Mengelas Aluminium dengan Las TIG: Panduan Teknis Lengkap 2026

Pertama kali melihat welder profesional mengelas aluminium dengan mesin TIG, yang paling mencolok adalah betapa berbedanya prosesnya dari mengelas baja biasa. Gerakan lebih lambat, kedua tangan bekerja secara independen (satu untuk torch, satu untuk filler wire), dan busur yang terlihat “bersih” tanpa percikan. Mengelas aluminium adalah skill tersendiri yang berbeda dari las SMAW atau MIG biasa — tapi hasilnya, saat dikuasai, adalah sambungan yang kuat, bersih, dan sangat estetis.
Artikel ini adalah panduan komprehensif mengelas aluminium dengan las TIG (GTAW) — dari memahami mengapa aluminium jauh lebih menantang dari baja, persiapan yang kritis, parameter yang harus dikuasai, hingga troubleshooting masalah yang paling umum.
Mengapa Aluminium Lebih Sulit Dilas dari Baja?
Aluminium memiliki beberapa sifat fisika-kimia yang menjadikannya tantangan unik bagi welder:
- Lapisan oksida aluminium (Al₂O₃) — permukaan aluminium selalu dilapisi oksida aluminium yang sangat tipis. Masalah: oksida ini memiliki titik leleh sekitar 2.050°C, sementara aluminium di bawahnya meleleh hanya di 660°C. Artinya, selama pengelasan, lapisan oksida tetap solid sementara logam di bawahnya sudah cair — ini mencegah fusi yang baik dan harus diatasi secara aktif
- Konduktivitas termal sangat tinggi — aluminium menghantar panas 5× lebih cepat dari baja. Panas menyebar ke seluruh material sangat cepat, mempersulit pembentukan puddle yang terkontrol dan memerlukan preheat untuk material yang lebih tebal
- Tidak berubah warna saat panas — baja berubah dari merah ke oranye ke putih saat mendekati titik leleh, memberikan visual feedback kepada welder. Aluminium tetap terlihat sama sampai tiba-tiba meleleh — tanpa warning. Welder harus belajar membaca tanda-tanda subtle lainnya
- Rentan terhadap porositas — aluminium menyerap hidrogen dalam kondisi cair. Saat memadat, hidrogen terlepas dan membentuk void (porositas) dalam lasan. Kebersihan mutlak dan gas argon murni adalah kunci mencegah ini
- Ekspansi termal tinggi — aluminium mengembang dan menyusut sekitar dua kali lebih banyak dari baja, sehingga distorsi dan warping lebih signifikan
Mengapa TIG (GTAW) untuk Aluminium?
TIG (Tungsten Inert Gas) welding / GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) adalah metode yang paling sesuai untuk aluminium karena satu alasan krusial: kemampuan menggunakan arus AC (alternating current).
Saat arus AC berada pada setengah siklus positif (elektroda positif), busur “membersihkan” lapisan oksida dari permukaan aluminium melalui mekanisme yang disebut cathodic cleaning atau oxide breaking. Saat setengah siklus negatif (elektroda negatif), penetrasi ke logam dasar terjadi. Kombinasi keduanya memungkinkan TIG-AC secara simultan membersihkan oksida dan membuat puddle yang sempurna — sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh SMAW atau MIG pada aluminium.
Selain TIG-AC, MIG juga bisa mengelas aluminium (menggunakan filler wire aluminium dan gas argon), tapi untuk pekerjaan presisi, material tipis, dan kualitas estetis tinggi, TIG tidak tertandingi.
Peralatan yang Diperlukan
- Mesin las TIG dengan kemampuan AC — ini mandatory. Mesin TIG DC-only tidak bisa digunakan untuk aluminium. Mesin inverter TIG modern biasanya memiliki kemampuan AC/DC. Fitur tambahan yang sangat membantu: AC balance control (mengatur rasio cleaning vs penetration) dan AC frequency control
- Elektroda tungsten — untuk TIG-AC aluminium, gunakan elektroda tungsten murni (pure tungsten, warna hijau) atau zirconiated tungsten (warna putih). Elektroda thoriated (warna merah) yang umum untuk DC tidak cocok untuk AC aluminium. Bentuk ujung untuk AC: bola (ball) yang terbentuk secara natural, bukan runcing
- Gas argon murni — argon 99,99% (grade welding). Jangan gunakan campuran argon-CO₂ atau argon-helium untuk aluminium kecuali untuk aplikasi spesifik. Flowrate: 10–15 L/menit
- Filler wire aluminium — dua grade yang paling umum:
- ER4043 (AlSi5) — mengalir lebih baik, kurang sensitif terhadap retak, warna anodizing kurang bagus. Untuk aplikasi umum
- ER5356 (AlMg5) — lebih kuat, warna lebih baik setelah anodizing. Untuk aplikasi struktural dan marine
Persiapan Material — Kritis!
Kebersihan adalah 90% dari keberhasilan mengelas aluminium. Aluminium yang terkontaminasi minyak, air, atau oksida tebal akan menghasilkan lasan berpori dan lemah.
Prosedur Persiapan Standar
- Degreasing — bersihkan seluruh area yang akan dilas dan sekitarnya dengan aseton atau isopropyl alcohol menggunakan kain bersih yang lint-free. Gunakan selalu kain baru yang bersih, bukan yang sudah dipakai karena bisa mentransfer kontaminan
- Mechanical cleaning — sikat seluruh area yang akan dilas menggunakan sikat stainless steel yang dedicated untuk aluminium saja. Sikat yang pernah digunakan untuk baja akan mentransfer partikel besi ke aluminium, menyebabkan kontaminasi dan korosi galvanik. Sikat searah, jangan memutar
- Bersihkan filler wire — usap filler wire dengan aseton sebelum digunakan. Wire yang disimpan terbuka akan mengembangkan lapisan oksida yang memperburuk kualitas lasan
- Segera las — oksida aluminium terbentuk kembali dalam hitungan menit setelah dibersihkan. Las segera setelah persiapan selesai
Parameter TIG untuk Aluminium
| Ketebalan Material | Arus (AC Ampere) | Diameter Elektroda | Diameter Filler | Preheat |
|---|---|---|---|---|
| 1 mm | 40–60 A | 1,6 mm | 1,6 mm | Tidak perlu |
| 2 mm | 60–90 A | 2,4 mm | 2,4 mm | Tidak perlu |
| 3 mm | 90–130 A | 2,4 mm | 2,4–3,2 mm | Opsional |
| 6 mm | 140–200 A | 3,2 mm | 3,2 mm | Disarankan (80–120°C) |
| 10 mm+ | 200–280 A | 4,0 mm | 3,2–4,0 mm | Wajib (150–200°C) |
Teknik Pengelasan TIG Aluminium
- Posisi torch — sudut 10–15° dari vertikal ke arah travel. Lebih tegak dari pengelasan baja karena cathodic cleaning yang lebih agresif pada AC
- Jarak elektroda ke material — 3–5 mm. Lebih jauh dari baja karena busur AC yang lebih “lebar”
- Baca tanda cleaning — saat busur stabil dan parameter benar, akan terlihat zona “cleaned” yang mengkilap di sekitar busur — ini adalah tanda cathodic cleaning bekerja. Zona ini harus terlihat konsisten dan tidak terlalu sempit (kurang power) atau terlalu lebar (terlalu banyak cleaning, kurang penetrasi)
- Teknik filler wire — berbeda dari las stik, filler wire TIG ditambahkan secara manual ke depan puddle. Masukkan wire pada sudut rendah (10–15°) dari sisi depan. Jangan sentuhkan wire ke elektroda — akan mengkontaminasi elektroda dan merusak busur
- Kecepatan yang lebih cepat dari baja — karena konduktivitas termal aluminium yang tinggi, travel speed harus lebih cepat untuk mencegah burn-through
- Post-flow gas — setelah busur padam, gas argon harus tetap mengalir 5–10 detik untuk melindungi elektroda dan puddle yang masih panas dari oksidasi
Troubleshooting Masalah Umum
| Masalah | Kemungkinan Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Porositas (lubang dalam lasan) | Kontaminasi minyak/air, gas tidak murni, flowrate rendah | Degreasing lebih teliti, cek kemurnian gas, naikkan flowrate |
| Elektroda membola terlalu besar | Arus terlalu tinggi, elektroda terlalu kecil | Turunkan arus atau gunakan elektroda lebih besar |
| Tidak ada cathodic cleaning | Arus terlalu rendah, balance setting salah | Naikkan arus, sesuaikan AC balance |
| Burn-through | Arus terlalu tinggi atau travel speed terlalu lambat | Turunkan arus, percepat travel, pertimbangkan backing bar tembaga |
| Lasan hitam dan ternoda | Kontaminasi, gas coverage tidak cukup | Perbaiki kebersihan, periksa cup size dan flowrate |
Harga Mesin TIG untuk Aluminium 2026
| Segmen | Merek/Tipe | Estimasi Harga 2026 |
|---|---|---|
| Entry-level hobbyist | Jasic TIG 200P AC/DC, GYS TIG | Rp 6.000.000 – Rp 12.000.000 |
| Mid-range workshop | Lincoln Electric Invertec, Miller Diversion | Rp 18.000.000 – Rp 40.000.000 |
| Professional industrial | Miller Dynasty, Lincoln Precision TIG | Rp 60.000.000 – Rp 150.000.000+ |
FAQ Mengelas Aluminium
Bisakah mengelas aluminium dengan las stik (SMAW)?
Secara teknis bisa menggunakan elektroda aluminium khusus, tapi hasilnya jauh lebih buruk dari TIG dan sangat sulit dilakukan dengan baik. Slag control sangat sulit, spatter banyak, dan kualitas joint lemah. Untuk pekerjaan aluminium, TIG atau MIG adalah pilihan yang jauh lebih appropriate.
Berapa lama waktu untuk menguasai TIG aluminium?
Untuk mencapai hasil yang acceptable (bukan retak, tidak berpori, manik yang konsisten), rata-rata 20–40 jam latihan terstruktur bagi seseorang yang sudah bisa las SMAW atau MIG. Untuk mencapai kualitas las aluminium yang benar-benar presisi dan estetis, butuh ratusan jam pengalaman. TIG aluminium adalah skill yang berbuah seumur hidup.
Kesimpulan
Mengelas aluminium dengan TIG adalah salah satu skill pengelasan paling bernilai yang bisa dikuasai — membuka kemampuan mengerjakan komponen aluminium untuk otomotif, kelautan, aerospace, arsitektur, dan banyak aplikasi lain. Kunci keberhasilannya ada pada tiga hal: kebersihan material yang absolut, mesin TIG AC yang tepat, dan pengembangan feel untuk kecepatan dan panas yang tepat melalui latihan konsisten.
Untuk melengkapi pengetahuan pengelasan, baca panduan kami tentang teknik mengelas plat tipis yang banyak prinsipnya berlaku untuk material tipis aluminium, dan artikel tentang proteksi anti karat untuk logam sebagai langkah finishingnya.



