PLTS dan Turbin Angin

Tips Memilih Baterai PLTS untuk sistem Atap Surya Off Grid

Panduan membeli Baterai untuk Listrik Tenaga Surya

Tips Memilih Baterai PLTS untuk sistem Atap Surya Off Grid. Baterai atau energi storage adalah bagian yang sangat penting pada sistem pembangkit listrik tenaga surya off grid. Baterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya untuk digunakan pada malam hari.

Perkembangan sistem dan teknologi baterai juga terus berkembangan dengan adanya baterai dengan efisiensi tinggi seperti pada baterai lithium ion atau LFP. Namun teknologi yang konvensional juga masih banyak digunakan seperti Aki baterai VRLA atau Baterai Lead Acid.

Harga baterai juga menjadi biaya yang mungkin paling tinggi pada sistem PLTS off Grid. Jika ingin membangun sistem PLTS OFF Grid, berikut ini Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih baterai surya

 

Tips Memilih Baterai PLTS

1. Kapasitas Rating Baterai

Kapasitas baterai memberi tahu Anda berapa kilowatt-jam (kWh) listrik yang dapat disimpannya. Kapasitas yang dapat digunakan menentukan berapa lama baterai dapat mengirim listrik ke beban.

Beberapa baterai mungkin menunjukkan dua peringkat kapasitas: kapasitas total dan kapasitas yang dapat digunakan. Misalnya, baterai 24V 200Ah berarti kapasitas totalnya 4800 wh atau 4,8Kwh. Namun jika daya baterai yang bisa digunakan 50% saja berarti kita bisa menggunakan sebanyak 1200 wh atau 1,2 Kwh artinya kita bisa menggunakan untuk menyalakan AC 1200 watt selama 1 Jam atau lampu 100 watt selama 12 Jam.

Baca Juga:  SPD Surge Protector Device untuk PLTS Atap, Seberapa Penting?

Anda harus mempertimbangkan baterai dengan peringkat kapasitas yang dapat digunakan minimal 10 kWh, karena cocok untuk sebagian besar kebutuhan energi pemilik rumah dan memberikan jumlah daya cadangan yang layak jika terjadi pemadaman listrik.

2. Round-trip efficiency

Efisiensi bolak-balik baterai surya mewakili jumlah energi yang dapat Anda gunakan dari baterai surya dibandingkan dengan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menyimpan energi itu.

Katakanlah panel surya mengirim 10 kWh listrik ke baterai, tetapi hanya 7 kWh listrik yang benar-benar disimpan dan dapat digunakan. Itu berarti 3 kWh digunakan oleh sistem operasi baterai untuk menyimpan dan melepaskan listrik, membuat peringkat efisiensi bolak-balik baterai menjadi 70%.

Saran kami adalah menggunakan baterai dengan peringkat efisiensi 80% atau lebih tinggi. Baterai efisiensi yang lebih tinggi dapat menghemat lebih banyak uang dalam jangka panjang karena lebih banyak listrik tenaga surya yang dihasilkan dapat digunakan oleh peralatan Anda, daripada hilang dari baterai yang menyimpan energi.

Baca Juga:  Nilai Degradasi dan Penurunan Performa Panel Surya Per Tahun

 

3. Umur Baterai

Sebagian besar baterai lithium-ion memiliki masa pakai baterai minimal 10 tahun dengan penggunaan reguler. Saat Anda menggunakan baterai, lama-kelamaan kehilangan kemampuannya untuk mengisi daya. Pikirkan tentang seberapa cepat baterai ponsel habis setelah Anda memilikinya selama beberapa tahun – hal yang sama terjadi pada baterai surya.

Ada tiga cara di mana umur baterai biasanya diukur:

  • Tahun
  • Perkiraan siklus (masa pakai)
  • Perkiraan throughput

Masa pakai baterai adalah berapa kali baterai dapat diisi dan dikosongkan sepenuhnya (siklus). Throughput adalah perkiraan jumlah listrik yang akan dilepaskan baterai selama periode waktu tertentu, dan akan bervariasi tergantung pada kapasitas awal baterai.

Saat berbelanja baterai, carilah baterai yang bergaransi untuk beroperasi setidaknya 70% dari kapasitas aslinya setelah 8 tahun untuk baterai litium dan 2 tahun untuk baterai VRLA.

4. Kedalaman debit (DoD)

Dinyatakan sebagai persentase, ini adalah jumlah energi yang dapat digunakan dengan aman tanpa mempercepat penurunan daya baterai. Sebagian besar jenis baterai perlu menahan muatan setiap saat untuk menghindari kerusakan. Baterai lithium dapat dikosongkan dengan aman hingga sekitar 80–90% dari kapasitas nominalnya. Baterai timbal-asam (lead acid) biasanya dapat dikosongkan hingga sekitar 50–60%, sedangkan baterai Redflow dapat dikosongkan 100%.

Baca Juga:  Biaya PLTS 450 Watt On Grid dan Off Grid Rakit Sendiri

4. Jenis baterai

Jenis baterai ditentukan oleh bahan kimia di dalamnya yang digunakan untuk menyimpan energi. Jenis baterai, atau kimia baterai, menentukan hampir setiap aspek tentang cara kerja sistem baterai.

Meskipun baterai timbal-asam (lead acid/aki mobil) pernah menjadi baterai paling populer yang digunakan untuk sistem penyimpanan solar, baterai lithium-ion baru-baru ini menjadi favorit pengguna. Ada dua jenis utama baterai lithium-ion yang dijual saat ini: nikel mangan kobalt/Lithium Ion (NMC) dan lithium besi fosfat (LFP).

Baterai NMC lebih umum di pasaran dan lebih padat energi, artinya mereka dapat menampung lebih banyak listrik di area yang lebih kecil. Lithium ion juga cenderung sedikit lebih murah. Baterai LFP, diklaim lebih tahan lama dan lebih aman.

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker