PLTS dan Turbin Angin

Cara Merakit ATS untuk Inverter PLTS dan Back Up Power

Panduan Mudah Merakit ATS untuk Back Up Listrik

Cara Merakit ATS untuk Inverter PLTS dan Back Up Power. Saat ini teknologi ATS (Automatic Transfer Switch Semakin Berkembang dan mumpuni. Jika dahulu kita harus membuat rangkaian kontaktor dan relay yang cukup membingungkan bagi orang awam, sekarang tersedia ATS Siap pakai dengan sistem wiring yang mudah.

automatic transfer switch

Perhatikan gambar ATS diatas. ATS tersebut adalah ATS tipe build up yang sangat mudah untuk dirakit untuk melakukan back up listrik ketika tejadi mati lampu. ATS model tersebut jika kita bongkar ada beberapa bagian didalamya yaitu:

  • MCB 2 Pole di sebelah kiri dan kanan.
  • Motor penggerak di tengah.
  • Relay
  • Board controller.

Jika kita ingin merakitnya Ada beberapa bagian yang harus kita perhatikan saat merakit ATS tersebut yaitu:

  • Pada input sebelah kiri ada tulisan N adalah sumber daya listrik yang kita utamakan, misalnya PLN.
  • Input Sebelah kanan ada tilisan R adaalh inputan untuk power back up misalnya genset atau inverter.
  • Outputnya terdiri dari dua line jika kita ingin selalu menyala bisa kita paralel.
  • lebih detail cara merakit ATS bisa dilihat pada video dibawah ini

 

Apa Itu ATS (Automatic Transfer Switch)

ATS merupakan singkatan dari kata Automatic Transfer Swicth, jika dipahami berdasarkan arti kata tersebut maka ATS adalah sakelar yang bekerja otomatis, namun kerja otomatisnya berdasarkan memungkinan jika sumber listrik dari PLN terputus atau mengalami pemadaman maka sakelar akan berpindah kesumber listrik yang lainnya misalnya adalah Inverter.

Automatic Transfer switch merupakan rangkaian kontrol sakelar power inverter dengan PLN yang sudah full automatic. Alat ini berguna untuk menghidupkan dan menghubungkan power inverter ke beban secara otomatis pada saat PLN padam. Pada saat PLN hidup kembali, alat ini akan Memindahkan sumber daya ke beban dari power inverter ke PLN.

Dalam perkembangan tehnologi dunia elektrikal akhirnya merekayasa hal tersebut kemudian di jalankan secara Automatic yang di singkat ATS (Auto Transfer Swicth) yang di fungsikan secara otomatis untuk memindahkan daya sesuai dengan kebutuhan tanpa menggunakan tenaga manusia untuk mengoperasikannya.

Beberapa jenis ATS di bedakan menurut kapasitas daya yang di butuhkan atau berdasar Phasa dan Ampere yang melalui panel tersebut, namun untuk prinsip kerjanya sama. Pada dasarnya pembuatan ATS adalah memainkan penalaran logika matematika dengan merangkaikan beberapa alat seperti Relay, Timer, Kontaktor, dan MCB. Alat ± alat tersebut pada prinsipnya adalah sebagai sakelar ataupun pemutus hubungan.

Pemakaian panel ATS ini di bedakan pada besar kecilnya pemakaian listrik. Semakin tinggi pemakaian daya listrik, tentunya akan semakin besar pula spesifikasi komponen komponennya terutama Breaker dan kontaktornya dan juga ukuran kabelnya.

 

Baca Juga:  Turbin Angin Sumbu Horizontal, Cara Kerja dan Kelebihannya

Cara Merakit ATS Sistem Panel Industrial

Rangkaian panel ATS pada skala industri lebih kompleks bahkan sebagian besar melakukan perakitan mandiri untuk bisa menyesuiakan dengan kebutuhan. Cara merakit ats juga membutuhkan banyak komponen.

Adapun bahan ± bahan atau komponen yang digunakan untuk membuat suatu rangkaian ATS diantaranya :

  • Relay MK3P 220VAC
  • Relay MK2P 220VAC/24VDC
  • Timer 220VAC
  • Timer 24VDC
  • Magnetik Kontaktor 220VAC
  • MCB 220VAC

Relay MK3P 220VAC

Relay MK3P adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain. Sebuah relay tersusun atas kumparan, pegas, saklar (terhubung pada pegas) dan 2 kontak elektronik normally close dan normally open. Pada relay MK3P, relay ini memiliki 11 pin.

Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat sebagai elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC.

Untuk komponen relay 220VAC ini menggunakan relay tipe MK3P 220VAC. Dimana relay AC 220V inilah yang nantinya akan mengatur kerja alat dengan dua sumber tegangan dari PLN dan dari power inverter yang melalui magnetik kontaktor

 

Baca Juga:  Menghitung Kebutuhan Panel Surya untuk Rumah Tangga

Relay MK2P 220VAC/24VDC

Relay MK2P adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain. Relay MK2P pada pembuatan alat ini menggunakan sumber tegangan DC. Sebuah DC relay tersusun atas kumparan, pegas, saklar (terhubung pada pegas) dan 2 kontak elektronik normally close dan normally open.

Prinsip kerja dari Relay MK2P dan Relay MK3P hampir sama hanya yang membedakanya jumlah pin atau kaki kontak pada relay tersebut,dan pada pembuatan alat ini arus listrik yang menggerakan relay tersebut berbeda.

 

TDR (Timer Delay Relay) 220 VAC

TDR (Time Delay Relay) sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi, terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis. Fungsi timer AC 220V ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya.

Timer ini dimaksudkan untuk mengatur waktu hidup atau mati dari kontaktor, dimana kontaktor inilah yang nantinya menghubungkan beban dari power inverter dan beban dari PLN. Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

TDR ( Timer Delay relay) 24 VDC

Fungsi dari timer delay relay 24VDC ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. TimerDC ini dimaksudkan untuk mengatur waktu hidup atau mati dari sumber tegangan yang digunakan untuk menghidupkan power inverter.

Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

 

Magnetik Kontaktor 220 VAC

Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar dengan menggunakan daya minimal. Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open (NO) dan beberapa Normally Close (NC). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka.

Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik.

Box Panel

Box panel digunakan untuk penempatan bahan ± bahan yang akan digunakan untuk pembuatan suatu rangkaian ATS (automatic transfer switch). Box panel yang digunakan berukuran panjang 30cm, lebar 15cm dan tinggi 40cm. Box panel ini terdiri dari box utama untuk komponen±komponen yang dipasang di dalam dan pintu sebagai cover serta tempat interaksi dan pemantauan indikator.

MCB

MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik.

Cara mengetahui daya maksimum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut dengan 220VAC. Beberapa kegunaan MCB :

  • Membatasi Penggunaan Listrik
  • Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat (korslet )
  • Mengamankan Instalasi Listrik
  • Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik

Lampu Indikator

Lampu indikator digunakan sebagai penanda pada panel dari mana arus yang digunakan. Pada alat ini lampu yang digunakan adalah lampu dengan tegangan 220VAC dan berdiameter 22mm. Untuk indikator sumber tegangan dari PLN digunakan lampu yang berwarna hijau, dan sumber dari inverter menggunakan lampu indikator yang berwarna merah.

Penggunaan lampu indikator sangatlah penting pada pembuatan alat ini, karena lampu indikator sebagai pemberi tanda untuk membedakan sumber tegangan saat alat tersebut bekerja.

 

Baca Juga:  Koneksi Baterai Bank PLTS, Bagaimana Agar Efektif?

 

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker