News

Starship Space X Meledak Saat uji Coba, Ternyata Ini Masalahnya

Kenapa Roket Starship Meledak Saat Uji Coba

Starship, Pesawat Ruang angkasa terbesar gagal mencapai orbit dan meledak. SpaceX, perusahaan milik Elon Musk berhasil meluncurkan kapal penjelajah generasi baru, Starship, di atas roket Super Heavy milik perusahaan dalam uji terbang tanpa awak untuk pertama kalinya pada Kamis (20/4) pagi waktu setempat. Namun, tes ini hanya berjalan beberapa menit sebelum kapal tersebut meledak di angkasa.

Pesawat roket dua bagian tersebut memiliki tinggi 120 meter alias lebih tinggi dari Patung Liberty dan diluncurkan dari pelabuhan antariksa Starbase miliki SpaceX di timur Brownsville, Texas. Sebelumnya, SpaceX berharap tes ini akan berjalan selama 90 menit dalam debut penerbangan ke luar angkasanya.

Webcast SpaceX yang menyiarkan secara langsung peluncuran tersebut menunjukkan roket berhasil terbang dari menara peluncuran. Tetapi kurang dari empat menit setelah penerbangan, Starship bagian kedua gagal berpisah seperti yang dirancang sebelumnya dan kapal angkasa tersebut terlihat terbalik sebelum meledak.
Namun demikian, pejabat SpaceX di webcast terlihat bersorak atas keberhasilan meluncurkan Starship dan roket pendorong yang terintegrasi penuh dari darat untuk peluncuran yang bersih. Mereka pun menyatakan episode singkat tersebut sebagai uji terbang yang sukses.

Baca Juga:  Spesifikasi rudal Hypersonic Fattah Iran Menjangkau Israel 400 Detik

Teknologi Starship adalah kendaraan roket dan pesawat antariksa yang dikembangkan oleh perusahaan ruang angkasa SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk. Starship dirancang untuk membawa kargo dan orang ke luar angkasa, termasuk misi ke Mars dan Bulan.

Starship terdiri dari dua bagian: Super Heavy, yang adalah tahap pertama roket dan memiliki kemampuan untuk kembali mendarat di Bumi; dan Starship itu sendiri, yang dapat meluncur ke orbit dan melanjutkan perjalanan ke luar angkasa. Kedua bagian ini akan diluncurkan bersama-sama dan kemudian dipisahkan setelah mencapai orbit.

Starship menggunakan bahan bakar roket metana dan oksigen cair, yang lebih mudah diperoleh di Mars daripada bahan bakar roket tradisional. Starship juga dilengkapi dengan sistem pendaratan lunak yang dapat membuatnya mendarat kembali di Bumi atau Mars secara vertikal.

Selain itu, Starship memiliki kapasitas besar untuk membawa kargo dan orang, dan dapat diatur ulang untuk berbagai misi, termasuk pembangunan infrastruktur di luar angkasa dan eksplorasi planet lain.

Baca Juga:  Toyota Belum Menyerah, Segera Tes Mobil Hidrogen Combution Engine

Teknologi Starship telah melalui serangkaian pengujian, termasuk uji statis, uji penerbangan suborbital, dan uji penerbangan orbital. SpaceX berharap dapat meluncurkan misi pertama Starship ke Mars pada tahun 2024.

Dengan teknologi Starship, SpaceX bertujuan untuk merevolusi transportasi antariksa dan membuka jalan bagi manusia untuk menjelajahi dan mengeksplorasi luar angkasa lebih jauh dan lebih dalam daripada sebelumnya.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami