Jalan Surya Wattway Prancis: Kisah Kegagalan dan Alternatif yang Lebih Menjanjikan

Jalan raya berlapis panel surya yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan energi terbarukan ternyata berakhir dibongkar total. Proyek Wattway di Prancis, yang diresmikan penuh euforia pada 2016 sebagai jalan surya pertama di dunia, akhirnya dicabut seluruhnya pada musim panas 2024 — delapan tahun setelah peresmian yang penuh harapan.
Berikut apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek jalan surya Prancis, kenapa gagal, dan pendekatan alternatif yang justru terbukti lebih menjanjikan.
Apa yang Terjadi dengan Wattway
Wattway adalah proyek jalan sepanjang 1 kilometer di Tourouvre-au-Perche, Normandia, yang dilapisi 2.800 panel surya dengan lapisan resin silikon pelindung untuk menahan beban kendaraan berat. Proyek senilai sekitar 5 juta euro ini dikembangkan oleh Colas (anak perusahaan Bouygues) dan didukung Kementerian Lingkungan Prancis, dengan klaim mampu memasok listrik untuk sekitar 5.000 penduduk.
Kenyataannya jauh dari klaim tersebut. Jalan hanya menghasilkan sekitar setengah dari output listrik yang dijanjikan. Panel-panel retak dan terlepas dari permukaan jalan, daun-daun yang membusuk menutupi sel surya dan semakin mengurangi output, dan suara yang dihasilkan kendaraan saat melintas dibandingkan warga sekitar seperti suara helikopter. Pada Mei 2018 — kurang dari dua tahun setelah peresmian — sebagian 90 meter jalan bahkan harus dibongkar karena sudah rusak parah dan tidak bisa diperbaiki. Pada musim panas 2024, seluruh proyek akhirnya dicabut sepenuhnya.
Kenapa Panel Surya di Permukaan Jalan Gagal
- Posisi horizontal mengurangi efisiensi — panel yang diletakkan datar di permukaan jalan jauh kurang efisien menangkap cahaya matahari dibanding panel yang dimiringkan mengarah ke matahari, seperti pada instalasi rooftop atau ground-mount konvensional.
- Beban kendaraan yang terus-menerus — sistem tidak dirancang cukup kuat untuk menahan tekanan berulang dari kendaraan berat dalam jangka panjang, menyebabkan retak dan kerusakan struktural pada panel.
- Kontaminasi permukaan — daun, kotoran, dan debu yang menumpuk di permukaan jalan terus-menerus mengurangi paparan cahaya ke sel surya, berbeda dari panel yang dipasang miring di mana kotoran cenderung meluncur turun secara alami.
- Lokasi yang kurang ideal — wilayah Normandia sendiri bukan daerah dengan intensitas sinar matahari tinggi, hanya sekitar 44 hari dengan sinar matahari kuat dalam setahun.
CEO Wattway, Etienne Gaudin, mengakui kepada media Prancis Le Monde bahwa sistem ini “belum matang untuk lalu lintas jarak jauh,” dan perusahaan mengalihkan fokus ke aplikasi berskala lebih kecil seperti kamera CCTV, penerangan halte bus, atau stasiun pengisian daya sepeda listrik — jauh dari ambisi awal melapisi ratusan kilometer jalan raya nasional.
Pendekatan Alternatif yang Justru Terbukti Lebih Menjanjikan
Panel Surya di Pinggir Jalan (Bukan di Permukaan)
Program Solar Highway di Oregon, Amerika Serikat, memasang array panel surya 104 kW di pinggir jalan tol sejak 2008 — bukan di permukaan jalan itu sendiri — dan telah menghasilkan energi secara konsisten selama bertahun-tahun tanpa masalah kerusakan akibat lalu lintas. Pendekatan ini dilaporkan menghasilkan energi puluhan hingga ratusan kali lebih banyak dibanding proyek drive-over lane serupa Wattway, dengan biaya instalasi dan perawatan yang jauh lebih rendah.
Panel Surya di Antara Rel Kereta
Startup asal Swiss, Sun-Ways, baru-baru ini menyelesaikan uji coba tiga tahun memasang panel surya yang bisa dilepas-pasang di antara rel kereta aktif, mencatat lebih dari 11.000 lintasan kereta tanpa kerusakan berarti. Operator kereta nasional Prancis, SNCF, bahkan telah menandatangani kesepakatan kolaborasi untuk mempelajari data dari uji coba ini, tertarik menerapkannya pada sebagian jaringan rel mereka yang mencapai 28.000 km.
Pelajaran bagi Indonesia
Kegagalan Wattway menjadi pengingat penting bahwa inovasi energi terbarukan tidak selalu berarti menempatkan panel surya langsung di permukaan yang dilalui kendaraan. Untuk konteks Indonesia dengan intensitas sinar matahari yang jauh lebih tinggi dibanding Normandia, pendekatan yang lebih realistis dan terbukti seperti panel surya rooftop, ground-mount di lahan kosong, atau instalasi di pinggir jalur infrastruktur (bukan di permukaannya) tetap menjadi pilihan yang jauh lebih matang dan teruji dibanding konsep jalan surya yang sudah terbukti gagal di negara asalnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah masih ada proyek jalan surya yang berhasil di negara lain?
Hingga saat ini belum ada proyek jalan surya berskala besar yang terbukti berhasil secara komersial; pendekatan yang lebih terbukti justru menempatkan panel di luar jalur lalu lintas langsung, seperti di pinggir jalan atau di antara rel kereta.
Kenapa proyek yang sudah gagal sejak 2018 baru dibongkar total pada 2024?
Proses evaluasi, negosiasi kontrak, dan keputusan pembongkaran infrastruktur skala besar membutuhkan waktu, terutama untuk memastikan area bekas proyek bisa dikembalikan ke fungsi jalan normal tanpa risiko tambahan.
Apakah teknologi panel surya tahan kendaraan sama sekali tidak bisa diterapkan?
Skala kecil seperti panel penerangan halte bus atau kamera CCTV tetap terbukti berfungsi baik; tantangan utamanya justru pada skala besar dengan lalu lintas kendaraan berat dan berkelanjutan seperti yang dicoba pada proyek Wattway.



