalan pelindung. Banyak pemula yang mengalami cedera parah hanya karena tidak menggunakan pelindung diri.

2. Membebankan Tubuh ke Lengan ketika Ngebut atau Mengerem

Ketika mengemudikan skuter listrik, tentu aksi mempercepat atau memperlambat laju kendaraan adalah hal yang biasa dilakukan. Sayangnya, pemula seringkali membuat kesalahan dengan hanya mengandalkan lengan ketika mengerem atau mempercepat. Jika lengan dipakai bertumpu seperti itu, maka headset skuter bisa rusak karena tekanan. Selain itu posisi tersebut bisa membuat tubuh atas terlalu tegang dan stress.

Posisi yang benar ketika mengerem atau mempercepat adalah bertumpu pada kedua kaki. Kaki mempunyai otot terkuat dan terbaik sehingga cocok untuk aksi tersebut karena mampu menekan pusat gravitasi. Dengan begitu, bagian pinggul bisa terkontrol dan beban tidak terpusat di atas.

3. Berkendara Terlalu Lambat atau Terlalu Cepat

Pemula yang baru pertama kali mencoba skuter listrik biasanya memiliki ketakutan berlebihan sehingga melaju dengan sangat lambat. Wajar saja sebenarnya, karena pasti mereka takut melakukan kesalahan konyol seperti menabrak pot bunga atau orang lain. Padahal, berkendara dengan sangat lambat justru bisa memicu bahaya. Hal ini dikarenakan kendaraan yang lambat akan membuat pengendara di belakanganya kebingungan. Akhirnya banyak pengendara di belakang memutuskan untuk menyalip yang justru meningkatkan resiko kecelakaan.

Baca Juga:  Komponen dan Cara Kerja Hoverboard - Self Balancing Scooter

Berkendara terlalu cepat juga sangat berbahaya karena pengemudi akan kesulitan mengendalikan skuter ketika ada belokan atau kendaraan lain. Untuk itu, sebaiknya kemudikan dalam kecepatan sedang saja agar tidak membahayakan diri sendiri dan pengemudi lain.

4. Posisi Kaki Tidak Efisien

Kaki merupakan bagian tubuh yang vital berperan untuk menjaga keseimbangan saat mengendarai skuter listrik. Setiap orang memiliki kaki dominan yang berbeda sehingga posisi tiap pengemudi skuter juga bervariasi untuk tiap individu. Kaki dominan merupakan kaki yang lebih kuat bagi pemiliknya. Posisi yang tepat adalah dengan meletakkan kaki dominan di belakang kaki yang lebih lemah. Posisi tersebut efektif untuk menjaga keseimbangan.Sebaiknya coba berbagai variasi posisi sampai Anda menemukan sikap kaki yang nyaman dan seimbang.

Baca Juga:  Mobil Listrik Akan Menjadi Kendaraan Masa Depan, Simak Faktanya!

5. Berbelok Terlalu Lebar

Pengendara skuter listrik pemula cenderung merasakan tantangan tersendiri ketika berbelok ke kiri maupun ke kanan. Sayangnya, banyak dari pemula yang berbelok dengan terlalu lebar sehingga membutuhkan area yang sangat luas untuk berlatih. Bahkan banyak pemula yang memerlukan seluas dua jalur hanya untuk berbelok. Tindakan tersebut bisa mengganggu pengendara lain karena Anda merebut area berkendaranya.

Cara menghindari belokan lebar adalah dengan posisi yang tepat. Seperti sudah dibahas di atas, tumpukan beban ke kedua kaki. Beri jarak lumayan lear antar kedua kaki agar semakin seimbang. Temukan posisi kaki ternyaman dan pastikan kaki dominan berada di belakang. Berbelok dengan pelan dan jangan terlalu tajam agar aman.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker