Properti

Panduan Jual-Beli Tanah Agar Tidak Tertipu dan Berkasus

Prosedur Jual-Beli Tanah yang Benar

Panduan Jual-Beli Tanah Agar Tidak Tertipu dan Berkasus. Harga tanah dan properti terus meningkat dari tahun ke tahun. sayangnya banyak sekali kejadian tentang sistem transaksi tanah yang merugikan. Sebagai obyek jual-beli, mekanisme jual-beli tanah dan properti memang diatur khusus. Hal ini untuk menghindari sengketa dan tumpang tindih kepemilikan.

Banyaknya kasus penipuan dan cacat prosedur transaksi membuat banyak pihak harus ekstra waspada. Terbelit kasus dan kehilangan aset adalah resiko dari sistem jual-beli tanah yang serampangan.

Menurut Direktur Sengketa Konflik Wilayah 1 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Supardy Marbun, kerap terjadi beberapa kasus sengketa yang sumbernya antara lain surat tanah palsu, luas tanah yang dibeli tidak sesuai dengan yang tertera di surat tanah, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Apartemen Murah dan Ramah Lingkungan dari Adhi Persada Properti

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa saja yang perlu dilakukan dalam jual-beli tanah. Akibatnya banyak yang merasa dirugikan terkait transaksi tanah. Hal seperti ini tidak akan terjadi kalau kita paham dan lebih aware soal legalitas apa saja yang harus disiapkan,” katanya seperti dikutip laman resmi ATR/BPN.

 

Prosedur panduan Jual-Beli Tanah

Ada lima hal yang harus diketahui dan dijalankan saat kita bertransaksi tanah.

  • Memastikan keaslian tanda bukti hak atas tanah di kantor pertanahan tempat lokasi tanah berada.
  • Bertransaksi dengan Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang ada di wilayah lokasi tanah, bukan menggunakan PPAT di luar wilayah kewenangan kerjanya.
  • Jika saat bertransaksi pembeli memberikan uang tanda jadi atau kesepakatan uang muka berdasarkan perjanjian dan sisanya akan dilunasi dalam jangka waktu tertentu, diperlukan pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di hadapan notaris. PPJB yang dibuat notaris ini merupakan akta otentik yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna sesuai dengan kitab hukum perdata.
  • Bila penjual sudah menikah, tanah dan bangunan akan menjadi harta bersama sehingga penjualan tanah harus atas dasar persetujuan suami/istri dengan penandatanganan surat persetujuan khusus dan ikut menandatangani AJB. Apabila suami atau istri sudah meninggal, maka bisa dilakukan dengan melampirkan surat keterangan kematian dari kantor kelurahan.
  • Penjual membayar pajak penghasilan (PPh) dan pembeli melunasi bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Ketentuan PPh = harga jual x 2,5 persen pajak pembeli (BPHTB). Sedangkan BPHTB = harga jual-nilai tidak kena pajak x 5 persen.
  • Pembeli dan penjual kemudian juga membayar biaya pembuatan AJB di PPAT yang umumnya ditanggung bersama atau kesepakatan kedua pihak, dengan nilai maksimal 1 persen dari harga transaksi tanah.
  • Kalau aturannya sudah jelas, pemilik tanah agar menjaga tanahnya dengan menjaga fisiknya supaya tidak dikuasai orang lain dengan memberi patok atau tanahnya dimanfaatkan dengan baik. Jaga juga surat-suratnya supaya tidak hilang atau dipegang orang lain. Kalau semuanya lengkap, kita bisa tenang karena hak-hak kita dilindungi.
Baca Juga:  Di GKB Gresik Segera Hadir GressMall dan Hotel Aston

Jika dirasa masih ragu dengan panduan Jual-beli tanah tersebut, Anda bisa berkonsultasi ke notaris atau konsultasi ke badan pertanahan. Ingatlah bahwa banyak kejadian kasus jualbeli tanah yang berakhir ke pengadilan karena sistem jual-beli yang sembrono dan tidak prosedural.

Komentar

comments

Tags
aturan jual beli tanah panduan jual-beli tanah prosedur jual beli tanah sengketa lahan tata cara jual beli tanah tips jual beli tanah

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker