Pengelasan & Welding

Mengenal Mesin Las Listrik Stik (Busur Listrik) AC dan DC

Cara Menggunakan Las Listrik Stik

Membeli mesin las AC saat pekerjaan sebenarnya membutuhkan fleksibilitas arus DC adalah kesalahan yang baru disadari setelah elektroda tertentu sulit dinyalakan. Mesin las berfungsi menyambung logam hingga menghasilkan sambungan yang kuat. Busur listrik, umumnya disebut las listrik, adalah cara menyambung logam menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung.

Bagian yang terkena busur listrik akan mencair, demikian juga ujung elektroda yang menghasilkan busur akan mencair dan merambat terus hingga habis. Logam cair dari elektroda dan sebagian benda kerja tercampur, mengisi celah kedua logam, lalu membeku dan tersambunglah keduanya.

Mesin las busur listrik bisa mengalirkan arus cukup besar namun dengan tegangan aman (kurang dari 45 volt). Busur listrik yang terjadi menimbulkan energi panas tinggi sehingga mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus bisa diatur sesuai kebutuhan, memperhatikan ukuran dan tipe elektroda yang digunakan.

Mesin Las Arus Searah (DC)

Arus listrik yang digunakan berasal dari dinamo motor listrik searah, digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, atau alat penggerak lain. Mesin dengan motor listrik sebagai penggerak awalnya membutuhkan rectifier (penyearah arus) untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).

Baca Juga:  Menghindari Distorsi Saat Pengelasan dan Cara Memperbaikinya

Keuntungan Konversi ke Arus Searah

  • Nyala busur listrik lebih stabil.
  • Setiap jenis elektroda bisa digunakan pada mesin las DC.
  • Tingkat kebisingan lebih rendah.
  • Mesin lebih fleksibel karena bisa diubah ke arus bolak-balik atau searah.

Mesin las DC ada dua macam: stasioner (digunakan di bengkel dengan jaringan listrik permanen seperti PLN) dan portabel (bentuk relatif kecil, cocok untuk lokasi tanpa jaringan listrik). Gangguan yang sering muncul pada mesin las meliputi mesin tidak mengeluarkan arus listrik atau nyala busur yang lemah — selalu ikuti prosedur pabrikan dan perawatan yang dianjurkan untuk meminimalkan masalah ini.

Mesin Las Arus Bolak-Balik (AC)

Mesin ini memerlukan arus AC yang dihasilkan pembangkit listrik, PLN, atau generator AC. Tegangan yang dihasilkan sumber pembangkit belum tentu sesuai kebutuhan pengelasan — bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga perlu disesuaikan menggunakan transformator (trafo).

Kebanyakan trafo yang digunakan adalah jenis step-down, menurunkan tegangan karena kebutuhan tegangan mesin las untuk pengelasan hanya berkisar 55-85 volt, jauh di bawah tegangan sumber listrik pada umumnya. Arus yang digunakan untuk peralatan las berkisar 10-500 ampere, diatur sesuai kebutuhan — keperluan daya besar membutuhkan arus lebih besar, dan sebaliknya.

Baca Juga:  Baja Damaskus, Sejarah dan Proses Pembuatan Baja Damaskus

Cara Memilih AC atau DC

  • Pilih DC jika — membutuhkan fleksibilitas jenis elektroda, busur lebih stabil, dan kebisingan rendah menjadi prioritas.
  • Pilih AC jika — anggaran terbatas dan kebutuhan pengelasan relatif sederhana dengan jenis elektroda yang kompatibel.

Komponen-Komponen Las Listrik SMAW

Perlengkapan SMAW tergolong paling sederhana dibanding proses las listrik lain, meliputi:

  1. Transformator DC/AC.
  2. Kabel massa dan kabel elektroda.
  3. Holder dan klem massa.
  4. Elektroda.
  5. Connectors.
  6. Palu chipping.
  7. Sikat kawat dan alat pelindung diri yang sesuai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah mesin las DC selalu lebih baik dari AC?
Untuk fleksibilitas dan stabilitas busur, ya, namun mesin AC tetap relevan untuk kebutuhan sederhana dengan anggaran terbatas, terutama jika jenis elektroda yang digunakan memang kompatibel dengan arus AC.

Baca Juga:  Pengelasan Robot: Peluang bagi Bengkel Las Skala Kecil

Kenapa tegangan mesin las jauh lebih rendah dari tegangan sumber listrik?
Karena tegangan tinggi tidak dibutuhkan untuk proses pengelasan dan justru berbahaya; trafo step-down menurunkan tegangan ke kisaran 55-85 volt yang aman namun tetap mampu menghasilkan arus besar untuk mencairkan logam.

Apa penyebab paling umum mesin las tidak mengeluarkan arus listrik?
Bisa disebabkan berbagai faktor seperti kabel yang longgar, komponen internal yang rusak, atau perawatan yang tidak sesuai anjuran pabrikan, sehingga penting mengikuti prosedur operasional dan jadwal perawatan yang direkomendasikan.

Amanda Sharara Roshi

Amanda Sharara adalah tech reviewer yang percaya bahwa gadget terbaik bukan yang punya spesifikasi tertinggi — tapi yang paling pas dengan kehidupan nyata penggunanya. Pendekatannya terhadap review selalu menempatkan manusia di tengah: siapa yang akan pakai, bagaimana, dan dalam kondisi seperti apa. Amanda telah menguji ratusan perangkat — dari flagship premium hingga HP entry-level yang menjadi andalan jutaan keluarga Indonesia. Di luar dunia gadget, ia pencinta kopi, fotografi jalanan, dan sesekali curhat soal baterai HP yang habis di waktu paling tidak tepat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Non Aktifkan Adblocker untuk Bisa membaca Artikel Kami