Teknik Pengelasan SMAW: Panduan Lengkap dari Persiapan hingga Finishing Lasan
8 Tips Pengelasan Agar Optimal dan hasil Sempurna

Mengelas adalah salah satu keterampilan yang kelihatannya sederhana — nyalakan mesin, tempel elektroda ke logam, mulai. Tapi hasil lasan yang kuat, rapi, dan bebas cacat adalah produk dari pemahaman yang mendalam, bukan sekadar keberanian menekan tombol.
Banyak pemula menghasilkan lasan yang tampak “oke” di permukaan tapi sebenarnya penuh dengan porositas, incomplete fusion, atau undercut yang membuat sambungan jauh lebih lemah dari yang seharusnya. Panduan ini membahas teknik dasar pengelasan SMAW (las elektroda terbungkus) yang paling umum digunakan di bengkel dan konstruksi Indonesia — dari persiapan material hingga finishing lasan.
Memahami Proses SMAW Sebelum Mulai
SMAW (Shielded Metal Arc Welding) — di Indonesia disebut las listrik atau las elektroda — adalah proses pengelasan menggunakan elektroda yang terbungkus flux. Ketika elektroda bersentuhan dengan logam dasar dan arus listrik mengalir, terjadi busur listrik (arc) yang menghasilkan panas hingga 6.000°C — cukup untuk melelehkan baja.
Flux yang membungkus elektroda terbakar bersamaan menghasilkan gas pelindung yang melindungi kolam las (weld pool) dari kontaminasi atmosfer — oksigen dan nitrogen yang bisa membuat lasan berpori dan rapuh. Sisa flux mengeras menjadi terak (slag) di atas permukaan lasan yang harus dibuang setelah dingin.
Memahami prinsip ini penting karena hampir semua masalah lasan bisa dilacak ke gangguan pada proses dasar ini: arc yang tidak stabil, pelindung gas yang tidak memadai, atau panas yang tidak tepat.
Persiapan: 50% Kualitas Lasan Ditentukan di Sini
1. Bersihkan Material dengan Benar
Ini nomor satu yang paling sering diabaikan. Minyak, karat, cat, galvanisasi, dan kotoran adalah musuh lasan berkualitas. Kontaminan ini terperangkap di dalam kolam las dan menghasilkan porositas — gelembung gas yang melemahkan lasan secara signifikan.
Urutan pembersihan yang benar:
- Hilangkan karat tebal dengan gerinda atau sikat kawat baja
- Bersihkan minyak dan gemuk dengan aseton, thinner, atau alcohol — lap searah, jangan melingkar agar kontaminan tidak menyebar
- Sikat dengan sikat kawat baja — khusus untuk pengelasan, jangan pakai sikat kawat yang pernah dipakai material lain (kontaminasi silang)
- Untuk baja galvanis — grinding lapisan seng di area las minimal 2–3 cm dari jalur las. Asap seng sangat beracun dan mencemari lasan
2. Fit-Up dan Alignment yang Tepat
Gap (celah) antar material yang akan disambung harus konsisten dan sesuai dengan ketebalan material:
| Ketebalan Material | Gap Root (celah akar) | Bevel Angle |
|---|---|---|
| < 3 mm | 0 mm (butt langsung) | Tidak perlu bevel |
| 3–6 mm | 0–2 mm | Tidak perlu atau bevel 30° |
| 6–12 mm | 2–3 mm | Bevel 30–37,5° (V-groove) |
| > 12 mm | 3–4 mm | Bevel 37,5° (V-groove penuh) |
Gunakan tack weld (las titik) di beberapa titik untuk mengunci posisi sebelum pengelasan penuh. Tack weld harus cukup kuat menahan distorsi — minimal 3–4 titik untuk sambungan panjang.
3. Pilih Elektroda yang Tepat
Elektroda SMAW dipilih berdasarkan material yang dilas, posisi pengelasan, dan kondisi permukaan material. Kode elektroda mengandung semua informasi ini:
Contoh: E6013
| Kode | Arti |
|---|---|
| E | Elektroda (Electrode) |
| 60 | Kekuatan tarik minimum deposit las = 60.000 psi (414 MPa) |
| 1 | Posisi pengelasan: 1 = semua posisi (flat, horizontal, vertikal, overhead) |
| 3 | Jenis flux dan arus: 3 = titania, AC atau DC+/- |
Elektroda yang paling umum di Indonesia:
| Elektroda | Karakteristik | Kegunaan Terbaik |
|---|---|---|
| E6013 | Arc lembut, terak mudah lepas, cocok untuk pemula | Baja lunak, sheet metal tipis, pipa ringan, fabrikasi umum |
| E7016 | Low hydrogen, butuh material bersih, kuat | Baja medium-high strength, aplikasi struktural |
| E7018 | Low hydrogen, deposit sangat kuat, butuh elektroda kering | Baja kekuatan tinggi, konstruksi kritis, pressure vessel |
| E6010/E6011 | Deep penetration, cocok untuk material berkarat/kotor | Pipa minyak & gas, material sulit dibersihkan, root pass |
| Stainless (308, 316) | Tahan karat, cocok untuk stainless steel | Tangki kimia, peralatan food-grade, aplikasi marine |
Catatan penting untuk E7018: Elektroda low hydrogen harus disimpan dalam kondisi kering (kelembaban rendah) dan idealnya digunakan langsung dari oven pengering (holding oven 120°C). Elektroda yang lembab akan menghasilkan porositas dan hidrogen cracking yang berbahaya.
4. Setting Ampere yang Tepat
Ampere yang salah adalah penyebab paling umum masalah lasan. Terlalu rendah → incomplete fusion, lasan dingin. Terlalu tinggi → undercut, percikan berlebihan, material gosong.
Panduan setting ampere dasar:
| Diameter Elektroda | Range Ampere Umum | Ketebalan Material Cocok |
|---|---|---|
| 2,0 mm | 40–80 A | 1,5–3 mm |
| 2,6 mm | 60–110 A | 3–5 mm |
| 3,2 mm | 90–140 A | 4–8 mm |
| 4,0 mm | 130–180 A | 6–12 mm |
| 5,0 mm | 170–240 A | 10 mm ke atas |
Cara mengenali ampere yang tepat dari suara dan tampilan:
- Ampere tepat: suara arc seperti desis “sssss” yang konsisten, percikan minimal, kolam las terkontrol
- Terlalu rendah: arc tidak stabil, sering mati, elektroda sering nempel ke material, lasan menumpuk tanpa penetrasi
- Terlalu tinggi: percikan banyak, undercut di sisi lasan, material tipis bisa bolong
Selalu sesuaikan ampere juga dengan posisi pengelasan — posisi overhead butuh ampere 10–15% lebih rendah dari flat karena gravitasi membantu kolam las mengalir ke tempat yang tidak diinginkan.
Teknik Mengelas yang Benar
1. Cara Memegang Elektroda (Stick Angle)
Sudut elektroda terhadap material menentukan penetrasi, lebar lasan, dan distribusi panas:
- Work angle (sudut lateral) — sudut elektroda terhadap permukaan material. Untuk las butt (flat): 90°. Untuk las fillet (sudut): 45° terhadap kedua permukaan yang bertemu.
- Travel angle (sudut arah gerak) — kemiringan elektroda ke arah perjalanan las. Untuk drag technique (elektroda condong ke depan): 5–15°. Ini yang paling umum untuk SMAW.
2. Arc Length (Panjang Busur)
Jarak antara ujung elektroda dengan kolam las — salah satu variabel yang paling kritis dan paling sulit dikontrol pemula.
