Beton dan SemenKonstruksiPertukangan Bangunan

Pengecoran Beton di Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini

Tips Mengecor Beton di Musim Panas Terik

Pengecoran Beton di Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini. Baik itu musim dengan panas ekstrem, dingin ekstrem atau hujan rintik-rintik, Insinyur Sipil harus terbiasa untuk melawan semua jenis fluktuasi musiman.

Campuran beton akan sangat terpengaruh oleh panas jika beton belum mencapai waktu setting awal (30 menit). Ketika beton berada di antara waktu setting awal dan waktu setting akhir. Cuaca yang terlalu panas mengakibatkan beton terlalu cepat kering kecepatan kering ini bukannya meningkatkan kualitas beton, bahkan mengurangi kekuatannya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat ketika Anda melakukan pengecoran beton beton di musimKemarau:

1) Kadar Air dalam campuran Pengecoran Beton

Dengan meningkatnya suhu panas, perhatikan tentang jumlah air yang masuk ke dalam campuran. Kekurangan air harus diberi kompensasi agar tetap dalam batas campuran desain. Rasio air-semen juga dapat ditingkatkan dengan mencampur campuran.

Baca Juga:  Manfaat Sistem Drainase untuk Rumah dan Bangunan

2) Bahan Tambah Additive

memberikan bahan tambahan agar air dalam campuran beton tidak terlalu cepat menguap. Saat ini banyak campuran beton yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk menjaga kadar evaporasi cairan beton yang terlalu cepat akibat panas.

3) Pengaturan waktu Pengecoran Beton

Saat Anda bersiap untuk menuangkan beton, pastikan kondisi cuaca tidak terlalu panas atau berangin. Dianjurkan untuk menuangkan beton ketika ada lebih dari 12 jam cuaca kering.

4) Transportasi Beton

Untuk menghindari kemacetan dan kemacetan lalu lintas, rute terbaik yang dapat diakses untuk truk beton harus dipikirkan terlebih dahulu. Karena sebagian besar truk beton memiliki tutup terbuka, setiap keterlambatan pengiriman dapat memungkinkan kelebihan air ke dalam, oleh karena itu, merusak campuran beton.

Baca Juga:  Jenis dan Tipe Pasir Bangunan untuk konstruksi

5) Terpal Penutup Pengecoran Beton

Penutup beton diperlukan untuk mencegah penguapan air yang terlalu agresif. Pastikan menutup beton dengan sempurna dan lakukan watering atau penyiraman secara rutin. Beton yang mengering dengan lambah memiliki kuitas dan daya tahan yang lebih tinggi terutama dari retak susut.

6) Inspeksi Visual Pengecoran Beton

Kaji kerusakan yang terjadi pada permukaan beton secara visual. Uji goresan sederhana dapat dilakukan untuk membandingkan kekerasan permukaan permukaan relatif dari daerah yang dimaksud dengan bagian pelat yang dikenal berkualitas baik. Pemeriksaan menyeluruh dan kuantitatif mengharuskan Anda untuk mengambil beberapa sampel inti dan memeriksanya di laboratorium dengan mikroskop elektronik.

7) Perbaikan Instan

Jika kualitas permukaan pengecoran beton diketahui terganggu, perbaikan kecil harus dilakukan. Perbaikan tunggal dapat dilakukan menggunakan beberapa beton yang sama atau menyemprotkan bubur semen di permukaan.

Baca Juga:  Cara Memilih Pasir Bangunan untuk Proyek Konstruksi

Jika banyak area kecil dari pelat tipis rusak, akan lebih ekonomis untuk melepas dan mengganti bagian yang lengkap. Jika ada area terisolasi yang besar di lempengan tebal dengan kerusakan, aplikasi tipis bubur semen dapat diterapkan setelah beton yang rusak dihilangkan.
Kesimpulan

Kunci untuk mengurangi kerusakan pada permukaan beton oleh panas terik terletak pada persiapan yang tepat, prediksi yang akurat dan waktu.

Komentar

comments

Tags

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker