PLTS

Solar charge controller (SCC), Dasar-dasar Battery charge regulator (BCR)

Fungsi Solar charge controller (SCC) dalam PLTS

Solar charge controller (SCC) atau juga dikenal sebagai battery charge regulator (BCR) adalah komponen elektronik daya di PLTS untuk mengatur pengisian baterai dengan menggunakan modul fotovoltaik menjadi lebih optimal. Perangkat ini beroperasi dengan cara mengatur tegangan dan arus pengisian berdasarkan daya yang tersedia dari larik modul fotovoltaik dan status pengisian baterai (SoC, state of charge).

Untuk mencapai arus pengisian yang lebih tinggi, beberapa SCC dapat dipasang secara paralel di bank baterai yang sama dan menggabungkan daya dari larik modul fotovoltaik.

Apa saja fungsi solar charge controller?

  • Mengubah arus DC bertegangan tinggi dari larik modul fotovoltaik ke tegangan yang lebih rendah baterai (tegangan sistem 48 VDC).
  • Melindungi bank baterai dari pengisian yang berlebih dengan mengurangi arus pengisian dari larik modul fotovoltaik di saat baterai sudah penuh. Tergantung pada teknologi baterai, pengisian baterai yang berlebihan (overcharge) dapat menyebabkan timbulnya gas dan ledakan.
  • Memaksimalkan transfer daya dari larik modul fotovoltaik ke baterai dengan menggunakan algoritma maximum power point tracker (MPPT1).
  • Memblokir arus balik dari bank baterai di saat radiasi sinar matahari tidak mencukupi atau di malam hari.
  • Mengukur dan memonitor tegangan, arus, dan energi yang ditangkap dari larik modul fotovoltaik dan mengirimkannya ke bank baterai

Memilih tipe dan desain SCC yang tepat merupakan hal penting untuk menjaga efisiensi PLTS dan umur pakai dari baterai. Spesifikasi SCC ditentukan berdasarkan konfigurasi larik modul fotovoltaik, sistem tegangan yang dipakai, dan karakteristik baterai. Oleh karena itu, penting untuk memahami spesifikasi SCC agar tidak menyebabkan kerusakan pada komponen SCC maupun baterai.

Tabel di bawah ini menjelaskan istilah umum yang digunakan di dalam spesifikasi.

Max. open circuit voltage [V] Tegangan DC maksimum dari larik modul fotovoltaik pada tegangan
larik terbuka (U
OC)
MPP or operating range [V] Rentang tegangan untuk pelacak titik daya maksimum (MPPT)
Max. input current [A] Arus DC masukan maksimum dari larik modul fotovoltaik pada arus
hubungan arus pendek (I
SC)
Output voltage [V] Tegangan keluaran atau tegangan nominal baterai
Max. battery charging current [A] Arus keluaran untuk pengisian baterai (charging current)

 

Baca Juga:  Tesla Powerwall, Generasi Baru Sistem Penyimpanan Energi Perumahan

Seperti apa spesifikasi solar SCC yang ideal?

  • Tegangan dan arus masukan (input) maksimum SCC harus lebih tinggi dari tegangan dan arus maksimum larik modul fotovoltaik yang terhubung pada kondisi apapun, dengan mempertimbangkan juga koefisien temperatur modul fotovoltaik. Temperatur modul yang kurang dari 25°C akan menaikkan tegangan keluaran modul, sementara temperatur yang lebih tinggi akan menaikkan arus keluarannya. Batas aman (safety margin) sebesar 1,25 untuk arus dan tegangan masukan harus dipertimbangkan.
  • Efisiensi yang tinggi (≥ 98%) pada tegangan sistem dan dilengkapi dengan MPPT.
  • Dilengkapi dengan sistem proteksi berikut ini:
    a.
    Proteksi polaritas terbalik di sisi masukan (input reverse polarity), bila secara tidak sengaja salah menghubungkan kabelnya.
    b.
    Proteksi tegangan tinggi baterai (high voltage diconnect), yang secara otomatis menghentikan proses pengisian di saat tegangan baterai telah mencapai batas yang ditentukan untuk menghindari pengisian baterai yang berlebihan.
    c.
    Proteksi arus lebih (overcurrent), perangkat ini harus memiliki rating paling sedikit 125% dari arus hubungan arus pendek larik modul fotovoltaik.
    d.
    Proteksi ground fault, untuk melindungi kabel ketika konduktor modul fotovoltaik bersentuhan dengan sistem pembumian (grounding).
    e.
    Proteksi tegangan berlebih (overvoltage), dipasang di sisi masukan larik modul fotovoltaik.
  • f. Pengisian (charging) baterai dengan kompensasi temperatur adalah kemampuan
  • SCC dalam mengendalikan tegangan pengisian berdasarkan temperatur baterai.
  • Sesuai dengan teknologi baterai yang terpasang (misalnya lead-acid, lithium-ion, zinc-air, dll.). Setiap baterai memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu perlu konfigurasi yang tepat, terutama di saat merancang dan memasang sistem. Arus keluaran nominal SCC seharusnya tidak lebih tinggi dari arus pengisian yang diperbolehkan baterai yang digunakan. Batas pemutusan (cut-off limit) atau nilai ambang pemutusan tegangan-tinggi dari baterai harus dikonfigurasi secara berbeda untuk setiap teknologi baterai yang berbeda.
  • Tampilan yang mudah digunakan untuk mengatur dan menunjukkan status SCC. Tampilan ini akan membantu operator atau teknisi untuk dapat dengan mudah memantau sistem.
  • Diuji dan disertifikasi sesuai standar IEC 62509. Standar ini mengatur persyaratan minimum untuk fungsi dan kinerja solar charge controller.
  • Diproduksi oleh perusahaan terkemuka yang memiliki rekam jejak yang bagus dan prosedur garansi yang jelas.
  • Hanya hubungkan merek dan tipe SCC yang sama secara paralel saat menghendaki daya yang lebih tingg

Komentar

comments

Tags
fungsi Solar charge controller harga Solar charge controller instalasi Solar charge controller jual Solar charge controller kegunaan Solar charge controller scc panel surya terbaik scc plts Solar charge controller Solar charge controller panel surya

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker