Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Properti

Bunga KPR Bank 2019, Info Buat yang Mau Angsur Rumah Idaman

Bunga KPR Bank 2019, Info Buat yang Mau Angsur Rumah Idaman. Memiliki rumah dan hunian adalah dambaan bagi setiap keluarga. Namun seringkali upaya memiliki rumah terhalang biaya yang terlampau tinggi untuk dibayar dengan tunai. Salah satu opsi yang banyak diminati dan realistis adalah dengan mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR.

Sebelum mengajukan kredit pemilikan rumah, ada baiknya kita mengetahui perbandingan bunga di berbagai perbankan.

Bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih tetap di level 6% untuk kedelapan kalinya. Namun BI memiliki kebijakan lain untuk melonggarkan likuiditas di perbankan nasional. Tak ada lagi potensi penurunan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan karena acuan yang tak kunjung turun.

Berikut daftar suku bunga dasar kredit (SBDK) di sejumlah bank nasional di Indonesia:

1. Bunga KPR di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tercatat 9,98%.
2. Bunga KPR di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tercatat 10,50%.
3. Bunga KPR di PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) tercatat 10,25%.
4. Bunga KPR di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) 10,50%.
5. Bunga KPR di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 9,90%.
6. Bunga KPR di PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) 9,50%
7. Bunga di PT Bank Danamon Tbk (Danamon) 10,25%.
8. Bunga di PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) 10,20%.
9. Bunga di PT Bank DBS Indonesia 10,39%.
10. Bunga KPR di PT Bank Mayapada Internasional Tbk 11,90%.

Baca Juga:  Spiced Honey By Dulux Diperkenalkan Sebagai Trend Warna 2019

Sebagai informasi SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK ini belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Jadi setiap nasabah yang menarik KPR di setiap bank akan mendapatkan bunga yang berbeda-beda. Tidak bisa sama persis.

 

Bunga KPR Bank Belum Mengalami Penurunan

Bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah 8 bulan berada di level 6%. Ini artinya suku bunga kredit pemilikan rumah yang mengacu pada bunga bank sentral, diprediksi tidak akan mengalami penurunan.

Baca Juga:  Kenali Ciri Pengembang Properti Terpercaya

Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan menjelaskan saat ini memang bank belum ada rencana untuk menurunkan bunga. Hal ini karena penentuan bunga tergantung dari cost of fund atau biaya dana yang ada di bank.

“Bunga kami tergantung cost of fund dan juga bunga acuan dari bank sentral. Walaupun memang ada juga yang tergantung segmen. Kelihatannya belum ada penurunan, kita masih lihat perkembangannya,” kata Lani saat dihubungi

Dia menyampaikan, untuk tetap menarik minat masyarakat dalam mengajukan KPR, perseroan memberikan customer experience yang baik melalui proses pengajuan yang cepat dan mudah.

“Selain itu petugas atau sales KPR kami juga sangat memahami produk sehingga lebih mudah menjelaskan kepada calon nasabah,” ujar Lani.

Tahun ini Lani menargetkan CIMB Niaga bisa tumbuh di kisaran 13%, yakni dengan meningkatkan kerja sama dengan developer, agen properti, cross selling di cabang-cabang dan juga secondary market dan multiguna untuk ticket size yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Apartemen Murah dan Ramah Lingkungan dari Adhi Persada Properti

Berdasarkan data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR di CIMB Niaga tercatat 9,90%.

SBDK ini digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko untuk masing-masing Debitur atau kelompok Debitur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan Debitur, prospek pelunasan kredit, prospek sektor industri Debitur dan jangka waktu kredit. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada Debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Sekadar informasi, BI kembali menahan suku bunga acuan di level 6% untuk kedelapan kalinya, dengan lending facility 6,75% dan deposit facility 5,25%. Hal ini dilakukan karena BI memiliki kebijakan lain yakni melonggarkan giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 basis poin (bps) untuk bank umum konvensional dan bank syariah.

GWM untuk bank umum konvensional menjadi 6% dan bank syariah jadi 3,5%, ini berlaku pada 1 Juli 2019 mendatang.

Komentar

comments

Tags
bunga kpr bunga kpr 2019 bunga kpr bca bunga kpr btn bunga kpr cimb niaga daftar bunga kpr perbandingan bunga kpr

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker