Paku Rivet: Jenis Paku Keling dan Cara Aplikasinya
Cara Menggunakan Paku Rivet Atau Paku Keling

Sambungan yang membuat pesawat terbang tetap utuh di ketinggian puluhan ribu kaki bukan hanya soal las atau baut — banyak yang mengandalkan teknologi sederhana berusia ribuan tahun: paku rivet. Paku rivet (paku keling) adalah salah satu metode tertua dan paling andal untuk mengikat dua material secara bersamaan. Prinsipnya sederhana: poros dengan kepala di salah satu ujung dimasukkan ke dalam lubang, lalu ujung yang berlawanan dideformasi untuk menyatukan material.
Seperti banyak penemuan sederhana lain, waktu membawa fitur baru dan lebih kompleks ke teknologi keling, menghasilkan berbagai jenis paku rivet yang berbeda. Berikut aplikasi, keunggulan, cara penggunaan, dan jenis-jenis paku rivet.
Aplikasi Umum Sambungan Rivet
- Sambungan konstruksi baja dan konstruksi logam ringan, misalnya pada konstruksi jembatan.
- Sambungan instalasi kedap dan bertekanan, seperti pada konstruksi ketel dan pipa bertekanan tinggi.
- Sambungan instalasi kedap tanpa tekanan, seperti pada tangki dan cerobong asap.
- Sambungan pelat-pelat logam pada konstruksi kendaraan, termasuk pesawat terbang.
Keunggulan Paku Rivet
- Sambungan rivet cukup sederhana sehingga mudah dibuat, dengan harga yang relatif terjangkau.
- Pemeriksaan sambungan lebih mudah dibanding metode penyambungan tersembunyi lainnya.
- Meski bersifat permanen, sambungan rivet masih bisa dibuka dengan trik tertentu, misalnya dengan memotong kepala paku rivet.
Penggunaan untuk Penyambungan Logam
Paku keling biasanya digunakan saat ada kebutuhan menyambung dua atau lebih pelat besi secara permanen. Tersedia dalam berbagai ukuran dan jenis, disesuaikan dengan material yang akan disambung — komponen yang lebih lunak bisa menggunakan paku keling berukuran lebih kecil namun tetap menghasilkan sambungan permanen.
Semakin besar ukuran paku keling, semakin banyak upaya yang dibutuhkan untuk melepasnya, dan pelepasan biasanya menyebabkan kerusakan struktur pada komponen terkait. Karena itu, pemasangan perlu dilakukan secara tepat dan final sejak awal.
Cara Menggunakan Paku Rivet
- Siapkan pelat yang akan disambung, lalu buat lubang pada pelat-pelat tersebut. Pastikan ukuran lubang sesuai diameter paku keling yang digunakan — idealnya diameter lubang sekitar 1,5mm lebih besar dari diameter paku keling untuk menghindari gesekan berlebih.
- Masukkan paku keling ke dalam lubang, termasuk bagian kepala lepas ke lubang yang sama.
- Tekan kepala paku keling ke bagian ekornya menggunakan mesin press atau mesin penekan hidrolis khusus. Untuk paku ukuran kecil, hand riveter atau palu ball-pein bisa digunakan.
- Potong bagian ekor paku yang tersisa menggunakan alat pemotong khusus setelah sambungan dipastikan cukup kuat, agar permukaan sambungan rata dengan permukaan pelat. Mesin pemotong khusus lebih disarankan dibanding gergaji manual untuk hasil yang rapi.
Berbagai Tipe Paku Rivet
Berdasarkan posisi kepala, paku rivet terbagi tiga jenis utama:
- Paku rivet kepala utuh
- Paku rivet kepala setengah terbenam
- Paku rivet kepala terbenam
Tipe Kepala Berdasarkan Bentuk
- Snap head — sering digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
- Counter sunk head — sering digunakan dalam pembuatan kapal.
- Conical head — sering digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tangan.
- Pan head — memiliki kekuatan lebih besar namun lebih sukar dibentuk.
Klasifikasi Berdasarkan Diameter dan Penggunaan
- Structural rivet — diameter 12-45mm, untuk aplikasi struktural berat.
- Boiler rivet — diameter 12-50mm, untuk instalasi bertekanan seperti ketel.
- Small rivet — diameter 2-10mm, untuk aplikasi ringan dan komponen kecil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah sambungan rivet lebih kuat dari sambungan baut?
Keduanya punya kelebihan berbeda; rivet menghasilkan sambungan permanen yang lebih tahan getaran dibanding baut yang bisa kendur seiring waktu, namun baut lebih mudah dilepas-pasang untuk keperluan perawatan atau penggantian komponen.
Kenapa diameter lubang harus lebih besar dari diameter paku keling?
Selisih sekitar 1,5mm membantu memudahkan proses pemasangan tanpa gesekan berlebih yang bisa merusak lubang atau paku, sekaligus memastikan paku bisa terdeformasi dengan baik saat ditekan.
Apakah paku rivet cocok untuk semua jenis logam?
Sebagian besar logam bisa disambung dengan rivet, namun pemilihan material paku rivet perlu disesuaikan dengan material yang disambung untuk menghindari korosi galvanik akibat perbedaan jenis logam yang bersentuhan langsung.