- Arc length ideal = kira-kira sama dengan diameter inti elektroda. Untuk elektroda 3,2 mm → arc length ±3 mm
- Terlalu pendek → elektroda nempel, arc mati, lasan tidak rata
- Terlalu panjang → arc tidak stabil, percikan banyak, penetrasi kurang, porositas meningkat
Tips untuk pemula: Dengarkan suaranya. Arc length yang tepat menghasilkan suara desis yang konsisten. Arc yang terlalu panjang terdengar “pop-pop” tidak beraturan.
3. Travel Speed (Kecepatan Gerak)
Kecepatan menggerakkan elektroda sepanjang jalur las menentukan lebar dan ketinggian lasan (bead profile):
- Terlalu lambat → lasan terlalu lebar dan tinggi, boros elektroda, heat input berlebih, material tipis bisa burn-through
- Terlalu cepat → lasan sempit, dangkal, incomplete fusion
- Kecepatan tepat → lebar bead sekitar 2–3× diameter elektroda, permukaan cembung sedang dan konsisten
Cara menilai travel speed: Amati kolam las dari sisi belakang arc — kolam harus mengikuti sekitar 1–1,5× diameter elektroda di belakang ujung elektroda. Jika kolam sangat jauh di belakang → terlalu lambat. Jika hampir di bawah arc → terlalu cepat.
4. Pola Gerak (Weave Pattern)
Untuk jalur sempit (stringer bead), gerak lurus adalah terbaik — penetrasi maksimal, heat input minimal. Untuk pengisian lebar atau cover pass, berbagai pola weave digunakan:
| Pola Weave | Kegunaan | Catatan |
|---|---|---|
| Zigzag (crescent) | Paling umum, pengisian gap vertikal | Jeda sebentar di tepi bead untuk fusion yang baik |
| Figure 8 | Pengisian lebar, posisi vertikal | Kontrol kolam lebih sulit |
| Circular | Perbaikan lubang kecil | Untuk pemula cukup sulit dikontrol |
| Stringer (lurus) | Root pass, posisi overhead | Penetrasi terdalam, recommended untuk kritis |
Aturan weave: Lebar weave maksimum = 3× diameter elektroda. Lebih dari itu, kualitas lasan menurun drastis dan risiko cacat meningkat.
Urutan Pengelasan Multi-Pass
Untuk material tebal yang butuh beberapa lapisan (pass), urutan pengelasan kritis untuk mengontrol distorsi dan memastikan fusion yang baik:
- Root pass — lasan pertama yang mengisi celah akar. Gunakan elektroda kecil (2,6 atau 3,2 mm), ampere relatif rendah, kecepatan lambat untuk penetrasi penuh. Ini pass yang paling kritis — kalau root pass gagal, seluruh sambungan gagal.
- Buang terak root pass — gunakan palu terak dan sikat kawat. Jangan lewati ini — terak yang tersisa akan terjebak di lapisan berikutnya (slag inclusion).
- Hot pass — pass kedua segera setelah root, biasanya ampere sedikit lebih tinggi, untuk membakar sisa kontaminan di root.
- Fill pass — satu atau beberapa pass untuk mengisi groove. Bersihkan terak setelah setiap pass.
- Cover pass (cap) — pass terakhir yang memberikan tampilan akhir. Lebar tidak boleh melebihi lebar groove + 2mm di setiap sisi. Hindari underfill atau overfill yang berlebihan.
Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
| Masalah | Penyebab Utama | Solusi |
|---|---|---|
| Elektroda sering nempel | Ampere terlalu rendah, arc length terlalu pendek | Naikkan ampere, jaga arc length konsisten |
| Percikan (spatter) berlebihan | Ampere terlalu tinggi, arc terlalu panjang | Turunkan ampere, persingkat arc length |
| Porositas (lubang-lubang kecil) | Material kotor/basah, arc terlalu panjang, elektroda lembab | Bersihkan material, keringkan elektroda, persingkat arc |
| Undercut (alur di sisi lasan) | Ampere terlalu tinggi, travel speed terlalu cepat | Turunkan ampere, perlambat travel speed, jeda di tepi |
| Overlap (lasan menggantung) | Ampere terlalu rendah, travel terlalu lambat | Naikkan ampere, percepat sedikit travel speed |
| Incomplete fusion | Ampere rendah, travel cepat, gap tidak cukup | Naikkan ampere, perlambat, perbaiki fit-up |
| Lasan retak (cracking) | Elektroda lembab (hydrogen cracking), material rapuh, pendinginan terlalu cepat | Gunakan elektroda kering, pre-heat material, post-weld heat treatment |
Finishing dan Inspeksi Lasan
Pembersihan Terak
Setelah lasan selesai dan dingin (tapi masih hangat — sekitar 100–150°C), ketuk terak dengan palu terak menggunakan gerakan tegak lurus terhadap lasan. Terak yang baik akan lepas dengan mudah. Lanjutkan dengan sikat kawat untuk membersihkan sisa terak halus.
Jangan sikat lasan yang masih merah/sangat panas — sikat baja di atas lasan yang sangat panas bisa memasukkan kontaminan dan melemahkan struktur kristal lasan.
Inspeksi Visual Mandiri
Sebelum menyerahkan pekerjaan, periksa:
- Tidak ada undercut yang dalam (> 0,5 mm) di tepi lasan
- Permukaan rata, tidak ada lubang (crater) di ujung lasan — selalu isi crater sebelum angkat elektroda
- Lebar bead konsisten sepanjang jalur
- Tidak ada retakan yang terlihat di permukaan atau HAZ (heat affected zone)
- Transisi halus antara lasan dan material dasar
Grinding untuk Finishing
Jika permukaan lasan perlu rata sempurna (untuk pengecatan atau tampilan), grinding dengan flap disc 80–120 grit. Gerinda searah dengan jalur lasan, jangan melintang. Jangan over-grind hingga material dasar — ini melemahkan sambungan.
Untuk memahami berbagai jenis cacat las secara lebih mendalam beserta cara mendeteksinya, baca panduan 8 jenis cacat pengelasan dan solusinya. Dan sebelum mulai mengelas, pastikan APD lengkap — panduan keselamatan kerja pengelasan ada di artikel welding safety dan K3 pengelasan. Untuk referensi harga elektroda berbagai ukuran dan merek, lihat harga kawat las dan elektroda terbaru.
Tips Khusus untuk Posisi Pengelasan Sulit
Pengelasan Vertikal (3G)
- Turunkan ampere 10–15% dari setting flat
- Gunakan weave zigzag kecil dengan jeda di tepi untuk mencegah kolam jatuh
- Arah naik (uphill) lebih baik untuk penetrasi dan fusion; arah turun (downhill) lebih cepat tapi penetrasi lebih dangkal
Pengelasan Overhead (4G)
- Turunkan ampere 15–20% — kolam las cenderung jatuh karena gravitasi
- Gunakan stringer bead sempit, jangan weave lebar
- Travel speed lebih cepat untuk mengurangi heat input dan mencegah kolam jatuh
- APD wajib lengkap — percikan jatuh langsung ke tangan dan leher
Panduan lengkap semua posisi pengelasan beserta penyesuaian tekniknya ada di artikel posisi pengelasan: flat, horizontal, vertikal, dan overhead.
Kesimpulan
Pengelasan SMAW yang baik adalah gabungan dari tiga hal: persiapan material yang bersih, setting mesin yang tepat (ampere, polaritas), dan kontrol tangan yang konsisten (arc length, travel speed, stick angle). Ketiganya harus benar secara bersamaan.
Pemula sering fokus ke “gerakan tangan” tapi mengabaikan persiapan dan setting. Sebaliknya tukang las berpengalaman tahu bahwa 80% masalah lasan sudah bisa diantisipasi sebelum menyalakan mesin — dari kebersihan material, pemilihan elektroda, sampai fit-up yang tepat. Kuasai fundamentalnya, latihan dengan sabar, dan kualitas lasan akan mengikuti.



