Pertukangan Bangunan

Waspada! Ini Area Bangunan yang Rawan Diserang Rayap

Cara mengatasi Rayap pada bangunan

Rayap adalah hewan tanah yang besar peranannya dalam proses dekomposisi material organik tanah dan mendekomposisi kayu yang mati, dikarenakan memiliki kemampuan mencerna selulosa dari produk alami yang banyak terdapat di alam misalnya pada kayu, daun, batang, kertas dan karton.

Namun rayap juga dapat merugikan, karena serangga ini dapat menyerang bangunan, perabotan, terutama yang terbuat dari bahan kayu dan buku–buku atau bahan-bahan lain yang mengandung bahan selulose.

Sudah sejak lama rayap diidientikan dengan terjadinya kerusakan pada bangunan, komponen kayu dalam rumah, buku, arsip, dokumen serta beberapa jenis tanaman pertanian atau perkebunan seperti karet dan kelapa sawit yang tidak luput dari serangan rayap.

Rayap dapat mencapai sumber makanannya dengan cara membuat terowongan atau liang-liang kembara yang terbuat dari tanah. Tanaman perkebunan yang terserang rayap ditandai dengan adanya terowongan rayap dipermukaan batang yang mengarah keatas.

Area Titik Serangan Rayap

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali titik-titik bangunan yang rawan terhadap serangan rayap serta memahami bagaimana cara mengatasinya.

Baca Juga:  Standar Keahlian yang harus Dikuasai Oleh Tukang Batu

1. Kusen Pintu dan Jendela Luar Rumah

Kusen pintu dan jendela yang berada di luar rumah rawan terserang rayap dibandingkan di dalam rumah. Ini karena kusen kayu di luar rumah berhubungan langsung dengan tanah. Akses rayap juga menjadi lebih mudah karena kusen tidak memiliki bantalan (locis).

Anda bisa memperhatikan tanda-tanda kusen yang telah diserang rayap :

  • Munculnya retakan di kusen
  • Ada kotoran di sekitar kusen
  • Muncul garis cokelat menyerupai tabung lumpur kecil yang memanjang sepanjang dinding dan kusen.

2. Lantai Kayu

Kayu menjadi pilihan yang baik untuk lantai karena sifatnya yang mampu menahan dingin maupun panas, sekaligus memiliki tampilan cantik. Sayangnya, lantai kayu rawan terhadap serangan rayap dibandingkan jenis lantai lain.

Mendeteksi serangan rayap di lantai kayu lebih sulit dibandingkan dengan kusen, namun cara berikut adalah yang sering dilakukan :

  • Jika mendengar lantai kayu berdecit dan lantai terasa kosong ketika Anda mengetuknya, bagian lantai tersebut perlu diperiksa.
  • Perhatikan apakah ada tabung lumpur kecil di sekitar lantai kayu, karena ini merupakan jalur rayap yang masuk dari tanah melalui celah yang ada.
Baca Juga:  Finishing Dinding, Teknik Plesteran dan Acian Pada Tembok

3. Pondasi Bangunan

Konstruksi bangunan yang terbuat dari beton belum tentu terbebas dari rayap. Memang, beton tidak akan diserang rayap. Namun, retakan dalam beton dapat menjadi jalur masuk rayap ke dalam sudut-sudut rumah. Pada akhirnya, rayap dapat menyerang kusen hingga furnitur yang terbuat dari kayu.

 

Pengendalian Hama Rayap

Untuk mencegah atau mengurangi akibat perusakan rayap telah tersedia suatu cara pengendalian yang efektif. Pada prinsipnya proses pengendalian rayap pada bangunan gedung dan rumah adalah dengan perlakuan tanah (soil treatment) dan menggunakan kayu dengan keawetan tinggi atau kayu yang telah diawetkan (wood treatment).

Ada dua metode perlakuan rayap yang ditentukan menurut saat aplikasi dilakukan yaitu metode pra perlakuan/pra konstruksi (pre-treatment) yang mengacu pada SNI-03-2404-1991 dan pasca perlakuan/pasca kontruksi (post- treatment) yang mengacu pada SNI-03-2405-1991.

Baca Juga:  Cara Membaca Gambar Isometrik Piping Beserta Contohnya

Metode pre-treatment dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu perlakuan khemis dan perlakuan khemismekanis (khemek). Perlakuan khemis diterapkan pada pondasi bangunan yang tidak dilengkapi dengan sloof beton bertulang. Sedangkan perlakuan khemismekanis diterapkan pada pondasi bangunan yang dilengkapi dengan sloof beton bertulang.

Cara lainnya yaitu penekanan populasi (pengumpanan), metode ini diperkirakan akan menjadi metode andalan dalam pengendalian rayap dimasa depan. Dalam metode pengumpanan, insektisida yang digunakan dikemas dalam bentuk yang disenagi rayap sehingga menarik untuk dimakan.

Prinsip teknologi ini adalah memanfaatkan sifat tropalaksis rayap, dimana racun yang dimakan disebar ke dalam koloni oleh rayap pekerja. Untuk itu racun yang digunakan harus bekerja secara lambat (slow action) sehingga rayap pekerja yang memakan umpan tadi masih sempat kembali ke sarangnya dan menyebarkan racun kepada anggota koloni lainnya.

 

 

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker