PropertiTips & Trik

Pilih Tukang Harian Atau Borongan? Perhatikan hal ini

Menentukan Tukang harian Atau Borongan untuk Bangun Rumah

Mau Bangun Rumah, Memilih Tukang Harian Atau Borongan?. Membangun rumah tinggal menjadi sebuah pekerjaan yang cukup menyita pikiran, sebab banyak hal yang harus dikalkulasi, selain bahan material juga memilih tukang yang tepat.

Ada dua jenis sistem pembayaran tukang bangunan: Tukang harian dan borongan. Dengan harian, pembayaran upah pekerja dihitung per hari. Standar bayaran di Jakarta misalnya ialah Rp 150 ribu per orang per hari. Namun, sistem pembayaran harian cenderung membuat tukang bangunan lambat dalam bekerja.

Proses pengerjaan rumah jadi tertunda, dan pengguna jasa biasanya jadi malah harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi.Sementara pada pembayaran dengan sistem borongan, biasanya kedua belah pihak (pengguna jasa dan tukang bangunan) menyepakati bersama apa saja yang harus dikerjakan sampai selesai.

Misalnya, tukang bangunan diminta untuk membuat garasi dan upah disepakati Rp 1 juta. Maka, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan garasi itu, upah tetap sama.Dibandingkan dengan sistem harian, sistem borongan cenderung lebih cepat dalam pengerjaan. Namun kualitas pekerjaan kadang kurang bagus.

Griffith Tobing, konsultan arsitektur di Bossa Design, perusahaan jasa konsultasi arsitektur, berbagi tips tentang apa saja yang mesti anda cermati dalam membangun rumah idaman.

Perhatikan rekam jejak tukang atau kontraktor

Ini sangat penting untuk keberhasilan pembangunan. Jangan lupa tanyakan kepada kontraktor atau tukang bangunan yang anda sewa: pernah mengerjakan apa saja sebelum ini? “Datangi rumah yang pernah ia bangun. Kalau perlu, tanya pemilik rumah bagaimana hasil kerja tukang itu,” kata Griffith.

Ketahui apa yang ingin dikerjakan

Anda perlu tahu rincian apa saja yang ingin anda bangun atau renovasi, dan besaran pekerjaan yang akan dibebankan kepada tukang bangunan atau kontraktor.

Jika lingkup pekerjaan sedikit, anda bisa menyewa jasa tukang bangunan harian (dengan sistem pembayaran per hari. Namun jika pekerjaan banyak, anda disarankan untuk menyewa jasa tukang bangunan borongan.

Bila anda menyewa jasa tukang bangunan harian tapi pengeluaran anda malah jadi membengkak bukannya menghemat, itu artinya lingkup pekerjaan terlalu besar dan anda mestinya memakai tukang bangunan borongan.

Cek keahlian

Setiap tukang bangunan biasanya mempunyai karakter dan keterampilan yang berbeda.  Ada mereka yang ahli dalam pekerjaan kayu, batu, atau bahkan besi.  Tanyakan keahlian yang paling dan kurang mereka kuasai.Jika kamu ingin menggunakannya untuk merenovasi rumah, pastikan kamu telah mengetahui spesialis dari jasa renovasi rumah yang ditawarkannya. Pilih juga tukang yang mempunyai ide lebih untuk kerjakan olahan yang lebih susah serta detil.

Baca Juga:  Asia Flooring, Spesialis Lantai Kayu di Surabaya, Pemasangan dan Finishing Wood Flooring

Komunikasi Teratur

Untuk mendapatkan hasil akhir pekerjaan yang baik saat bangun rumah atau melakukan renovasi, cobalah untuk rutin berkomunikasi dengan tukang bangunan yang mengerjakan rumahmu.

Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir ketidaksamaan pandangan gambaran kerja dengan tukang bangunan. Rajinlah mengecek pekerjaan tukang supaya semua sama dengan yang kamu inginkan.

 

Buat kontrak tertulis

Ini juga penting, dan amat diperlukan agar kontraktor bertanggung jawab atas pekerjaannya. Ini pun untuk berjaga-jaga jika nantinya ada masalah pada pembangunan, mulai rumah gampang rusak hingga roboh.
Dalam kontrak tersebut, harus dituliskan detail apa saja yang akan dikerjakan kontraktor, berapa bayaran mereka, waktu pengerjaan, dan bahan-bahan yang digunakan. Jangan lupa, minta fotokopi KTP mandor atau kepala tukang.

Gunakan jasa konsultan arsitektur

Pengawasan arsitek sangat penting untuk kelancaran pekerjaan tukang. Sementara orang Indonesia masih jarang menggunakan jasa konsultan arsitektur untuk membangun rumahnya.

Alasannya, jasa arsitek mahal dan “toh” hanya membantu merancang bentuk rumah. Padahal, arsitek juga membantu menghitung biaya yang harus dikeluarkan, memilih bahan sesuai kebutuhan –sehingga anda dapat terhindar dari penipuan material yang digunakan tukang, sampai mengawasi pekerjaan tukang agar lebih efektif dan efisien.

Dengan kata lain, keberadaan arsitek justru bisa memperkecil pengeluaran. Anda pun bisa memilih jasa arsitek yang sesuai dengan anggaran. “Jika tidak cukup uang untuk memakai jasa arsitek profesional, anda bisa menyewa mahasiswa arsitektur. Mereka bisa dan banyak yang pintar,” ujar Griffith.

Poin kedua dari penjelasan Griffith menyangkut tukang bangunan harian atau borongan, kerap menjadi titik lemah mereka yang hendak membangun rumah. Tukang bangunan harian dan borongan ini dua tipe yang berbeda. Untuk harian, pembayaran upah pekerja dihitung per hari. Misalnya standar bayaran di Jakarta dan sekitarnya Rp 150 ribu per hari per tukang.

Standar upah harian juga tergantung luas bangunan yang dikerjakan dan desain yang dibuat. Jika desain lebih rumit, harga akan lebih mahal. Untuk borongan, upah dibayar keseluruhan sampai pekerjaan selesai. Misal jika tukang diminta untuk membuat garasi dengan upah disepakati Rp 1 juta, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan garasi itu, upah tetap akan sama.

Pada beberapa kasus, dibanding upah harian, upah borongan cenderung lebih cepat pada pengerjaan, namun kualitas pekerjaan kadang kurang bagus. Namun, menurut Solihin, seorang tukang bangunan yang sedang mengerjakan proyek renovasi rumah di Bekasi, kualitas pekerjaan tak ditentukan oleh sistem pembayaran. “Kalau pekerjaan tukang itu rapi, walaupun borongan juga tetap rapi,” kata Solihin.

Ia juga tak setuju dengan pendapat bahwa tukang bangunan yang dibayar harian cenderung lambat bekerja. Menurutnya, kadang tukang bangunan meninggalkan pekerjaan untuk besok bukan agar mendapat bayaran lebih, tetapi memang tidak bisa dilanjutkan hari itu.

“Misalnya masang bata sudah tinggi, walaupun waktu kerja masih ada, kita tidak bisa meneruskan karena harus menunggu kering supaya konstruksi tidak roboh,” ujar Solihin.
Ucapan Solihin itu dibenarkan Griffith.

Menurutnya, pengguna jasa kontraktor atau tukang bangunan harus tahu betul lingkup pekerjaan yang dibebankan kepada tukang. Kunci lainnya ialah pada pengawasan. Di sinilah peran penting arsitek –bahkan untuk rumah sederhana, agar ia bisa mengawasi betul pekerjaan tukang bangunan sehingga hasil akhir bangunan memuaskan seperti yang anda harapkan.

Tips Memilih Tukang Bangunan Borongan

Sementara, jika kamu memutuskan menggunakan tukang bangunan borongan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Tukang bangunan borongan cenderung mengerjakan pekerjaan yang lebih rumit, untuk itu jenis tukang bangunan akan cocok jika kamu sedang melakukan pembangunan atau renovasi besar-besaran.
  • Sistem borongan membuat pekerjaan juga cenderung lebih cepat selesai. Sebab, mereka sudah dibayar atas satu pekerjaan yang diminta bukan dari waktu yang dihabiskan. Hal itulah yang akan membuat jasa tukang bangunan borongan akan memilih mengerjakannya dengan cepat untuk menghemat waktu.
  • Jika melakukan pekerjaan skala besar, biaya jasa tukang bangunan borongan juga cenderung lebih murah daripada menggunakan sistem harian.

Baca Juga:  Freelancer Juga BIsa Mengajukan KPR Loh! Simak Tips-Tipsnya.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker