Kendaraan Listrik

Komponen dan Cara Kerja Hoverboard – Self Balancing Scooter

Saat mendengar istilah “hoverboard”, hal pertama yang mungkin terlintas di pikiran kita adalah papan yang melayang. Pemikiran tersebut sah-sah saja karena pada dasarnya hoverboard berasal dari dua kata yaitu “hover” dan “board”. Hover berarti melayang dan board adalah papan. Namun, sekarang ini hoverboard sudah digunakan sebagai sebutan lain untuk self-balancing scooter. Self-balancing scooter adalah kendaraan dengan dua roda yang dikendarai dengan keseimbangan penggunanya.

Hoverboard atau self-balancing scooter merupakan kendaraan canggih dengan kesan yang futuristik. Anda tinggal berdiri di atasnya, selanjutnya Anda bisa bergerak ke sana kemari karena hoverboard dapat bergulir secara mulus di jalanan. Di balik desain futuristiknya, ternyata teknologi ini memiliki cara kerja yang sederhana. Ingin tahu? Simak uraian di bawah ini.

Komponen Hoverboard

Sebelum mempelajari cara kerja hoverboard, ada baiknya Anda mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada di dalam sebuah hoverboard. Dilansir dari Quora, setelah dibedah, inilah komponen dalam seperangkat hoverboard:

Baca Juga:  7 Langkah Mengendarai Skuter Listrik untuk Pemula

  • Rangka plastik luar
  • Rangka baja dengan sumbu di tengah
  • Motherboard
  • Dua giroskop
  • Sepasang sensor infrared
  • Motor listrik penggerak di tiap roda
  • Sensor kecepatan dan sensor kemiringan di tiap roda
  • Bantalan penekan dengan saklar
  • Lampu LED
  • Baterai lithium
  • Port pengisian daya
  • Tombol power
  • Sepasang roda

Cara Kerja Hoverboard

Komponen-komponen pada hoverboard tersebut kemudian saling bekerja sama dengan perangkat lunak agar papan bisa dikendarai. Adapun sistem kerjanya adalah sebagai berikut:

1. Deteksi Gerakan

Hoverboard dapat melakukan deteksi gerakan dan menerjemahkannya sebagai perintah untuk mundur, maju, mempercepat, dll. Deteksi ajaib ini didalangi oleh adanya berbagai sensor dan giroskop. Sensor kemiringan dan kecepatan dibantu oleh giroskop bekerja sama untuk mengetahui distribusi berat badan pengendara. Giroskop berperan penting untuk menentukan pusat dasar gravitasi yang kemudian dihubungkan dengan gerakan pengguna.

Sensor kecepatan melakukan komunikasi dengan sensor yang tertanam di roda untuk memberi perintah tindakan ke papan utama. Deteksi gerakan juga dibantu oleh komponen bantalan penekan. Saklar pada bantalan secara cerdas dapat membaca peralihan berat badan untuk mengatur keseimbangan. Hal ini akan mempermudah pengguna untuk melakukan gerakan membelok.

Baca Juga:  Sepeda Listrik e-cargo Bunch Coupe launching dengan Desain Kece

2. Pusat Kendali

Motherboard yang terdapat di dalam papan hover merupakan pusat utama segala pemrosesan. Bagian ini diumpamakan sebagai CPU mini yang tertanam dalam hoverboard. Deteksi gerakan dari alat sensor dan giroskop akan diolah oleh motherboard untuk kemudian diidentifikasi sebagai sebuah perintah pembelokan, perlambatan, atau percepatan.

Motherboard merupakan pusat kendali semua mode gerakan yang terdapat di hoverboard. Komponen ini mampu memberi batasan kecepatan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan.

3. Gravitasi

Pusat gravitasi adalah kunci utama keseimbangan mengendarai hoverboard. Dengan adanya gravitasi, pengguna dapat mengatur keseimbangan untuk berdiri, berjalan atau bahkan melompat. Dalam sebuah hoverboard, sensor kemiringan dan giroskop berperan besar dalam mempertahankan pusat gravitasi. Pemertahanan itu dilakukan berdasarkan deteksi distribusi berat badan pengguna yang beralih ke sana ke mari.

Baca Juga:  Perlengkapan Keselamatan Dasar dalam Mengendarai Hoverboard

Setiap gerakan dari kedua kaki pengguna akan secara langsung berkomunikasi dengan motherboard. Dengan begitu, Anda akan tetap seimbang meskipun gerakan sedang lambat maupun cepat.

Itulah sistem kerja hoverboard. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa hoverboard bekerja layaknya tubuh manusia. Motherboard merupakan otak yang mengolah berbagai informasi. Informasi diperoleh dari mikroprosesor yang terpasang di berbagai bagian hoverboard. Mikroprosesor ini bekerja serupa dengan telinga bagian dalam kita karena mampu membantu dan menjaga keseimbangan seluruh badan saat manusia bergerak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami