Pertukangan BangunanPertukangan Kayu

Jenis Sarung Tangan Keselamatan (Safety Gloves): Panduan Lengkap Memilih yang Tepat

Tangan adalah aset paling berharga seorang pekerja teknik — dan ironisnya, paling sering diabaikan perlindungannya. Data K3 nasional menunjukkan bahwa cedera tangan dan jari menempati posisi teratas dalam kecelakaan kerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan bengkel. Satu kesalahan memilih sarung tangan yang salah — atau tidak memakai sama sekali — bisa mengakibatkan luka permanen yang mengubah kualitas hidup seumur hidup.

Artikel ini membahas tuntas semua jenis sarung tangan keselamatan (safety gloves), fungsi masing-masing, material penyusunnya, cara memilih yang tepat per jenis pekerjaan, hingga standar internasional yang harus dipenuhi.

Mengapa Sarung Tangan yang Tepat Sangat Penting?

Sarung tangan keselamatan bukan one-size-fits-all. Sarung tangan las yang tebal justru berbahaya dipakai saat mengoperasikan mesin gerinda karena mengurangi kepekaan jari dan bisa tersangkut. Sebaliknya, sarung tangan nitrile tipis yang cocok untuk laboratorium kimia sama sekali tidak memberikan proteksi terhadap percikan las. Memilih sarung tangan yang salah bisa memberi rasa aman palsu yang justru lebih berbahaya.

Jenis-Jenis Sarung Tangan Keselamatan dan Fungsinya

1. Sarung Tangan Impact (Impact Resistant Gloves)

Dirancang untuk melindungi punggung tangan dan jari dari benturan benda berat. Dilengkapi TPR (Thermoplastic Rubber) atau busa EVA sebagai shock absorber pada punggung jari dan tangan — menyerap dan mendistribusikan energi tumbukan sehingga tidak sepenuhnya diteruskan ke tulang dan jaringan tangan.

Cocok untuk: pengeboran, pemancangan, palu, konstruksi baja, oil & gas, dan semua pekerjaan di mana material berat berpotensi jatuh atau membentur tangan. Banyak digunakan di industri pertambangan dan konstruksi gedung bertingkat.

Baca Juga:  Mesin Sawmill Portable: Cara Kerja, Jenis, dan Harga Terbaru 2026

2. Sarung Tangan Anti Abrasi (Cut & Abrasion Resistant Gloves)

Terbuat dari material yang tahan terhadap gesekan dan benda tajam. Material yang umum digunakan:

  • Nitrile coating — lapisan nitrile pada palm memberikan ketahanan abrasi dan grip yang baik. Paling umum untuk bengkel umum.
  • Kevlar — serat aramid ultra-kuat yang tahan sayatan. Digunakan di industri kaca, sheet metal, dan pisau industri.
  • HPPE (High Performance Polyethylene) — bahan dasar sarung tangan cut-resistant level tinggi (EN 388 level E/F), jauh lebih ringan dari Kevlar.
  • Stainless steel mesh — untuk industri pengolahan daging dan ikan yang menggunakan pisau tajam intensif.

Cocok untuk: fabricasi sheet metal, penanganan kaca, industri percetakan, pengolahan bahan pangan, dan semua pekerjaan dengan risiko sayatan tinggi.

3. Sarung Tangan Anti Slip (Grip/Anti-Slip Gloves)

Dirancang untuk mempertahankan cengkeraman kuat pada permukaan basah, berminyak, atau licin. Teknologi yang digunakan:

  • Grip technology — pola tekstur khusus pada telapak dan jari untuk meningkatkan friction.
  • Microchannel system — saluran mikro yang menyerap fluida dari permukaan benda kerja sehingga kontak langsung sarung tangan dengan benda tidak terhalangi lapisan cairan.
  • Sandy nitrile finish — permukaan seperti amplas halus yang memberikan grip bahkan di kondisi sangat berminyak.

Cocok untuk: mekanik otomotif, pengerjaan minyak pelumas, assembling komponen basah, pekerja dermaga dan kapal.

4. Sarung Tangan Angkat (General Purpose / Lifting Gloves)

Jenis paling umum di pasaran — terbuat dari kain rajut (cotton atau polyester) dengan atau tanpa lapisan karet di telapak. Ringan, breathable, dan terjangkau.

Baca Juga:  Plafon Triplek: Panduan Lengkap Jenis, Pemasangan, Perawatan, dan Perbandingan Material

⚠️ Peringatan penting: jangan gunakan sarung tangan jenis ini saat mengoperasikan mesin berputar (bor, gerinda, bubut, frais). Serat kain bisa tersangkut di putaran mesin dan menarik tangan ke dalam dalam sepersekian detik — ini adalah penyebab utama amputasi jari di workshop.

Cocok untuk: pengangkatan manual, pergudangan, sortir barang, dan pekerjaan ringan tanpa mesin berputar.

5. Sarung Tangan Tahan Panas (Heat Resistant / Welding Gloves)

Terbuat dari kulit (leather) — biasanya kulit sapi (cowhide), kambing (goatskin), atau babi (pigskin) — yang secara alami tahan terhadap panas dan percikan api. Bagian dalam dilapisi kain terry cotton untuk kenyamanan dan insulasi tambahan.

  • Sarung tangan las SMAW/MIG — panjang hingga pertengahan lengan bawah, tebal dan kaku, untuk proteksi maksimal dari spatter dan panas radiasi tinggi.
  • Sarung tangan TIG — lebih tipis dan fleksibel (biasanya goatskin atau deerskin) untuk mempertahankan kepekaan jari saat mengumpan filler rod secara manual.
  • Sarung tangan oven/furnace — insulasi panas ekstra tinggi untuk menangani material dari oven atau furnace pada suhu ratusan derajat Celsius.

Cocok untuk: pengelasan semua jenis, peleburan logam, glass blowing, pekerjaan tungku/kiln, dan penanganan material panas.

6. Sarung Tangan Kimia (Chemical Resistant Gloves)

Melindungi dari bahan kimia korosif, pelarut, asam, dan basa. Material menentukan jenis kimia yang bisa ditahan:

Baca Juga:  Pintu Kayu Engineering: Cara Kerja, Jenis Core, dan Tips Memilih yang Tidak Akan Menyesal
MaterialTahan terhadapTidak tahan terhadapAplikasi Umum
Latex (Natural Rubber)Asam encer, basa, alkoholSolvent organik, minyakLab kimia umum, medis
NitrileMinyak, solvent, asamKeton, ester aromatikOtomotif, pengecatan, lab
Vinyl (PVC)Asam, basa encerSolvent, ketoneFood handling, pembersihan
NeopreneAsam, basa, minyak, solventHalogenated solventLab kimia, industri kimia
ButylKeton, ester, asam kuatHidrokarbon alifatikLab kimia, pestisida
PVC panjangAsam, basa, cairan korosifPelarut organik kuatPengecatan, pembersihan

⚠️ Catatan penting: selalu cek kompatibilitas sarung tangan dengan bahan kimia spesifik yang digunakan — tidak ada satu material pun yang tahan terhadap semua kimia. Konsultasikan dengan Safety Data Sheet (SDS) bahan kimia yang bersangkutan.

7. Sarung Tangan Listrik (Electrical Insulating Gloves)

Terbuat dari karet isolasi khusus, diklasifikasikan berdasarkan tegangan maksimum yang bisa ditahan. Standar IEC 60903 dan ASTM D120 mendefinisikan 6 kelas (Class 00 hingga Class 4) dari 500V hingga 40.000V. Wajib digunakan oleh teknisi listrik saat bekerja pada panel listrik bertegangan.

Standar Internasional Safety Gloves

Dua standar utama yang perlu dikenal:

  • EN 388 (Eropa) — standar untuk sarung tangan mekanik. Empat angka pada label menunjukkan level ketahanan terhadap: abrasi (0–4), cut/sayatan (0–5), tear/sobek (0–4), dan puncture/tusukan (0–4). Semakin tinggi angka, semakin baik perlindungannya.
  • EN 407 — standar untuk sarung tangan tahan panas. Enam angka menunjukkan ketahanan terhadap: api, panas kontak, panas konveksi, panas radiasi, percikan logam kecil, dan percikan logam besar.
  • ANSI/ISEA 105 (Amerika) — standar yang sering digunakan di lingkungan industri global untuk cut resistance, dengan 9 level (A1–A9).

Panduan Memilih Sarung Tangan yang Tepat

Jenis PekerjaanSarung Tangan yang TepatYang Harus Dihindari
Pengelasan SMAW/MIGWelding gloves kulit tebalSarung tangan kain atau nitrile
Pengelasan TIGTIG gloves kulit tipis (goatskin)Welding gloves tebal (kurang presisi)
Mesin berputar (bor, gerinda)Tidak pakai sarung tangan kain!Sarung tangan kain berserat
Handling sheet metal/kacaCut-resistant Kevlar atau HPPESarung tangan kain biasa
Bahan kimia lab/industriNitrile, neoprene, atau butyl sesuai SDSLatex (jika alergi atau solvent)
Pengangkatan manual umumGeneral purpose cotton/polyesterSarung tangan kimia (terlalu kaku)
Panel listrik berteganganElectrical insulating gloves (IEC 60903)Semua sarung tangan non-insulasi

Untuk panduan K3 pengelasan yang lebih lengkap termasuk APD lainnya, baca artikel Keselamatan Kerja Pengelasan: Panduan APD, Ventilasi & K3 Lengkap. Standar internasional safety gloves bisa dirujuk langsung di ISO 21420 (General Requirements for Protective Gloves) dan panduan aplikasi praktis dari OSHA Hand Protection Guidelines.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami