PLTS dan Turbin Angin

Modul Fotovoltaik, Pemahaman Dasar dan Cara Kerjanya

Modul fotovoltaik adalah salah satu komponen yang paling penting dalam sistem PLTS. Modul
fotovoltaik mengubah radiasi sinar matahari menjadi energi listrik melalui proses fotoelektrik. Instalasi
rangkaian modul fotovoltaik sendiri terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

modul fotovoltaik

  • Modul fotovoltaik adalah rangkaian beberapa sel fotovoltaik yang terhubung secara seri.
  • Interkoneksi modul adalah interkoneksi listrik untuk mengakumulasi daya
    keluaran dari fotovoltaik yang saling terhubung.
  • Struktur penopang adalah struktur pemasangan yang menopang modul dan
    menentukan sudut kemiringan, azimut, dan ketinggian rangkaian modul.
  • Pondasi digunakan sebagai angkur struktur pemasangan ke dalam tanah. Bahan yang
    digunakan untuk pondasi harus berkualitas baik dan tertanam secara dalam agar memiliki
    sistem yang stabil.
Baca Juga:  DOD Baterai dan SOC Baterai, Perhatikan Ini Agar Aki Awet

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi output daya modul fotovoltaik?

  • Radiasi sinar matahari atau intensitas radiasi elektromagnetik sinar matahari yang jatuh di permukaan. Radiasi diukur dalam satuan W/m2 dan nilainya bervariasi di tempat yang berbeda. Oleh karena itu, pengukuran langsung radiasi atau pengolahan data sekunder penting dilakukan sebelum merancang sebuah sistem PLTS. Daya keluaran dari modul berbanding lurus secara proporsional dengan radiasi sinar matahari.
  • Orientasi dan kemiringan fotovoltaik. fotovoltaik di dalam satu rangkaian seri maupun paralel harus dipasang pada orientasi, kemiringan, dan sebaiknya pada ketinggian yang sama.
  • Bayangan benda (shading) yang menghalangi sinar matahari dan penumpukan debu yang dapat menghalangi transmisi sinar.
  • Kenaikan temperatur pada modul yang dapat menyebabkan berkurangnya efisiensi modul fotovoltaik sesuai dengan koefisien temperatur dari modul (%/°C)
Baca Juga:  Oxford PV Siapkan pabrik Panel Surya 100 MW Efisiensi 30%

Bayangan adalah masalah yang sangat penting pada PLTS karena dapat secara signifikan mengurangi kinerja sistem. Terkena bayangan sebagian maupun secara penuh tidak hanya mengurangi produksi energi, namun juga berisiko mempengaruhi kondisi modul fotovoltaik. Ketika terkena bayangan sebagian, pelepasan panas pada sel yang terkena bayangan cenderung akan meningkat (dikenal sebagai titik panas atau hot spot) dan dapat mengurangi umur modul fotovoltaik.

Bagaimana menghindari penurunan produksi energi akibat bayangan?

  • Melakukan identifikasi lokasi dengan benar selama studi kelayakan untuk memastikan bahwa modul fotovoltaik akan bebas dari bayangan di sepanjang hari dan di sepanjang musim dalam setahun.
  • Desain dengan benar tata letak tiap lokasi PLTS. Rangkaian fotovoltaik harus memiliki jarak yang cukup satu sama lain untuk menghindari bayangan dari rangkaian fotovoltaik yang berdekatan atau dengan bangunan yang lebih tinggi di sekitarnya.
  • Selama proses komisioning pastikan fotovoltaik bebas dari bayangan di setiap saat dan pertimbangkan kemungkinan bayangan di masa mendatang misalnya pohon yang tumbuh.
  • Tumbuhan yang berada di bawah dan di sekitar rangkaian fotovoltaik harus tetap rendah. Penting untuk melakukan pembersihan tumbuhan pada saat pemeliharaan rutin.
Baca Juga:  Panduan memilih sistem panel surya untuk hemat listrik

Builder Indonesia

Builder ID, Platform Online terdepan tentang teknologi konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami