Properti

Agar Pengajuan Kredit Rumah (KPR) Disetujui Bank: 6 Tips Efektif

Tips Agar KPR di ACC Bank dengan Mudah 2020

Menghitung cicilan KPR berdasarkan bunga promo di tahun pertama adalah kesalahan paling umum yang membuat banyak orang kaget saat angsuran melonjak di tahun berikutnya. Memiliki rumah pertama menjadi idaman banyak pasangan muda, namun harga unit yang terus naik membuat sebagian orang kesulitan mengakses kebutuhan dasar ini. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) menjadi solusi mendapatkan hunian secara terjangkau lewat skema angsuran — namun pengajuannya punya sejumlah persyaratan yang membuat tidak semua pengajuan disetujui bank.

Berikut tips agar pengajuan KPR lebih besar peluangnya disetujui, sekaligus tetap nyaman dijalani dalam jangka panjang.

1. Pilih Bank yang Berpengalaman Menyalurkan KPR

KPR adalah kredit jangka panjang, bisa mencapai 30 tahun, sehingga relasi antara debitur dan bank juga akan berlangsung lama. Pilih bank yang membuat Anda nyaman membayar cicilan — jika hubungan ini tidak nyaman sejak awal, KPR yang diambil berpotensi menjadi sumber stres bertahun-tahun ke depan.

2. Jangan Terpaku pada Bunga Promo

Bunga promo hanya berlaku selama beberapa tahun pertama; setelahnya bunga KPR berfluktuasi mengikuti perkembangan bunga pasar (floating). Sejak awal, hitung kemampuan cicilan berdasarkan bunga pasar efektif floating, bukan bunga promo. Anggap bunga promo sebagai kelonggaran sementara setelah dana terkuras untuk membayar uang muka dan biaya-biaya KPR di awal.

Baca Juga:  Teknologi Bangunan Cerdas: Penerapan Sensor dan Manfaatnya

3. Pastikan Cicilan Sesuai Kemampuan Penghasilan

Idealnya sekitar 30 persen penghasilan bisa disisihkan untuk membayar angsuran berdasarkan bunga pasar. Sampaikan data penghasilan secara jujur kepada bank — jangan menaikkan angka penghasilan hanya demi mendapatkan nilai KPR yang diinginkan. Jika 30 persen penghasilan tidak mencukupi untuk mencicil rumah pilihan, pertimbangkan mengalihkan pilihan ke rumah yang lebih kecil dan terjangkau.

4. Cari Solusi Uang Muka yang Ringan

Jika kesulitan memenuhi persyaratan uang muka, cari bank yang menawarkan persyaratan uang muka lebih kecil. Ketentuan uang muka minimum untuk KPR juga bisa berbeda tergantung kebijakan bank dan regulasi yang berlaku saat itu, sehingga membandingkan beberapa bank bisa membantu menemukan opsi paling sesuai kondisi finansial. Ingat, semakin kecil uang muka, semakin besar angsuran bulanan yang harus dibayar. Jika uang muka ringan tidak memungkinkan, cari pengembang yang menawarkan skema uang muka yang bisa diangsur dalam beberapa bulan.

5. Siapkan Dana untuk Biaya-Biaya KPR

Selain uang muka rumah, siapkan juga dana untuk biaya-biaya KPR termasuk asuransi, yang nilainya bisa mencapai beberapa persen dari total nilai kredit yang disetujui bank. Banyak calon debitur hanya fokus menyiapkan uang muka dan lupa mengalokasikan dana untuk biaya-biaya tambahan ini.

Baca Juga:  Jika Pengajuan KPR Ditolak, Ini Solusinya!

6. Pilih KPR dengan Skema Pembayaran Fleksibel

Beberapa bank menawarkan skema di mana debitur bisa membayar cicilan bunga atau pokok utang saja selama beberapa tahun pertama, atau angsuran yang disesuaikan dengan penghasilan. Skema fleksibel semacam ini membantu keuangan “bernapas” setelah terkuras membayar uang muka dan biaya KPR di awal, sambil tetap memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari meski sudah mengambil kredit rumah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa bank bisa menolak pengajuan KPR meski penghasilan mencukupi?
Selain penghasilan, bank juga menilai riwayat kredit (BI Checking/SLIK), rasio utang terhadap penghasilan secara keseluruhan, dan stabilitas pekerjaan, sehingga penghasilan cukup saja tidak menjamin persetujuan jika ada faktor lain yang dianggap berisiko.

Baca Juga:  The Trans Icon Surabaya: Superblok Terpadu dan Status Operasionalnya Kini

Apakah KPR tanpa uang muka masih tersedia?
Ketentuan uang muka minimum KPR diatur otoritas terkait dan bisa berubah dari waktu ke waktu, sehingga sebaiknya cek kebijakan terbaru langsung ke bank atau sumber resmi sebelum mengasumsikan skema tanpa uang muka masih berlaku.

Apa risiko memilih KPR hanya berdasarkan bunga promo termurah?
Risiko utamanya adalah cicilan melonjak signifikan setelah masa promo berakhir dan bunga berubah ke skema floating mengikuti pasar, yang bisa membebani keuangan jika tidak diperhitungkan sejak awal saat menghitung kemampuan mencicil.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami