Pengelasan & Welding

Kampuh Las, Jenis dan Proses Pembuatan Kampuh Las

berbagai Jenis Kampuh Las dan Cara Pembuatannya

Kampuh Las, Persiapan dan Proses Pembuatan Kampuh. Kampuh merupakan bagian dari logam induk yang nantinya akan diisi oleh deposit las atau logam las (weld metal). Kampuh las awalnya adalah berupa gabungan las (weld pool)yang kemudian diisi dengan logam las.

Pada dasarnya dalam memilih bentuk kampuh harus menuju kepada penurunan logam las sampai kepada harga logam terendah dan tidak menurunkan mutu sambungan. Untuk kampuhkampuh las pada saat pembakarannya dapat mengisi pada seluruh tebalnya plat.

Sebelum pengelasan dilaksanakan kampuh las harus melalui proses pengerjaan awal, karat, minyak, cat harus dihilangkan untuk memperoleh pembakaran yang baik, pada kampuh V dipakaielektroda dengan diameter yang kecil atau sesuai dengan besar sudut kampuh dan tebal plat yang akan dilas.

Persiapan Kampuh Las

Pembuatan persiapan las dapat di lakukan dengan beberapa teknik, tergantung bentuk sambungan dan kampuh  yang akan dikerjakan. Teknik yang biasa dilakukan dalam membuat persiapan las, khususnya untuk sambungan tumpul dilakukan dengan mesin atau alat pemotong oksi asetilen (brander potong).

Mesin pemotong oksi asetilen lurus (Straight Cutting Machine) dipakai untuk pemotongan pelat, terutama untuk kampuh-kampuh las yang di bevel, seperti kampuh V atau X, sedang untuk membuat persiapan pada pipa dapat dipakai Mesin pemotong oksi asetilen lingkaran ( brander potong).

Namun untuk keperluan sambungan sudut yang tidak memerlukan kampuh dapat digunakan mesin potong pelat (guletin) berkemampuan besar, seperti Hidrolic Shearing Machine. Adapun pada sambungan tumpul perlu persiapan yang lebih teliti, karena tiap kampuh las mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri, kecuali kampuh I yang tidak memerlukan persiapan kampuh las, sehingga cukup dipotong lurus saja.

Kampuh – V dan X ( Single Vee dan Double Vee )

Untuk membuat kampuh – V dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: ƒ

  • Potong sisi pelat dengan sudut ( bevel ) antara 30q35qdengan menggunakan pemotong oksi asetilen lurus (Straight Cutting Machine).

pembuatan kampuh las V dan X

  • Buat “root face” selebar 1 – 2 mm secara merata dengan menggunakan mesin gerinda dan atau kikir rata. Kesamaan tebal / lebar permukaan “root face” akan menentukan hasil penetrasi pada akar ( root )

kampuh las x dan v

 

Baca Juga:  Teknik Pengelasan MIG (GMAW) Argon Untuk Pemula

Kampuh U dan J.

Pembuatan kampuh U dan J dapat dilakukan dengan dua cara :

  • Melanjutkan pembuatan kampuh V (Single Vee) dengan mesin gerinda sehingga menjadi kampuh U atau J.
  • Dibuat dengan menggunakan teknik “las potong/gas gouging”, kemudian dilanjutkan dengan gerinda dan atau kikir.

Setelah dilakukan persiapan kampuh, baru dirakit (dilas ikat) sesuai dengan bentuk sambungan yang dikerjakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan las ikat (tack weld) adalah sebagai berikut : ƒ

  • Pada sambungan las sudut cukup di las ikat pada kedua ujung sepanjang penampang sambungan atau dengan jarak tiap r 150mm. ƒ
  • Bila dilakukan pengelasan sambungan sudut ( T ) pada kedua sisi, maka konstruksi sambungan harus 90q terhadap bidang datarnya. Bila hanya satu sisi saja, maka sudut perakitannya adalah 3q – 5q menjauhi sisi tegak sambungan, yakni untuk mengantisipasi tegangan penyusutan / distorsi setelah pengelasan.

pembuatan kampuh las

 

Jenis Kampuh Las

Jenisjenis kampuh adalah sebagai berikut

  1. Las I kampuh terbuka, pada kampuh ini terdapat celah antara plat yang akan dilas. Lebar celah tergantung pada ketebalan plat. Kampuh ini kurang kuat dibandingkan kampuh tertutup.
  2. Kampuh V tunggal, kampuh ini lebih kuat dari pada kampuh persegi dan dapat dipakai untuk menerima gaya tekan yang besar, serta lebih tahan terhadap kondisi beban statis.
  3. Kampuh V ganda, kampuh ini lebih kuat dari pada kampuh V tunggal, sangat baik untuk kondisi beban statis maupun dinamis serta dapat menjaga perubahan bentuk kelengkungan sekecil mungkin.
  4. Kampuh V miring tunggal dan ganda, kampuh ini dipergunakan untuk bebantekan yang besar. Kampuh ini lebih baik dari pada las persegi, tetapi tidak lebih baik dari sambungan V.
  5. Kampuh U tunggal, kampuh U tunggal dapat dibuat tertutup dan terbuka. Kampuh ini lebih kuat menerima beban statis dan diperlukan untuk sambungan berkualitas tinggi.
  6. Kampuh U ganda, kampuh U ganda juga dibuat tertutup dan terbuka. Kampuh ini lebih kuat menerima beban statis dan dinamis
  7. Kampuh tumpang (overlap), kampuh ini sangat sederhana dan mudah, kampuh ini diperlukan untuk menahan tekanan berat, maka pengelasan harus dikerjakan pada kedua sisi permukaan.
  8. Kampuh T, kampuh las T terdiri atas 5 jenis yaitu:
  • Kampuh T dengan las siku. Kampuh T dengan las siku dapat digunakan dengan tebal plat >12 mm.
  • Kampuh T dengan alur V miring tunggal lebih kuat terhadap beban tekan yang besar dibandingkan sambungan T dengan las rusuk.
  • Kampuh T dengan alur V miring ganda. Kampuh ini lebih kuat dari pada sambungan T dengan alur V miring tunggal.
  • Kampuh T dengan alur J tunggal. Kampuh ini dipakai untuk beban tekan yang lebih besar dari pada las rusuk, tetapi tidak untuk mengganti sambungan dengan las T dengan alur V miring ganda.
  • Kampuh T dengan alur J ganda. Dipakai untuk menahan beban kejut dengan ketebalan plat >30 mm.

9. Kampuh sudut, kampuh sudut dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

  • Kampuh sudut rapat. Kampuh ini banyak dijumpai pada konstruksikonstruksi dengan bahan plat tipis kurang lebih 3 mm.
  • Kampuh sudut setengah terbuka. Kampuh ini lebih tahan dibandingkan ikatan rapat, tetapi tidak disarankan untuk menerima gaya bending.
  • Kampuh sudut terbuka. Ketebalan plat 625 mm memungkinkan dengan cara seperti ini. Perembesan bahan pengisian pada platplat yang disambung juga mudah dicapai.

10. Kampuh tepi kampuh ini hanya cocok untuk tebal kurang dari 3 mm. Perembesanyang sempurna tidak mungkin dapat dicapai Kampuh ini hanya digunakan untuk menahan beban kecil dan tidak digunakan untuk tegangan yang besar.

 

Source: Buku SMK kelas 10 dan Jurnal teknik Mesin

Baca Juga:  Cara Mengatur Besar Arus Amper Pada Pengelasan dengan Mesin Las Listrik

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker